Harvey Elliott Ingin Main Lebih Sering, Tapi Dicekik Kontrak Peminjaman Liverpool

Unai Emery secara terbuka meminta manajemen Liverpool untuk melonggarkan klausul dalam kesepakatan peminjaman Harvey Elliott ke Aston Villa. Pelatih asal Spanyol itu menilai, aturan dalam kontrak saat ini justru menghambat perkembangan sang pemain, meskipun Elliott mulai kembali mendapatkan kesempatan bermain.

Gelandang serang berusia 22 tahun itu dipinjam Aston Villa dari Liverpool pada hari terakhir bursa transfer musim panas, dengan opsi pembelian permanen. Namun, sejauh ini Elliott baru tampil tujuh kali bersama klub Birmingham tersebut.

Dalam dua laga terakhir, Elliott kembali masuk dalam rencana Emery. Ia tampil penuh selama 90 menit saat Villa menang 3-2 atas RB Salzburg di Liga Europa, sebelum turun sebagai pemain pengganti dalam kekalahan 0-1 dari Brentford di Liga Inggris.

Sebelumnya, penampilan terakhir Elliott terjadi pada 2 Oktober lalu, ketika ia tampil singkat dalam kemenangan 2-0 atas Feyenoord. Sepanjang tahun 2025, ia hanya mencatatkan lima pertandingan sejak bergabung dengan status pinjaman.

Klausul Transfer Jadi Penghambat

Kesepakatan peminjaman Elliott sebenarnya disertai opsi pembelian permanen senilai 35 juta pound sterling, atau sekitar Rp700 miliar. Transfer tersebut baru akan aktif jika sang pemain telah tampil minimal 10 kali bersama Villa.

Saat pertama kali bergabung, syarat itu dianggap bukan masalah. Namun, kenyataannya Elliott jarang dimainkan dalam beberapa bulan terakhir, sehingga target tersebut belum tercapai.

Emery mengakui bahwa situasi ini membuat keputusan memainkan Elliott tidak hanya berkaitan dengan aspek teknis, tetapi juga pertimbangan bisnis. Ia menyebut ada dua sisi yang harus dipikirkan, yakni kepentingan olahraga dan urusan kontrak.

Menurut Emery, dari sisi sepak bola, Elliott layak mendapatkan menit bermain. Ia menilai sang pemain memiliki kualitas yang dibutuhkan tim, terutama di tengah krisis cedera yang melanda Villa.

Saat ini, Villa kehilangan sejumlah pemain penting seperti Boubacar Kamara, Youri Tielemans, John McGinn, serta penyerang Ollie Watkins. Dalam kondisi tersebut, kontribusi Elliott dinilai semakin dibutuhkan.

Emery Serahkan Keputusan kepada Liverpool

Menjelang laga tandang melawan Bournemouth, Emery menjelaskan bahwa ia sudah berbicara langsung dengan Elliott mengenai situasinya. Ia menegaskan bahwa pintu bermain sudah terbuka bagi sang pemain, tetapi keputusan akhir tetap bergantung pada Liverpool.

Emery menyatakan bahwa klausul dalam kontrak masih berlaku, sehingga Liverpool memegang kendali atas kelanjutan masa depan Elliott di Villa. Jika klausul tersebut dihapus, Elliott akan lebih leluasa mendapatkan kesempatan bermain dan peluang transfer permanen bisa terbuka.

Pelatih Villa itu juga mengungkapkan bahwa pembicaraan mengenai perubahan klausul sudah berlangsung sejak tiga bulan lalu. Namun, hingga saat ini belum ada keputusan final, apalagi setelah bursa transfer resmi ditutup.

Ia menilai situasi ini tidak sepenuhnya adil bagi Elliott. Menurutnya, sang pemain menunjukkan sikap profesional, tenang, dan memiliki semangat tinggi dalam latihan maupun pertandingan.

Emery bahkan mengakui bahwa kondisi kontrak saat ini berpotensi merugikan Elliott. Villa terikat pada kesepakatan awal dengan Liverpool dan harus mengambil keputusan secara hati-hati.

Meski demikian, Emery menegaskan bahwa tanggung jawab utama ada di tangan Liverpool. Jika klub asal Merseyside itu bersedia mengubah klausul, maka situasi Elliott bisa membaik. Jika tidak, Villa harus menerima kondisi yang ada.

Saat ini, Aston Villa berada tiga peringkat dan tujuh poin di atas Liverpool di klasemen Liga Inggris. Namun, di tengah persaingan ketat dan krisis cedera, masa depan Harvey Elliott masih bergantung pada kesepakatan antara dua klub tersebut.

Biar nggak ketinggalan update terkini, yuk follow kami di Google News di sini!