
Cristian Romero harus menelan konsekuensi berat setelah menerima kartu merah langsung dalam laga Tottenham Hotspur vs Manchester United. Bek asal Argentina itu dikeluarkan wasit pada babak pertama akibat tekel keras terhadap Casemiro. Insiden tersebut membuat Tottenham bermain dengan 10 orang lebih dari satu jam dan berujung pada hukuman larangan bermain empat pertandingan, termasuk saat menghadapi Arsenal.
Kartu merah tersebut menjadi yang kedua bagi Romero di Liga Inggris musim ini. Absennya sang kapten dipastikan menjadi pukulan besar bagi Tottenham, terutama karena ia akan melewatkan sejumlah laga penting dalam periode krusial kompetisi.
Permintaan Maaf di Ruang Ganti dan Sikap Thomas Frank
Usai pertandingan, manajer Tottenham Hotspur, Thomas Frank, mengungkapkan bahwa Romero telah menyampaikan permintaan maaf kepada seluruh rekan setimnya di ruang ganti. Menurut Frank, sikap tersebut menunjukkan tanggung jawab sang pemain atas tindakannya di lapangan.
Frank juga menegaskan bahwa ia tidak menyesali keputusannya menunjuk Romero sebagai kapten, meski bek berusia 27 tahun itu sebelumnya sempat mengkritik manajemen klub melalui media sosial.
“Tidak, saya tidak menyesal menjadikannya kapten,” ujar Frank. “Dia sudah meminta maaf kepada rekan-rekannya di ruang ganti. Dia salah satu pemain terpenting kami.”
Pelatih asal Denmark itu menilai Romero tidak pernah berniat mencederai lawan. Menurutnya, gaya bermain penuh semangat dan agresif memang memiliki batas tipis dengan pelanggaran serius.
“Dia mencoba merebut bola. Bermain dengan gairah dan agresivitas memang punya garis yang sangat tipis. Dia sudah meminta maaf, dan bagi saya itu cukup untuk saat ini,” lanjut Frank.
Tackle Keras dan Keputusan VAR
Insiden yang melibatkan Romero terjadi saat ia melakukan tekel terhadap pergelangan kaki Casemiro. Meski sempat menimbulkan kekhawatiran, gelandang Manchester United itu masih mampu melanjutkan pertandingan.
Komentator TNT Sports, Ally McCoist, menilai tekel tersebut berbahaya dan tidak perlu dilakukan.
“Dia jelas mengenai pergelangan kaki dengan studs. Terlihat sangat menyakitkan. Dia tidak perlu melakukan itu. Cara menantang bola seperti itu sungguh berlebihan,” kata McCoist.
Akun resmi Match Centre Premier League di platform X kemudian memberikan penjelasan terkait keputusan wasit. Dalam pernyataannya, disebutkan bahwa kartu merah tersebut telah ditinjau oleh VAR dan tetap dinyatakan sah.
“Keputusan wasit memberikan kartu merah kepada Romero karena pelanggaran serius telah diperiksa dan dikonfirmasi VAR. Tackle tersebut dinilai menggunakan tenaga berlebihan dan membahayakan lawan,” tulis pernyataan tersebut.
Dampak Absensi bagi Tottenham
Akibat kartu merah tersebut, Romero akan menjalani larangan bermain selama empat pertandingan. Ia dipastikan absen saat Tottenham menghadapi Newcastle United, Arsenal, Fulham, dan Crystal Palace.
Absennya Romero menjadi tantangan besar bagi Tottenham, mengingat perannya sebagai pemimpin di lini belakang. Apalagi, laga melawan Arsenal merupakan derby London Utara yang memiliki arti penting dalam persaingan kedua tim.
Dalam laga melawan Manchester United tersebut, Romero mencatatkan penampilan starter ke-20-nya di Liga Inggris musim ini. Sebelum pertandingan, sempat muncul pertanyaan mengenai posisinya sebagai kapten akibat komentar di media sosial. Namun, Frank tetap membelanya.
“Dia berusia 27 tahun. Apakah dia masih akan membuat kesalahan sebagai seorang pemimpin? Ya. Tapi dia juga melakukan banyak hal baik,” tutup Frank.
Biar nggak ketinggalan update terkini, yuk follow kami di Google News di sini!