
Inter Milan tampil dominan dan tanpa ampun saat membantai Sassuolo dengan skor telak 5-0 pada laga pekan ke-24 Serie A, Sabtu (8/2/2026). Kemenangan ini semakin istimewa bagi Nerazzurri karena diwarnai gol bersejarah Lautaro Martinez, gol perdana Manuel Akanji dan Luis Henrique, serta tiga assist Federico Dimarco dalam satu pertandingan.
Awal Cepat dan Keunggulan Inter
Inter datang ke laga ini dengan kepercayaan diri tinggi setelah meraih 10 kemenangan dari 11 laga terakhir Serie A, ditambah kemenangan 2-1 atas Torino di perempat final Coppa Italia tengah pekan lalu. Meski masih kehilangan beberapa pemain inti, performa tim asuhan Simone Inzaghi tetap solid sejak menit awal.
Sassuolo hampir mencetak gol saat laga baru berjalan satu menit melalui sepakan melengkung Ismael Kone, namun Federico Dimarco melakukan penyelamatan krusial di garis gawang. Ancaman itu justru menjadi peringatan bagi Inter untuk meningkatkan tempo.
Keunggulan Inter tercipta pada menit ke-11. Berawal dari sepak pojok Dimarco, Yann Bisseck menyundul bola di tiang jauh dan membuka skor. Tekanan Inter terus berlanjut, termasuk upaya Dimarco yang hampir berbuah gol lewat tendangan bebas yang membentur mistar.
Gol kedua Inter lahir pada menit ke-28, lagi-lagi lewat peran Dimarco. Umpannya dari sisi kiri diselesaikan Marcus Thuram dengan sepakan satu sentuhan dari jarak enam meter, mengakhiri puasa golnya di Serie A selama satu bulan.
Gol Bersejarah Lautaro dan Kartu Merah Sassuolo
Sassuolo sempat mencetak gol menjelang turun minum melalui Kristian Thorstvedt, namun dianulir karena posisi offside Armand Laurienté pada awal proses serangan. Keputusan tersebut membuat Inter tetap unggul dua gol saat jeda.
Memasuki babak kedua, dominasi Inter semakin jelas. Pada menit ke-50, Lautaro Martinez memanfaatkan sapuan buruk pertahanan Sassuolo, mengontrol bola dengan dada, lalu menyelesaikannya dengan sepakan pertama dari jarak sekitar 11 meter.
Gol ini menyamai catatan Roberto Boninsegna, menjadikan Lautaro sebagai pencetak gol terbanyak ketiga sepanjang sejarah Inter.
Situasi Sassuolo kian memburuk empat menit berselang. Dari sepak pojok Dimarco, Manuel Akanji mencetak gol pertamanya untuk Inter dengan sundulan bebas pengawalan. Protes keras Nemanja Matic atas gol tersebut berujung kartu merah, membuat Sassuolo harus bermain dengan 10 pemain.
Pesta Gol Hingga Akhir Laga
Dengan keunggulan jumlah pemain, Inter semakin leluasa menguasai pertandingan. Kiper Sassuolo, Arijanet Muric, beberapa kali melakukan kesalahan posisi, termasuk saat gagal mengantisipasi pergerakan Henrikh Mkhitaryan dan Thuram.
Gol kelima Inter akhirnya tercipta pada menit ke-89. Muric kembali salah membaca situasi, memungkinkan Luis Henrique mengontrol bola dengan dada sebelum melepaskan setengah voli keras dari sudut sempit ke atap gawang. Itu menjadi gol pertamanya bersama Inter.
Sassuolo nyaris kebobolan gol keenam di masa tambahan waktu, namun Ismael Kone melakukan sapuan di garis gawang untuk menggagalkan sundulan Akanji.
Kemenangan ini mempertegas momentum positif Inter di Serie A sekaligus menunjukkan kedalaman skuad mereka. Sebaliknya, kekalahan telak ini menjadi pukulan berat bagi Sassuolo, yang tidak hanya kehilangan poin, tetapi juga harus mengakhiri laga dengan satu pemain lebih sedikit.
Biar nggak ketinggalan update terkini, yuk follow kami di Google News di sini!