
Tottenham kembali menelan hasil buruk setelah kalah 1-2 dari Newcastle United pada laga Liga Inggris, Selasa malam. Kekalahan tersebut memperpanjang periode tanpa kemenangan Spurs menjadi delapan pertandingan dan membuat posisi mereka di klasemen Liga Inggris semakin mengkhawatirkan. Di tengah tekanan suporter yang mulai terbuka, pelatih Thomas Frank menegaskan dirinya tidak akan mundur dan tetap yakin dengan masa depannya di klub London utara tersebut.
Saat ini Tottenham berada di peringkat ke-16 klasemen sementara. Mereka hanya unggul lima poin dari West Ham yang menempati posisi ke-18, batas zona degradasi. Situasi ini membuat ancaman turun kasta menjadi semakin nyata, terutama setelah performa tim terus menurun dalam beberapa pekan terakhir.
Tottenham Ditekan Realita Perebutan Bertahan
Dalam siaran pertandingan, mantan pemain Tottenham Glenn Hoddle secara terbuka menyebut bahwa Spurs harus menerima kenyataan sedang terlibat dalam persaingan menghindari degradasi. Menurutnya, baik pemain maupun suporter perlu memahami kondisi tersebut agar tim bisa berjuang merebut setiap poin yang tersedia.
Tottenham sendiri kalah dari Newcastle yang sebelumnya juga tidak berada dalam kondisi terbaik. Meski sempat memberikan perlawanan, terutama setelah turun minum, Spurs kembali gagal mengamankan hasil positif di kandang sendiri.
Frank Tegas Soal Posisi dan Tanggung Jawab
Usai pertandingan, Thomas Frank menegaskan keyakinannya bahwa ia akan tetap memimpin Tottenham. Ia mengakui tekanan yang ada, tetapi menolak anggapan bahwa semua kesalahan hanya tertuju padanya sebagai pelatih kepala.
Frank menilai situasi sulit yang dialami Tottenham merupakan tanggung jawab bersama, mulai dari pelatih, pemain, staf, hingga manajemen. Ia menyebut semua pihak di klub memahami posisi tim saat ini dan terus bekerja untuk memperbaiki keadaan.
Pelatih asal Denmark itu juga menegaskan fokus utamanya saat ini adalah berjuang keluar dari situasi sulit. Menurutnya, ketenangan menjadi kunci untuk menghadapi tekanan, terutama ketika klub berada dalam kondisi tidak ideal.
Cedera dan Pola Masalah Dua Musim Terakhir
Frank turut menyinggung banyaknya masalah cedera dan skorsing yang dialami Tottenham musim ini. Ia menyebut timnya tidak pernah menyangka akan berada di posisi saat ini, terlebih dengan kondisi sekitar 11 hingga 12 pemain yang mengalami cedera.
Ia juga menilai kesulitan yang dialami Spurs bukan hanya terjadi musim ini, melainkan sudah terlihat dalam dua tahun terakhir. Menurut Frank, Tottenham mengalami pola yang sama, kesulitan bersaing di Liga Inggris sekaligus kompetisi Eropa, yang kemudian berdampak pada performa liga.
Terkait reaksi suporter yang meneriakkan “sacked in the morning” serta cemoohan setelah laga, Frank mengaku memahami kekecewaan fans. Ia menegaskan seluruh tim bekerja siang dan malam untuk mengubah situasi, meski hasil di lapangan belum mencerminkan usaha tersebut.
Frank menutup dengan menyebut gol kedua Newcastle sebagai gambaran musim Tottenham sejauh ini, simbol dari berbagai masalah yang belum berhasil mereka atasi. Meski begitu, ia menegaskan pentingnya tetap tenang dan melewati periode sulit ini bersama-sama.
Biar nggak ketinggalan update terkini, yuk follow kami di Google News di sini!