
Newcastle United menjalani musim yang jauh dari kata meyakinkan. Posisi di papan tengah klasemen Liga Inggris dan serangkaian hasil mengecewakan membuat kursi Eddie Howe mulai dipertanyakan sebagian suporter. Namun, melihat perjalanan sang pelatih dalam empat setengah tahun terakhir, sulit mengabaikan fakta bahwa ia pernah membawa klub ini melewati masa paling suram menuju salah satu periode terbaik dalam sejarah modern mereka.
Eddie Howe sendiri secara terbuka mengakui bahwa ia akan mundur jika merasa bukan lagi sosok yang tepat untuk memajukan klub. Pernyataan itu muncul setelah kekalahan dari Brentford, ketika ia menyebut dirinya belum bekerja cukup baik dan harus berbuat lebih banyak. Itu menjadi momen langka di mana pelatih yang dikenal tenang tersebut memperlihatkan emosinya di hadapan publik.
Apa yang Salah Dengan Newcastle Musim Ini?
Perdebatan di kalangan pendukung Newcastle cukup terasa. Ada yang menilai Howe masih orang yang tepat untuk membawa klub melangkah lebih jauh, tetapi ada pula yang merasa pendekatannya mulai kehilangan daya.
Kemenangan atas Tottenham belum cukup mengangkat posisi mereka dari peringkat ke-10 klasemen. Newcastle tertinggal delapan poin dari lima besar dan terpaut empat angka dari tujuh besar dengan 12 laga tersisa. Di laga derby melawan Sunderland di Stadium of Light, mereka tak mampu memberikan perlawanan berarti. Sepanjang musim ini, Newcastle juga belum sekalipun menaklukkan tim penghuni tujuh besar.
Di liga, masalah utama terletak pada konsistensi. Mereka baru mencetak 37 gol dan sudah kebobolan jumlah yang sama. Sebanyak 19 poin hilang dari posisi unggul, terbanyak di Premier League musim ini. Newcastle juga kesulitan membalikkan keadaan setelah tertinggal lebih dulu.
Situasi ini mengingatkan pada awal musim lalu sebelum kebangkitan besar pada Desember 2024. Saat itu, kekalahan 1-3 dari Brentford menjadi titik balik yang memicu sembilan kemenangan beruntun dan berujung pada musim terbaik klub dalam satu abad serta trofi domestik pertama dalam 70 tahun.
Namun, musim ini belum terlihat tanda-tanda lonjakan performa serupa. Sistem pressing intens yang dulu menjadi ciri khas belum berjalan konsisten. Di lini depan, tidak ada pencetak gol reguler. Yoane Wissa baru mencetak satu gol liga, sementara Nick Woltemade belum mencetak gol dalam 12 pertandingan di semua kompetisi setelah sempat menjanjikan di awal musim.
Rekrutmen musim panas 2025 juga belum sepenuhnya berhasil. Malick Thiaw tampil cukup baik, tetapi Anthony Elanga dan Jacob Ramsey belum memenuhi ekspektasi, meski keduanya menunjukkan perkembangan dalam kemenangan 2-1 atas Tottenham.
Rekam Jejak yang Sulit Diabaikan
Meski tekanan meningkat, rekam jejak Howe di Newcastle memberi alasan kuat untuk tetap percaya. Ia datang pada November 2021 ketika klub berada di dasar klasemen tanpa kemenangan dalam 10 pertandingan dan terpaut lima poin dari zona aman, setelah 17 tahun kepemilikan Mike Ashley dan akhir era Steve Bruce yang suram.
Musim itu ditutup di peringkat ke-12 berkat perekrutan penting seperti Dan Burn, Kieran Trippier, dan Bruno Guimaraes. Pada musim berikutnya, setelah kedatangan Alexander Isak, Newcastle melesat ke posisi keempat dan mencapai final Piala Liga. Pertahanan yang sebelumnya rapuh berubah menjadi salah satu yang terbaik dengan hanya 33 gol kebobolan, rekor terbaik klub di liga.
Musim selanjutnya memang diganggu cedera, tetapi produktivitas meningkat dengan 85 gol liga, jumlah tertinggi Newcastle dalam satu musim Premier League. Pada musim penuh terbaiknya, Howe mempersembahkan Carabao Cup setelah mengalahkan Liverpool di final dan membawa Newcastle kembali ke fase grup Liga Champions untuk ketiga kalinya abad ini.
Musim ini juga tidak lepas dari situasi sulit. Alexander Isak memaksa hengkang, direktur olahraga Paul Mitchell pergi sebelum bursa transfer dimulai, dan badai cedera menghantam skuad. Meski demikian, Newcastle hanya membutuhkan satu kemenangan lagi untuk berpeluang lolos ke fase gugur Liga Champions untuk pertama kalinya dalam sejarah klub, dengan Qarabag menjadi lawan berikutnya. Di liga, peluang finis di posisi ketujuh masih terbuka, yang tetap bisa dianggap hasil terhormat.
Setiap musim di bawah Howe menghadirkan pencapaian baru atau rekor tersendiri. Karena itu, meski musim ini berjalan tidak mulus, ada alasan rasional untuk memberi waktu kepadanya. Jika mampu melewati periode sulit ini, bukan tidak mungkin Newcastle kembali menemukan momentumnya bersama pelatih yang sudah terbukti membawa perubahan besar di St James’ Park.
Klasemen Liga Inggris
| Pos | Team | Main | Poin | Menang | Seri | Kalah |
|---|---|---|---|---|---|---|
| 8 | Everton | 26 | 37 | 10 | 7 | 9 |
| 9 | Bournemouth | 26 | 37 | 9 | 10 | 7 |
| 10 | Newcastle | 26 | 36 | 10 | 6 | 10 |
| 11 | Sunderland | 26 | 36 | 9 | 9 | 8 |
| 12 | Fulham | 26 | 34 | 10 | 4 | 12 |
Biar nggak ketinggalan update terkini, yuk follow kami di Google News di sini!