
AC Milan meraih kemenangan penting 2-1 atas Pisa dalam laga yang berjalan ketat di Cetilar Arena. Gol penentu Luka Modrić pada menit ke-85 memastikan Rossoneri membawa pulang tiga poin sekaligus memperpanjang tren tak terkalahkan mereka. Hasil ini membuat tim asuhan Massimiliano Allegri tetap bertahan di posisi kedua klasemen Liga Italia dengan 53 poin dan menjaga peluang dalam persaingan menuju Liga Champions.
Pertandingan berlangsung dalam dua babak dengan dinamika berbeda. Milan sempat unggul lebih dulu lewat sundulan Ruben Loftus-Cheek sebelum Pisa menyamakan kedudukan melalui Loyola. Namun pengalaman dan kualitas Modrić menjadi pembeda di saat krusial.
Loftus-Cheek Pecah Kebuntuan
Babak pertama berjalan hati-hati dan minim peluang bersih. Pisa yang ditangani Hiljemark tampil terorganisasi dan disiplin, membuat Milan kesulitan menemukan ruang meski menguasai bola lebih banyak.
Peluang pertama yang cukup berarti terjadi sekitar menit ke-30 ketika Moreo mengirim umpan vertikal kepada Stojilković. Mike Maignan sigap keluar dari sarangnya untuk mempersempit sudut tembak, meski situasi tersebut akhirnya dinyatakan offside.
Milan baru benar-benar mengancam pada menit ke-39. Luka Modrić mengalihkan permainan ke sisi kanan kepada Athekame. Umpan silang terukur dikirim ke kotak penalti dan disambut sundulan keras Loftus-Cheek yang tak mampu dibendung Nicolas. Gol itu menjadi satu-satunya pembeda hingga turun minum.
Penalti Gagal dan Kebangkitan Pisa
Memasuki babak kedua, tempo pertandingan meningkat. Pada menit ke-47, Füllkrug yang baru masuk merebut bola liar dan memberikan umpan kepada Rabiot yang menuntaskannya ke sudut bawah gawang. Namun wasit Fabbri menganulir gol tersebut karena handball lebih dulu dilakukan Füllkrug.
Milan kemudian mendapat peluang emas untuk menggandakan keunggulan pada menit ke-54. Pavlović melakukan tusukan ke dalam kotak penalti dan dilanggar Loyola. Penalti diberikan. Füllkrug maju sebagai algojo, tetapi tembakannya hanya mengenai sisi luar tiang.
Momen itu mengubah arah pertandingan. Pisa mendapat suntikan semangat dan mulai bermain lebih berani. Pada menit ke-71, Loyola menebus kesalahannya. Ia paling cepat menyambar bola di dalam kotak penalti setelah menerima umpan silang Stojilković dan membuat skor menjadi 1-1.
Luka Modrić Jadi Penentu
Setelah gol penyeimbang, Milan berusaha menekan kembali, meski peluang bersih sulit tercipta. Ketika laga tampak akan berakhir imbang, Luka Modrić menunjukkan kualitasnya.
Pada menit ke-85, gelandang Kroasia itu melakukan kombinasi satu-dua dengan Ricci sebelum menusuk ke dalam kotak penalti. Dengan penyelesaian tenang, ia menaklukkan kiper Pisa dan membawa Milan kembali unggul 2-1.
Di masa tambahan waktu, Rabiot menerima kartu kuning kedua dan harus meninggalkan lapangan. Namun keunggulan Milan tetap terjaga hingga peluit panjang berbunyi.
Kemenangan ini terasa penting bagi Milan, terutama di pekan yang mempertemukan sejumlah tim papan atas dengan rival langsungnya. Setelah sebelumnya menang 3-0 di kandang Bologna, pasukan Allegri kembali menunjukkan mentalitas dan ketahanan saat menghadapi tekanan.
Milan kini mengoleksi 53 poin dan tetap berada di jalur yang tepat dalam perebutan tiket Liga Champions. Tantangan berikutnya sudah menanti, yakni laga tunda pekan ke-24 melawan Como yang akan digelar pada Rabu mendatang.
Klasemen Liga Italia
| Pos | Klub | Main | M | S | K | GM | GK | SG | Poin |
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
| 1 | Inter | 24 | 19 | 1 | 4 | 57 | 19 | 38 | 58 |
| 2 | AC Milan | 24 | 15 | 8 | 1 | 40 | 18 | 22 | 53 |
| 3 | Napoli | 24 | 15 | 4 | 5 | 36 | 23 | 13 | 49 |
| 4 | Juventus | 24 | 13 | 7 | 4 | 41 | 20 | 21 | 46 |
| 5 | Roma | 24 | 15 | 1 | 8 | 29 | 14 | 15 | 46 |
Biar nggak ketinggalan update terkini, yuk follow kami di Google News di sini!