
Kylian Mbappe mendesak UEFA menjatuhkan sanksi berat kepada Gianluca Prestianni setelah gelandang Benfica itu diduga melontarkan ucapan bernada rasis kepada Vinicius Jr dalam laga Liga Champions, Selasa malam di Estadio da Luz. Insiden tersebut terjadi tak lama setelah Real Madrid menang 1-0 lewat gol Vinicius, dan memicu ketegangan serius di atas lapangan.
Gol tunggal penyerang asal Brasil itu bersarang di sudut atas gawang dan memastikan kemenangan Los Blancos atas tim asuhan Jose Mourinho. Namun perayaan Vinicius justru memancing reaksi keras dari sebagian suporter tuan rumah. Situasi memanas ketika sang winger terlihat terlibat adu mulut dengan Prestianni.
Pertandingan sempat terhenti sekitar 10 menit. Vinicius bahkan berjalan meninggalkan lapangan setelah mendengar komentar yang disebut datang dari arah belakang jersey Prestianni. Laga akhirnya dilanjutkan, tetapi kontroversi tak berhenti di sana.
Mbappe: Tidak Boleh Dibiarkan!
Berbicara usai pertandingan kepada Tribuna, Mbappe menyatakan sikap tegas. Ia menilai tindakan Prestianni, jika terbukti benar, tidak bisa ditoleransi.
“Prestianni seharusnya tidak pernah bermain di Liga Champions lagi,” kata Mbappe.
Penyerang Prancis berusia 27 tahun itu mengaku sempat bertanya kepada Vinicius mengenai langkah yang harus diambil tim. “Saya bertanya kepada Vini apa yang ingin dia lakukan. Dia bilang, ‘Ya, kita akan meninggalkan lapangan.’”
Menurut Mbappe, suporter mencemooh karena tidak mengetahui apa yang sebenarnya diucapkan di lapangan. Ia menegaskan perlunya tindakan konkret.
“Kita harus melakukan sesuatu. Kita tidak bisa membiarkan hal seperti ini. Saya berharap ada langkah tegas. Kita harus memberi contoh bagi anak-anak yang melihat kita. Ada hal-hal yang tidak bisa diterima.”
Apa Yang Dikatakan Prestianni?
Dalam wawancara yang sama, Mbappe juga membeberkan dugaan kalimat yang diucapkan Prestianni kepada Vinicius. Ia menyebut pemain bernomor punggung 25 itu menutup mulut dengan jersey sebelum berbicara.
“Pemain Benfica nomor 25, saya tidak akan menyebut namanya karena dia tidak pantas… dia menutup mulutnya dengan jersey untuk mengatakan ‘Vini adalah monyet’ lima kali,” ujar Mbappe.
“Saya mendengarnya. Pemain seperti itu tidak pantas bermain di Liga Champions.”
Prestianni sendiri berusia 20 tahun. Namun usia muda, menurut Mbappe, bukan alasan pembenaran. “Saya tidak mengatakan saya sempurna, tetapi saya tidak membiarkan hal seperti itu. Dia masih muda. Bagaimana bisa mengatakan hal seperti itu di lapangan sepak bola?”
Ancaman Sanksi UEFA
Mengacu pada Regulasi Disiplin UEFA, khususnya Pasal 14 tentang rasisme dan perilaku diskriminatif, pemain yang terbukti melakukan tindakan rasis dapat dikenai larangan bertanding minimal 10 pertandingan atau sanksi lain yang dianggap sesuai.
Aturan tersebut mencakup tindakan yang merendahkan martabat seseorang berdasarkan ras, warna kulit, atau asal etnis. Jika dugaan terhadap Prestianni terbukti, ancaman hukuman berat terbuka lebar.
Kasus ini menambah daftar panjang insiden yang melibatkan Vinicius dalam beberapa musim terakhir. Untuk saat ini, fokus tertuju pada proses investigasi dan langkah yang akan diambil otoritas sepak bola Eropa.
Biar nggak ketinggalan update terkini, yuk follow kami di Google News di sini!