Diteriaki Fans “Dipecat Besok Pagi”, Crystal Palace Ambil Sikap Tegas soal Oliver Glasner

Kekalahan demi kekalahan dan teriakan “dipecat besok pagi” menggema di Bosnia, tetapi keputusan Crystal Palace soal masa depan Oliver Glasner justru tidak seperti yang dibayangkan banyak orang.

Hasil imbang mengecewakan melawan Zrinjski Mostar di ajang Conference League memicu kemarahan suporter. Namun di balik tekanan tersebut, manajemen klub ternyata sudah menentukan arah yang jelas untuk sisa musim ini.

Hasil Imbang yang Memicu Reaksi

Para pendukung Palace rela menempuh perjalanan jauh ke Eropa Timur dengan harapan melihat timnya melangkah lebih dekat ke babak 16 besar kompetisi Eropa. Bermain di stadion berkapasitas sekitar 9.000 penonton, Palace turun dengan komposisi kuat.

Ismaila Sarr sempat membawa tim tamu unggul lebih dulu. Glasner menurunkan susunan pemain utama yang juga diisi gelandang timnas Inggris Adam Wharton serta rekrutan termahal klub, Jorgen Strand Larsen.

Namun keunggulan itu tak bertahan lama. Sepuluh menit setelah babak kedua dimulai, Karlo Abramovic menyamakan skor. Palace gagal menemukan gol tambahan dan harus puas dengan hasil imbang. Catatan mereka pun semakin mengkhawatirkan: hanya satu kemenangan dalam 15 pertandingan terakhir di semua ajang.

Di tengah kekecewaan tersebut, sebagian suporter meluapkan emosi dengan meneriakkan desakan pemecatan ke arah bangku cadangan.

Keputusan Klub: Tetap Bersama Glasner

Menurut laporan jurnalis transfer Fabrizio Romano, Palace memutuskan mempertahankan Glasner hingga kontraknya berakhir pada musim panas nanti.

Pelatih asal Austria itu sebelumnya sudah menyatakan akan meninggalkan London selatan ketika masa kerjanya habis. Ia mengungkapkan bahwa keputusan tersebut sebenarnya sudah diambil sejak beberapa bulan lalu.

“Saya sudah mengambil keputusan sejak lama. Pada Oktober, saat jeda internasional, saya bertemu Steve Parish. Kami berbicara panjang dan saya mengatakan tidak akan menandatangani kontrak baru,” ujar Glasner.

Ia menegaskan keputusannya bukan berkaitan dengan bursa transfer. Menurutnya, hubungan dengan chairman tetap baik dan komunikasi selalu berjalan demi kepentingan terbaik klub.

Meski sempat terjadi 24 jam yang tegang di Selhurst Park setelah hasil di Bosnia, manajemen memilih menjaga stabilitas hingga akhir musim.

Polemik Penjualan Marc Guehi

Situasi makin panas ketika Glasner sempat melontarkan kritik terhadap dewan klub usai jendela transfer Januari. Kapten tim, Marc Guehi, dijual ke Manchester City sehari sebelum pertandingan Liga Inggris digelar.

Glasner menyebut waktu penjualan tersebut sangat sulit diterima. Ia merasa skuad seperti kehilangan dukungan, apalagi jumlah pemain yang tersedia terbatas.

“Kami hanya punya 12 atau 13 pemain dari skuad yang tersedia. Menjual kapten sehari sebelum pertandingan sangat sulit saya pahami,” katanya.

Ia menambahkan bahwa selama ini dirinya menahan diri untuk tidak berbicara terbuka, tetapi merasa perlu membela para pemain yang sudah menjalani pertandingan ke-35 musim ini dalam kondisi penuh tekanan.

Meski demikian, Glasner kemudian menyatakan persoalan tersebut sudah dibicarakan secara langsung dengan Parish. Ia menggambarkan situasi itu seperti badai dalam sebuah hubungan, tetapi menegaskan komitmen keduanya tetap utuh untuk menuntaskan musim dengan sebaik mungkin.

Tantangan Berikutnya

Palace kini berada di peringkat ke-13 klasemen Premier League, unggul delapan poin dari posisi ke-18 yang ditempati West Ham. Akhir pekan ini, mereka akan menghadapi Wolves.

Kemenangan di liga domestik bisa menjadi suntikan moral penting bagi suasana di Selhurst Park. Di sisi lain, Palace masih berpeluang melangkah lebih jauh di Conference League. Leg kedua melawan Zrinjski Mostar akan digelar di kandang sendiri pekan depan.

Hasil positif di laga tersebut bukan hanya menjaga peluang meraih trofi, tetapi juga bisa menjadi penutup yang layak bagi kebersamaan Palace dan Oliver Glasner sebelum jalan keduanya berpisah di akhir musim.

Biar nggak ketinggalan update terkini, yuk follow kami di Google News di sini!