
Inter Milan memastikan kemenangan 2-0 atas Lecce pada laga Serie A di Stadion Via del Mare, Sabtu waktu setempat, lewat dua gol di 15 menit terakhir. Hasil ini membuat tim asuhan Cristian Chivu unggul 10 poin di puncak klasemen sekaligus memperpanjang tren tak terkalahkan mereka.
Dua gol kemenangan dicetak pemain pengganti Henrikh Mkhitaryan pada menit ke-75 dan Manuel Akanji tujuh menit berselang. Meski skor terlihat meyakinkan, pertandingan berjalan lebih sulit dari yang diperkirakan.
Tekanan Sejak Awal, Gol Sempat Dianulir
Inter langsung mengambil inisiatif serangan, tetapi tuan rumah bertahan disiplin dan tidak memberi ruang. Luis Henrique sempat melepaskan tendangan voli terkontrol yang berubah arah akibat defleksi, namun tetap bisa diamankan.
Marcus Thuram dan Francesco Pio Esposito juga mendapatkan peluang. Sundulan tipis Esposito bahkan harus ditepis keluar oleh Wladimiro Falcone dengan penyelamatan refleks yang menjaga gawang Lecce tetap aman.
Tujuh menit selepas turun minum, Inter sempat mengira sudah memecah kebuntuan. Federico Dimarco menyambar umpan silang rendah Thuram dan mengirim bola ke gawang. Namun setelah tinjauan VAR, gol tersebut dibatalkan karena Thuram lebih dulu berada dalam posisi offside.
Kebuntuan akhirnya pecah pada menit ke-75. Berawal dari situasi sepak pojok yang sempat dibuang setengah hati oleh pertahanan Lecce, Dimarco mengirim bola kembali ke kotak penalti. Mkhitaryan menyambutnya dengan tendangan voli kaki bagian dalam yang mengarah ke sudut bawah gawang.
Tujuh menit kemudian, Inter menggandakan keunggulan lewat pola serupa. Sepak pojok Dimarco kembali menjadi sumber ancaman dan Akanji naik paling tinggi untuk menyundul bola masuk. Gol tersebut memastikan perlawanan Lecce berakhir.
Dimarco Catat Rekor Assist
Assist untuk gol Akanji membuat Dimarco menorehkan catatan khusus. Ia menjadi bek pertama dalam 20 musim terakhir Serie A yang mampu mencatat setidaknya satu assist dalam lima penampilan beruntun, sejak musim 2006-07.
Kemenangan ini juga memperpanjang laju tandang Inter. Mereka kini memenangi sembilan laga tandang Serie A secara beruntun dan mencatat enam clean sheet berturut-turut di luar kandang. Dalam sejarah kompetisi kasta tertinggi Italia, Nerazzurri hanya sekali mencatat rentetan kemenangan tandang lebih panjang, yakni 11 laga antara Oktober 2006 hingga Maret 2007.
Secara statistik, Inter memang layak membawa pulang tiga poin. Mereka membukukan 2,15 expected goals dibandingkan 0,12 milik Lecce. Angka itu mencerminkan dominasi yang akhirnya berbuah hasil, sekaligus mempertegas posisi Inter di puncak klasemen dengan keunggulan 10 poin.
Biar nggak ketinggalan update terkini, yuk follow kami di Google News di sini!