Michael Carrick Ubah Formasi, Posisi Mason Mount di Manchester United Terancam!

Mason Mount menghadapi fase penentuan dalam kariernya di Manchester United. Gelandang berusia 27 tahun itu berpeluang kembali ke skuad akhir pekan ini saat Setan Merah menjamu Crystal Palace di Old Trafford, tetapi situasinya jauh berbeda dibanding awal musim.

Pada pertemuan pertama melawan Palace musim ini, Mount justru menjadi penentu kemenangan. Gol keduanya dalam laga tersebut membantu meredakan tekanan terhadap Ruben Amorim sekaligus menandai periode kebangkitannya.

Beberapa pekan berselang, ia kembali mencetak gol saat menghadapi Wolves. Total tiga gol dalam tujuh pertandingan menjadi catatan terbaiknya sejak didatangkan dari Chelsea dengan nilai transfer 55 juta pound atau sekitar Rp1,1 triliun pada 2023.

Namun momentum itu terhenti.

Perubahan Sistem, Perubahan Nasib

Pergantian pelatih dari Ruben Amorim ke Michael Carrick mengubah lanskap peran Mount di tim utama Manchester United. Di bawah Amorim, Bruno Fernandes bermain lebih dalam dan skema dua gelandang serang memberi ruang bagi Mount. Ia bahkan sempat menjadi starter dalam 10 pertandingan Premier League sebelum Amorim diberhentikan.

Kini Carrick menerapkan formasi 4-2-3-1 dengan satu gelandang serang murni. Pos tersebut kembali menjadi milik Bruno Fernandes. Praktis, jalur utama Mount tertutup.

Mount memang bisa dicoba bermain di sisi kiri, terutama karena Patrick Dorgu sedang cedera. Akan tetapi, posisi itu saat ini ditempati Matheus Cunha. Opsi lain adalah bermain lebih ke dalam mendampingi Casemiro, tetapi tempat tersebut sudah dipegang Kobbie Mainoo.

Faktanya, sejak Carrick mengambil alih, Mount baru bermain satu menit. Itu pun sebagai pemain pengganti di laga pertama sang pelatih, ketika golnya dianulir VAR. Selebihnya, ia belum benar-benar mendapat kesempatan.

Jika dinyatakan fit usai empat laga absen karena cedera, skenario paling realistis baginya akhir pekan ini adalah duduk di bangku cadangan dan berharap mendapat menit bermain di penghujung pertandingan.

Cedera yang Terus Menghantui

Masalah terbesar Mount di Old Trafford bukan hanya persaingan taktik, melainkan kebugaran. Musim ini saja ia sudah tiga kali absen karena cedera. Secara keseluruhan, sejak bergabung dengan Manchester United, ia telah tujuh kali menepi dan melewatkan 55 pertandingan.

Menariknya, sebelum kemenangan atas Fulham yang menjadi laga pertama yang ia lewatkan dalam periode cedera terbarunya, Carrick sempat ditanya mengenai peran Mount.

“Saya penggemar besar Mason. Dia punya banyak kualitas, sikap, dan kepribadian yang bagus,” kata Carrick. “Itulah alasan kami memiliki skuad. Pada waktu dan pertandingan tertentu, pemain tertentu akan bermain. Seiring musim berjalan, itu akan terlihat. Saya sangat menyukai Mason dan dia pemain penting bagi tim dan klub ini.”

Pernyataan itu menunjukkan kepercayaan, tetapi realitas di lapangan berbicara lain. Dengan struktur tim saat ini, mencari posisi ideal bagi Mount bukan perkara mudah.

Momen Penentuan

Situasi ini juga berdampak lebih luas. Saat Kobbie Mainoo mulai disebut dalam persaingan menuju skuad Inggris untuk Piala Dunia, peluang Mount untuk kembali bekerja sama dengan Thomas Tuchel tampak semakin menjauh.

Jadwal Manchester United dalam beberapa pekan ke depan relatif renggang. Jika kesempatan itu datang, Mount harus langsung memberi dampak. Dalam sistem Carrick yang lebih ketat secara posisi, tidak banyak ruang untuk eksperimen.

Bagi pemain yang didatangkan dengan nilai lebih dari Rp1 triliun, pembuktian tidak bisa terus ditunda. Musim masih berjalan, tetapi waktu untuk meyakinkan pelatih kian terbatas.

Biar nggak ketinggalan update terkini, yuk follow kami di Google News di sini!