
Bayern Munchen dilaporkan telah mengambil keputusan final terkait masa depan Nicolas Jackson. Penyerang asal Senegal itu tidak akan dipermanenkan setelah masa peminjamannya berakhir, menyusul kontribusi yang dinilai belum memenuhi ekspektasi di Allianz Arena.
Jackson bergabung dengan Bayern Munchen pada hari terakhir bursa transfer musim panas lalu. Kepindahan sementara itu terjadi setelah situasinya di Stamford Bridge memanas. Di bawah pelatih sebelumnya, Enzo Maresca, ia kehilangan tempat dan memilih mencari suasana baru di Bundesliga.
Namun, langkah tersebut belum menghasilkan perubahan signifikan dalam kariernya.
Opsi Permanen Gugur karena Minim Starter
Menurut laporan CF Bayern Insider, manajemen Bayern Munchen secara internal telah memutuskan untuk tidak mengaktifkan opsi pembelian permanen sang pemain dari Chelsea.
Dalam kesepakatan peminjaman itu terdapat klausul kewajiban beli senilai sekitar 56,2 juta poundsterling atau sekitar Rp1,1 triliun. Akan tetapi, klausul tersebut hanya berlaku jika Jackson mencatatkan 40 kali starter di semua kompetisi musim ini.
Faktanya, pemain berusia 24 tahun itu baru lima kali menjadi starter di Bundesliga dan dua kali di Liga Champions. Dari kesempatan tersebut, ia mencetak lima gol dan satu assist.
Minimnya kesempatan bermain tak lepas dari dominasi Harry Kane di lini depan tim asuhan Vincent Kompany. Meski Bayern tetap menunjukkan performa kuat di kompetisi domestik, Jackson kesulitan menembus susunan pemain utama.
Situasi ini memicu frustrasi. Ia beberapa kali hanya menjadi pemain cadangan yang tidak dimainkan, termasuk dalam pertandingan ketika hasil sudah hampir pasti.
Dengan kondisi tersebut, Bayern disebut tidak berniat membuka negosiasi baru setelah masa pinjaman berakhir pada Juni mendatang.
Tantangan Baru Menanti di Chelsea
Keputusan Bayern membuat masa depan Jackson kembali bergantung pada situasi di Chelsea. Meski Enzo Maresca sudah tidak lagi menangani tim, belum ada jaminan sang penyerang akan langsung mendapat tempat di bawah pelatih baru, Liam Rosenior.
Jackson masih terikat kontrak jangka panjang hingga 2031. Hal ini menjadi pertimbangan finansial penting bagi Chelsea jika ingin melepasnya secara permanen.
Laporan yang sama menyebut sejumlah klub dari Liga Pro Arab Saudi menunjukkan minat dan dinilai memiliki kapasitas finansial untuk merealisasikan transfer pemain yang didatangkan Chelsea seharga 32 juta poundsterling atau sekitar Rp640 miliar tersebut. Namun, belum diketahui apakah Jackson tertarik melanjutkan karier ke Timur Tengah.
Di sisi lain, peluang bertahan di Stamford Bridge belum sepenuhnya tertutup. Joao Pedro masih menjadi andalan di lini depan, sementara musim debut Liam Delap berjalan naik turun dan belum sepenuhnya meyakinkan.
Keputusan Bayern bukan sekadar akhir dari masa pinjaman. Situasi ini menempatkan Jackson pada titik penting dalam kariernya. Apakah ia mampu memanfaatkan kesempatan kedua di London barat, atau justru mencari tantangan baru, akan sangat ditentukan oleh langkah Chelsea pada bursa transfer berikutnya.
Biar nggak ketinggalan update terkini, yuk follow kami di Google News di sini!