Juventus Mau, Osimhen Udah Ngebet, Tapi Klausul Memisahkan Mereka!

Victor Osimhen disebut ingin bergabung dengan Juventus, tetapi klausul khusus dalam kontraknya membuat transfer itu praktis mustahil terjadi sebelum musim panas 2027. Situasi ini menempatkan Bianconeri dalam posisi menunggu, meski ketertarikan kedua belah pihak sudah terjalin cukup lama.

Penyerang asal Nigeria tersebut memang bukan nama baru dalam radar Juventus. Ketika masih menjabat Direktur Olahraga, Cristiano Giuntoli yang membawanya ke Italia pernah merancang reuni dengan mantan anak asuhnya itu di Turin. Namun Giuntoli keburu didepak sebelum sempat mengajukan langkah konkret.

Kini, dengan Luciano Spalletti memimpin proyek baru di Continassa, nama Osimhen kembali mengemuka sebagai target ideal untuk lini depan.

Saling Tertarik, Tapi Tertahan Klausul

Hubungan emosional Osimhen dengan lingkungan Juventus terlihat pada laga tengah pekan lalu. Dalam pertandingan yang berakhir dengan kelolosan Galatasaray ke babak 16 besar Liga Champions, Osimhen mencetak gol di babak tambahan waktu yang mengembalikan keunggulan wakil Turki atas Juventus secara agregat.

Menariknya, ia memilih tidak merayakan gol tersebut sebagai bentuk penghormatan kepada mantan pelatihnya di Napoli. Sikap itu memperkuat kesan bahwa ia masih memiliki kedekatan dengan sejumlah figur yang kini berkaitan dengan Juventus.

Di lapangan, Osimhen sempat terlibat adu argumen panas dengan Federico Gatti. Keduanya bahkan bersitegang sebelum akhirnya berpelukan saat peluit panjang dibunyikan. Momen tersebut memberi gambaran bahwa sang penyerang tetap dihormati di ruang ganti Juventus.

Jurnalis La Gazzetta dello Sport, Giovanni Albanese, melaporkan bahwa “godaan” antara Juventus dan Osimhen bukan sekadar spekulasi. Klub menginginkan sang striker, dan perasaan itu disebut berbalas.

Masalahnya bukan pada niat, melainkan pada kontrak.

Klausul Anti Serie A dari Napoli

Ketika Napoli melepas Osimhen secara permanen ke Galatasaray musim panas lalu, presiden Aurelio De Laurentiis menyisipkan klausul yang tak lazim. Ada pasal khusus yang menghalangi penjualan sang pemain ke klub Serie A dalam periode tertentu.

Jika Galatasaray menjual Osimhen ke klub Italia pada 2026, mereka wajib membayar penalti sebesar 70 juta euro kepada Napoli. Nilai tersebut setara sekitar Rp1,19 triliun dengan kurs saat ini.

Jumlah penalti itu akan turun menjadi 50 juta euro atau sekitar Rp850 miliar pada awal 2027. Klausul tersebut baru sepenuhnya kedaluwarsa pada 30 Juni 2027, setelah itu Galatasaray bebas melepas sang pemain ke klub mana pun tanpa konsekuensi tambahan.

Dengan kondisi tersebut, peluang Juventus mendatangkan Osimhen sebelum 2027 nyaris tidak realistis. Biaya penalti akan membuat operasi transfer menjadi terlalu mahal dan rumit.

Bagi Juventus, ini berarti rencana memperkuat lini depan dengan sosok yang sudah teruji di Italia harus ditunda. Bagi Osimhen, ketertarikan saja belum cukup. Waktu dan klausul kontrak menjadi penentu kapan reuni itu benar-benar bisa terjadi.

Biar nggak ketinggalan update terkini, yuk follow kami di Google News di sini!