
Penyerang sayap Real Madrid, Rodrygo Goes, mengungkapkan satu penyesalan terbesar dalam karier profesionalnya sejauh ini. Ia mengaku kecewa karena tidak pernah mendapat kesempatan bermain satu tim dengan Cristiano Ronaldo di Santiago Bernabeu.
Real Madrid dalam satu dekade terakhir dikenal memiliki lini depan tajam. Era Cristiano Ronaldo, Gareth Bale, dan Karim Benzema menjadi salah satu periode paling produktif dalam sejarah klub. Dominasi ketiganya membuat tongkat estafet generasi berikutnya terasa berat ketika akhirnya harus berpindah tangan.
Rodrygo dan Vinicius Junior menjadi wajah awal regenerasi tersebut, sebelum kemudian Kylian Mbappe bergabung memperkuat lini serang.
Impian Rodrygo yang Tak Pernah Terwujud
Dalam sebuah podcast, Rodrygo berbicara terbuka soal impian yang tidak pernah kesampaian itu. Baginya, bisa bermain bersama Cristiano Ronaldo adalah cita-cita yang sangat ia inginkan sejak kecil.
“Saya ingin bermain dengan Cristiano Ronaldo, tapi itu tidak terjadi,” kata Rodrygo.
Ia tidak menyembunyikan kekagumannya terhadap megabintang asal Portugal tersebut.
“Sayang sekali karena dia adalah panutan saya. Saya selalu mengaguminya,” lanjutnya.
Cristiano Ronaldo meninggalkan Real Madrid pada musim panas 2018 setelah sembilan musim penuh kesuksesan dan bergabung dengan Juventus. Pada saat itu, Rodrygo memang sudah mencapai kesepakatan transfer dari Santos ke Madrid pada Juni 2018. Namun situasinya belum memungkinkan untuk langsung bergabung.
Waktu yang Tidak Berpihak
Kesepakatan antara Real Madrid dan Santos tercapai hanya sebulan sebelum Ronaldo hengkang. Meski demikian, Rodrygo belum bisa pindah ke Spanyol karena faktor usia dan aturan prakontrak. Ia baru resmi bergabung pada Juli 2019, tepat satu tahun setelah kepergian idolanya.
Selisih waktu tersebut menjadi garis tipis yang menghalangi momen kebersamaan yang diimpikannya. Secara teknis, ia hampir saja satu tim dengan Ronaldo, tetapi kenyataannya mereka tidak pernah berbagi ruang ganti maupun lapangan.
Musim ini pun tidak sepenuhnya berjalan mulus bagi Rodrygo. Cedera dan keterbatasan menit bermain sempat memengaruhi konsistensinya. Kini, setelah kondisi fisiknya membaik, peluang untuk mendapatkan peran lebih besar kembali terbuka.
Pengakuan Rodrygo menunjukkan bahwa di balik tuntutan performa dan ekspektasi besar di Real Madrid, ada sisi personal yang jarang terlihat. Bagi pemain yang tumbuh dengan menyaksikan dominasi Ronaldo, kehilangan kesempatan bermain bersama sang legenda menjadi catatan yang akan selalu ia ingat dalam perjalanan kariernya.
Biar nggak ketinggalan update terkini, yuk follow kami di Google News di sini!