Timnas Putri Iran Hormat Militer Saat Lagu Kebangsaan di Tengah Ketegangan Timur Tengah

Tim nasional sepak bola putri Iran, menyanyikan sekaligus memberi salut militer ketika lagu kebangsaan mereka diputar sebelum pertandingan AFC Women’s Asian Cup melawan timnas putri Australia pada Kamis. Sikap ini berbeda dengan laga pembuka mereka sebelumnya, ketika para pemain memilih diam saat lagu kebangsaan diputar.

Meski pendekatannya berubah, hasil di lapangan tetap sama. Australia yang merupakan semifinalis Piala Dunia berhasil menang telak 4-0 atas Iran.

Pada pertandingan pertama yang berakhir dengan kekalahan 3-0 dari South Korea women’s national football team>, sikap diam para pemain Iran saat lagu kebangsaan diputar menimbulkan banyak spekulasi. Beberapa laporan menyebutnya sebagai bentuk perlawanan, sementara yang lain menilai itu sebagai tanda duka. Namun, tim Iran sendiri tidak pernah memberikan penjelasan resmi mengenai sikap tersebut.

Kekhawatiran Pemain di Tengah Konflik Timur Tengah

Menjelang laga melawan Australia, penyerang Iran Sara Didar terlihat menahan tangis saat menghadiri konferensi pers. Pemain berusia 21 tahun itu mengungkapkan kekhawatiran besar yang dirasakan para pemain dan staf tim terhadap keluarga serta orang-orang terdekat mereka yang berada di kawasan Timur Tengah, di tengah situasi perang yang sedang berlangsung.

Didar sendiri memulai pertandingan dari bangku cadangan saat laga berlangsung di tengah hujan deras di Gold Coast. Kota tersebut menjadi lokasi seluruh pertandingan Iran di Grup A turnamen ini.

Sementara itu, skuad Iran dan jajaran manajemen tim memilih tidak memberikan komentar terkait serangan militer maupun kabar wafatnya pemimpin tertinggi Iran, Ali Khamenei.

Pelatih kepala Marziyeh Jafari menegaskan bahwa sebagai atlet profesional, fokus utama tim saat ini adalah berkonsentrasi pada turnamen dan berusaha lolos ke Piala Dunia Wanita tahun depan.

Tim Iran sebenarnya sudah tiba di Australia jauh sebelum serangan militer oleh Israel dan United States terhadap Iran yang terjadi pada Sabtu lalu.

Mengingat Kembali Sikap Timnas Putra Iran di Piala Dunia 2022

Perubahan sikap tim Iran terhadap lagu kebangsaan di Australia mengingatkan pada apa yang dilakukan tim putra Iran men’s national football team pada 2022 FIFA World Cup di Qatar.

Saat pertandingan pembuka melawan England national football team, para pemain Iran tidak menyanyikan lagu kebangsaan mereka. Keputusan itu terjadi di tengah gejolak politik di dalam negeri yang membayangi awal turnamen.

Namun pada laga kedua melawan Wales national football team, para pemain Iran akhirnya ikut menyanyikan lagu kebangsaan dan merayakan dengan penuh emosi ketika berhasil mencetak gol.

Pada saat itu, Iran sedang dilanda gelombang protes besar yang dipicu oleh kematian Mahsa Amini, seorang perempuan berusia 22 tahun yang meninggal saat berada dalam tahanan polisi moral Iran.

Dukungan dari Suporter dan Demonstrasi di Luar Stadion

Pada pertandingan melawan Australia, sekitar 22.000 penonton hadir di Gold Coast Stadium, termasuk sejumlah suporter Iran yang datang memberikan dukungan langsung.

Namun di luar stadion, beberapa kelompok demonstran yang menentang pemerintahan Iran juga berkumpul sebelum pertandingan dimulai.

Salah satu warga Iran yang tinggal di Australia, Nasrin Vaziri, mengatakan kepada Australian Broadcasting Corporation bahwa ia datang ke stadion untuk mendukung para pemain.

Menurutnya, para pemain Iran tetap menunjukkan keberanian meskipun berada di bawah tekanan besar.

“Saya pikir mereka luar biasa karena tidak banyak memiliki kesempatan untuk bermain,” kata Vaziri.
“Mereka adalah orang-orang biasa yang tetap berjuang di bawah tekanan. Kami bangga pada mereka. Sebagai seorang perempuan, saya sangat bangga pada mereka.”

Peluang Iran Menuju Perempat Final

Setelah kembali menelan kekalahan telak, Iran kini menghadapi misi yang sangat berat. Mereka harus meraih kemenangan besar pada laga terakhir fase grup melawan Philippines women’s national football team pada Senin mendatang.

Hanya kemenangan dengan selisih besar yang dapat menjaga peluang Iran untuk melaju ke perempat final sekaligus mempertahankan kesempatan lolos ke FIFA Women’s World Cup 2027 yang akan digelar di Brazil.

Biar nggak ketinggalan update terkini, yuk follow kami di Google News di sini!