
Arsenal memastikan tempat di babak perempat final Piala FA setelah meraih kemenangan tipis 2-1 atas Mansfield Town dalam pertandingan yang berlangsung sengit.
Meski berstatus sebagai tim yang jauh lebih diunggulkan, skuad asuhan Mikel Arteta harus bekerja keras menghadapi perlawanan tim League One tersebut. Pertandingan berlangsung menarik karena kedua tim sama-sama menciptakan peluang sepanjang laga.
Gol pertama akhirnya tercipta pada menit ke-41 melalui aksi Noni Madueke. Berawal dari permainan rapi Gabriel Martinelli di sisi kiri, bola kemudian diarahkan kepada Madueke yang berdiri di tepi kotak penalti. Winger tersebut melepaskan tendangan melengkung dengan kaki kiri yang meluncur ke sudut atas gawang, membawa Arsenal unggul sebelum turun minum.
Sepanjang babak pertama, Mansfield juga beberapa kali menciptakan peluang berbahaya. Usaha mereka akhirnya membuahkan hasil tidak lama setelah babak kedua dimulai.
Pemain pengganti Will Evans memanfaatkan kesalahan di lini belakang Arsenal. Ia berhasil memotong umpan balik yang kurang sempurna dari Marli Salmon, kemudian melewati Yerson Mosquera sebelum menaklukkan kiper Kepa Arrizabalaga untuk menyamakan kedudukan pada menit ke-50.
Tim tuan rumah terus memberikan tekanan setelah gol tersebut. Namun Arsenal kembali unggul di pertengahan babak kedua berkat momen brilian dari Eberechi Eze.
Menerima umpan Christian Norgaard tepat di luar kotak penalti, Eze mengontrol bola terlebih dahulu sebelum melepaskan tembakan keras yang meluncur ke sudut atas gawang. Gol tersebut membuat Arsenal kembali memimpin dengan skor 2-1.
Setelah itu, Arsenal berusaha mengendalikan jalannya pertandingan hingga menit-menit akhir, sementara Mansfield terus berupaya mencari gol penyeimbang.
Peluang emas sempat datang bagi tuan rumah ketika Oliver Irow menanduk bola ke arah gawang. Namun Kepa Arrizabalaga berhasil mengamankan bola tersebut sehingga keunggulan Arsenal tetap terjaga hingga pertandingan berakhir.
Man of the Match: Max Dowman
Harus diakui bahwa ini bukan penampilan terbaik Arsenal secara keseluruhan. Jika melihat performa tim secara umum, mungkin penghargaan pemain terbaik justru lebih layak diberikan kepada pemain Mansfield. Namun bagi Arsenal, Max Dowman adalah sosok yang paling menonjol.
Dalam skema permainan yang terlihat cukup membingungkan dari Mikel Arteta dan stafnya, pemain muda asal Inggris itu mampu menari melewati para pemain bertahan lawan dan bermain dengan kepercayaan diri tinggi.
Kondisi lapangan yang kurang ideal juga tidak menghalanginya untuk menunjukkan kreativitas dan gaya bermainnya.
Dowman tampil jauh lebih menonjol dibandingkan pemain seperti Martinelli, Trossard, dan Madueke—tiga pemain yang jauh lebih berpengalaman darinya. Penampilan ini memperlihatkan bahwa Arsenal tampaknya memiliki talenta muda yang sangat berharga di tangan mereka.
Biar nggak ketinggalan update terkini, yuk follow kami di Google News di sini!