Harapan Timnas Irak Comeback ke Piala Dunia Setelah 40 Tahun Kini Terancam, Federasi Minta Tolong FIFA

Harapan tim nasional Irak untuk tampil di Piala Dunia 2026 terancam terganggu akibat konflik yang melibatkan Iran. Situasi perang dan penutupan wilayah udara membuat persiapan Irak menuju babak playoff kualifikasi menjadi kacau, bahkan sejumlah pemain hingga staf tidak dapat mengurus visa perjalanan.

Federasi Sepak Bola Irak pun secara terbuka meminta bantuan dari FIFA agar masalah ini tidak menggagalkan peluang mereka tampil di Piala Dunia untuk pertama kalinya dalam hampir 40 tahun.

Pelatih Irak Terjebak di UEA

Masalah logistik mulai muncul setelah wilayah udara di kawasan Timur Tengah ditutup akibat meningkatnya konflik. Akibatnya, pelatih kepala Irak, Graham Arnold, tidak bisa meninggalkan United Arab Emirates untuk bergabung dengan tim.

Dalam pernyataan resmi di media sosial, Federasi Sepak Bola Irak menjelaskan bahwa penutupan jalur penerbangan membuat staf pelatih tidak bisa melakukan perjalanan.

Selain itu, sejumlah kedutaan besar juga ditutup sementara. Kondisi ini membuat beberapa pemain profesional Irak serta staf teknis dan medis tidak dapat memperoleh visa masuk ke Mexico, tempat pertandingan playoff akan digelar.

Kendala Visa Karena Tak Ada Kedutaan Meksiko di Irak

Kementerian Luar Negeri Meksiko menjelaskan bahwa persoalan visa terjadi karena negara tersebut tidak memiliki kedutaan besar di Irak. Meski demikian, kedutaan Meksiko di Uni Emirat Arab telah menjalin komunikasi langsung dengan federasi Irak untuk mencari solusi.

Pemerintah Meksiko menyatakan visa sebenarnya dapat diproses di negara Eropa mana pun. Mereka juga meminta daftar lengkap rombongan tim Irak yang akan melakukan perjalanan agar proses penerbitan visa bisa dipercepat.

Playoff Penentuan di Monterrey

Irak dijadwalkan menjalani laga hidup-mati pada 31 Maret di Monterrey. Dalam pertandingan tersebut, mereka akan menghadapi pemenang duel antara Bolivia national football team dan Suriname national football team.

Laga ini menjadi kesempatan terakhir bagi Irak untuk mengamankan salah satu dari dua tiket tersisa menuju Piala Dunia 2026 yang akan digelar di tiga negara: United States, Mexico, dan Canada.

Federasi Irak menegaskan bahwa mereka terus berkomunikasi dengan FIFA terkait pengaturan partisipasi tim nasional dalam pertandingan tersebut. Organisasi sepak bola Asia, Asian Football Confederation, juga disebut telah mengetahui seluruh perkembangan situasi yang dihadapi Irak.

Skenario Jika Iran Mundur dari Turnamen

Situasi geopolitik juga membuka kemungkinan skenario lain. Jika Iran tidak dapat mengikuti turnamen karena konflik dengan Amerika Serikat dan Israel, maka ada peluang bagi tim lain untuk menggantikan posisi mereka.

Ketua Federasi Sepak Bola Iran, Mehdi Taj, bahkan mengakui bahwa situasi negaranya membuat mereka sulit menatap Piala Dunia dengan optimisme.

Jika Iran benar-benar mundur—meski saat ini masih sebatas spekulasi—maka Irak atau United Arab Emirates national football team berpotensi dipilih sebagai pengganti karena menempati peringkat kesembilan dan kesepuluh di zona Asia.

Namun regulasi hukum FIFA mengenai kasus seperti ini dinilai cukup samar dan memberi kewenangan besar kepada presiden FIFA, Gianni Infantino, untuk menentukan keputusan akhir.

Harapan Terbesar: Menang di Playoff

Terlepas dari berbagai kemungkinan tersebut, jalan paling pasti bagi Irak menuju Piala Dunia tetap melalui kemenangan di babak playoff akhir bulan ini.

Jika mampu mengatasi lawan mereka di Monterrey, mimpi tampil di Piala Dunia untuk pertama kalinya sejak 1986 akan kembali berada dalam jangkauan tim Singa Mesopotamia.

Biar nggak ketinggalan update terkini, yuk follow kami di Google News di sini!