Tottenham Tanpa Kemenangan Dalam 11 Laga Beruntun, Igor Tudor Masih Aman?

Tottenham Hotspur dilaporkan telah mengambil keputusan penting terkait masa depan pelatih sementara mereka, Igor Tudor, setelah kekalahan memalukan 2-5 dari Atletico Madrid di Liga Champions pada Rabu dini hari WIB.

Kekalahan telak tersebut memicu kemarahan dari banyak pendukung Tottenham. Penampilan buruk tim di markas Atletico di Madrid membuat sebagian suporter menyerukan agar Tudor segera angkat kaki. Dalam pertandingan yang berlangsung di ibu kota Spanyol itu, Spurs sudah tertinggal empat gol saat laga baru berjalan dalam 22 menit pertama.

Namun bagi Anda yang berharap terjadinya pemecatan, silahkan kecewa dulu, Meski tekanan tapaknya semakin besar, Tudor tampaknya masih akan tetap memimpin tim untuk sementara waktu.

Manajemen klub belum menunjukkan tanda-tanda akan mengambil langkah pemecatan dalam waktu dekat, walaupun kekalahan dari Atletico menjadi kekalahan keempat secara beruntun sejak pelatih asal Kroasia tersebut menggantikan Thomas Frank yang sebelumnya dipecat pada Februari lalu.

Igor Tudor Pada Akhirnya Akan Tinggalkan Klub

Tudor bahkan dijadwalkan menghadiri konferensi pers menjelang pertandingan Liga Inggris melawan Liverpool akhir pekan ini. Kehadirannya dalam agenda resmi klub tersebut mengindikasikan bahwa Tottenham belum memiliki rencana untuk segera mengakhiri masa tugasnya.

Sebelumnya diperkirakan bahwa klub London Utara itu akan membuat keputusan pada hari Rabu untuk memecat Tudor dari jabatannya di Stadion Tottenham Hotspur.

Menurut wartawan senior kami, Matius Gunadi Henoch, ia menyatakan keyakinannya bahwa Tudor akan menjadi pihak yang disalahkan atas hasil buruk tim.

“Tudor hampir pasti akan menjadi pihak yang dikorbankan. Saya yakin dia akan pergi tak lama lagi,” ujar Gunadi.

Rekor Buruk Tottenham Terus Bertambah

Kekalahan dari Atletico Madrid memperpanjang catatan buruk Tottenham di bawah asuhan Tudor. Sejak ia mengambil alih tim, Spurs telah menelan empat kekalahan berturut-turut, yang menjadi awal terburuk bagi seorang pelatih dalam sejarah klub tersebut.

Tidak hanya itu, kekalahan tersebut juga menandai enam kekalahan beruntun Tottenham di semua kompetisi. Ini merupakan pertama kalinya dalam sejarah klub mereka mengalami rentetan hasil negatif seperti itu.

BACA JUGA: Tottenham Empat Poin dari Zona Merah, Lebih Mengerikan dari The Gunners Tanpa Trofi?

Catatan tidak diinginkan lainnya juga terus bertambah. Tottenham belum meraih kemenangan di Liga Inggris sepanjang tahun 2026. Situasi tersebut membuat mereka mencatat rekor baru yang kurang membanggakan, yakni menjalani 11 pertandingan tanpa kemenangan di era Premier League, sesuatu yang belum pernah terjadi sebelumnya dalam sejarah klub berjuluk Lilywhites tersebut.

Keputusan Tudor Berakhir Kritik Keras

Selain hasil pertandingan, keputusan Tudor dalam memilih pemain juga menuai sorotan tajam. Pada laga melawan Atletico Madrid, ia memberikan kesempatan debut musim ini kepada Antonin Kinsky sebagai penjaga gawang utama di tengah atmosfer stadion yang sangat intens.

Pertandingan tersebut berlangsung di Stadion Riyadh Air Metropolitano yang dipenuhi suara keras pendukung tuan rumah. Namun, keputusan itu justru berujung kontroversi setelah Kinsky melakukan dua kesalahan besar di awal laga.

Setelah dua blunder tersebut, Tudor menarik Kinsky keluar pada menit ke-17. Keputusan itu menjadi bahan perdebatan karena sang pelatih terlihat tidak memberikan respons atau dukungan kepada kiper tersebut ketika ia berjalan meninggalkan lapangan.

Mantan penjaga gawang Tottenham, Joe Hart, yang menjadi analis dalam siaran pertandingan di TNT Sports, mengaku terkejut dengan situasi yang terjadi.

“Anda bisa melihat Tudor bahkan tidak memberikan pengakuan kepada penjaga gawangnya,” kata Hart. “Jika itu dianggap sebagai manajemen pemain yang baik, saya benar-benar tidak percaya.”

Biar nggak ketinggalan update terkini, yuk follow kami di Google News di sini!