Analisis Bagaimana Liverpool Membangun Ulang Lini Serang Tanpa Mohamed Salah

Gilabola.com – Juara Premier League, Liverpool, mengalami kesulitan sepanjang musim 2025-26. Dengan Mohamed Salah yang dipastikan hengkang pada akhir musim, masa depan lini serang tim berjuluk The Reds menjadi tanda tanya besar.

Pada bursa transfer musim panas sebelumnya, tim asuhan Arne Slot menggelontorkan dana hingga sekitar Rp8,9 triliun. Mereka bahkan memecahkan rekor transfer Inggris dua kali untuk merekrut Florian Wirtz serta memboyong striker Alexander Isak dari Newcastle United.

Kedua pemain tersebut diproyeksikan menjadi fondasi lini depan klub asal Merseyside dalam beberapa tahun ke depan. Namun, performa Wirtz di musim perdananya belum benar-benar konsisten, sementara Isak lebih sering absen karena cedera.

Di sektor sayap, The Reds melepas Luis Diaz ke Bayern Munich dengan nilai sekitar Rp1,3 triliun. Meski mendapatkan dana besar, mereka tidak mendatangkan pengganti langsung untuk posisi tersebut.

Dengan kondisi itu, jendela transfer musim panas 2026 diprediksi akan dimanfaatkan untuk memperkuat sektor sayap. Dua nama yang dikaitkan adalah Bradley Barcola dan Yan Diomande.

Bagaimana Bradley Barcola Bisa Menggantikan Luis Diaz?

Bradley Barcola pemain PSG
Bradley Barcola pemain PSG

Performa impresif Luis Diaz bersama raksasa Jerman musim ini sempat memunculkan kritik dari sejumlah analis seperti Micah Richards dan Jamie Carragher terhadap keputusan penjualannya.

Namun, meski dikenal pekerja keras di sisi kiri, pemain asal Kolombia tersebut kerap dinilai kurang produktif dalam hal kontribusi gol dan assist.

Musim lalu, ia sering dimainkan sebagai penyerang tengah dalam skema Slot. Walau sempat mencetak hat-trick ke gawang Bayer Leverkusen, ia juga mengalami periode paceklik gol yang cukup panjang, termasuk hanya mencetak satu gol dalam rentang awal Januari hingga awal April.

Secara keseluruhan, Diaz mencatatkan 17 gol dan lima assist dari 50 pertandingan musim 2024-25. Menariknya, jumlah assist tersebut justru menjadi yang tertinggi sepanjang kariernya bersama klub.

Sebagai perbandingan, Bradley Barcola tampil jauh lebih produktif bersama Paris Saint-Germain dengan torehan 21 gol dan 18 assist musim lalu. Bahkan di Liga Champions, ia menyumbang tiga gol dan empat assist dalam perjalanan timnya meraih gelar, sementara Diaz hanya mencatat tiga gol tanpa assist.

Meski statistik bukan satu-satunya tolok ukur, Diaz sering dibandingkan dengan Sadio Mane yang punya kontribusi besar dari sisi kiri pada era sebelumnya.

Di musim debutnya bersama Jurgen Klopp, Mane mencetak 13 gol dan tujuh assist, melampaui catatan assist terbaik Diaz dan menyamai jumlah gol terbaiknya di liga.

Dengan demikian, Barcola berpotensi menjadi peningkatan dari sisi kontribusi langsung terhadap gol, meskipun kemampuan duel satu lawan satu yang dimiliki Diaz mungkin perlu digantikan oleh pemain lain.

Bagaimana Yan Diomande Bisa Menggantikan Mohamed Salah?

Yan Diomande pemain RB Leipzig
Yan Diomande pemain RB Leipzig

Sejak bergabung dari AS Roma pada 2017, Mohamed Salah telah mencatat banyak rekor dan menjadi pencetak gol terbanyak ketiga sepanjang sejarah klub. Menggantikan sosoknya secara langsung jelas bukan hal mudah.

Namun, beban mencetak gol bisa dibagi dengan pemain seperti Isak dan Barcola, sementara tambahan winger kanan seperti Yan Diomande dapat memberikan dimensi baru dalam serangan.

Di usia 19 tahun, Diomande sudah menjadi salah satu talenta menonjol di Bundesliga. Ia mencatatkan 13 gol dan sembilan assist bersama Leipzig pada musim 2025-26, dengan rata-rata kontribusi gol setiap 112 menit.

Selain produktivitas, perannya di tim juga cukup penting. Ia sering menjadi pusat permainan dalam skema pelatih Ole Werner.

Statistik menunjukkan bahwa ia mencatat sekitar 65 sentuhan per 90 menit musim ini, lebih tinggi dibandingkan Barcola, Cody Gakpo, bahkan Salah sendiri.

Ia juga mencatat hampir 40 umpan per 90 menit, menunjukkan kemampuannya dalam mengatur alur serangan. Hal ini bisa menjadi nilai tambah bagi manajemen The Reds dalam mencari pengganti Salah.

Kemampuan dribbling Diomande juga sangat menonjol. Ia melakukan rata-rata 4,4 percobaan dribel sukses per 90 menit dengan tingkat keberhasilan 60 persen, lebih tinggi dibandingkan Diaz saat masih berseragam tim.

Opini

Menggantikan pemain seperti Salah dan Mane secara langsung hampir mustahil. Namun, kombinasi Diomande dan Barcola bisa menghadirkan keseimbangan baru di lini serang.

Diomande menawarkan kreativitas dan kontrol permainan, sementara Barcola memberikan ketajaman di depan gawang. Meski tidak identik dengan duo sebelumnya, keduanya berpotensi membentuk dinamika serangan baru dengan peran yang berbeda.

Ikuti Gilabola.com di Google News