Cuma Menang 4 Kali, Degradasi Burnley Disengaja? Jurnalis Bongkar Skandal Permainan Sistem

Gilabola.com – Seorang jurnalis melontarkan tuduhan keras terhadap sebuah klub yang dinilai “memanipulasi sistem”, sekaligus mengusulkan aturan baru agar situasi serupa tidak terulang di masa depan.

Burnley kembali mendapat sorotan setelah harus turun kasta lagi dari Premier League. Klub berjuluk The Clarets itu dipastikan terdegradasi usai kalah 0-1 di kandang dari Manchester City pada Rabu, 23 April WIB.

Setelah hasil tersebut, pelatih Scott Parker meninggalkan tim berdasarkan kesepakatan bersama. Posisi pelatih kemudian diisi sementara oleh Michael Jackson.

Laga pertamanya berakhir buruk dengan kekalahan 1-3, yang menjadi kekalahan ke-23 tim asal Lancashire tersebut musim ini di kasta tertinggi.

Padahal pada musim sebelumnya di Championship, Burnley tampil sangat dominan. Mereka mengumpulkan 100 poin, mencatatkan 30 clean sheet dalam 46 pertandingan, serta hanya kebobolan 16 gol.

Namun performa impresif itu tidak berlanjut saat naik level. Jurnalis talkSPORT, Alex Crook, mengkritik keras klub tersebut dan menilai mereka tidak benar-benar berniat bertahan di kasta tertinggi.

Menurutnya, performa Burnley sangat mengecewakan sepanjang musim.

Ia menyebut klub tersebut sebenarnya lebih pantas berada di divisi kedua, mengingat hasil yang jauh dari harapan.

Dengan hanya empat kemenangan dari 34 pertandingan serta puluhan kekalahan, performa mereka dinilai sangat buruk. Bahkan, jumlah kebobolan mereka lebih tinggi dibandingkan beberapa tim lain yang juga tampil kurang meyakinkan musim ini.

Crook juga menyoroti sejumlah keputusan transfer yang dianggap tidak masuk akal. Salah satunya adalah penjualan kiper utama James Trafford sebelum musim dimulai, padahal sang pemain berperan besar dalam kesuksesan musim sebelumnya.

Menurutnya, keputusan itu menunjukkan kurangnya keseriusan untuk bertahan di level tertinggi. Ia menilai tim yang benar-benar ingin bersaing tidak akan melepas pemain terbaik sebelum kompetisi dimulai.

Dalam beberapa tahun terakhir, Burnley memang sering mengalami promosi dan degradasi secara bergantian. Situasi ini membuat mereka berulang kali menerima parachute payment, yaitu dana kompensasi untuk membantu klub yang turun kasta menghadapi penurunan pendapatan.

Crook kemudian melanjutkan kritiknya dengan menuding klub tersebut memanfaatkan sistem tersebut.

Ia menilai Burnley tidak berusaha maksimal saat berada di liga tertinggi, lalu kembali turun dan menerima bantuan finansial, sebelum berpotensi naik lagi di musim berikutnya.

Sebagai solusi, ia mengusulkan aturan baru yang cukup ekstrem.

Menurutnya, jika sebuah klub terdegradasi dua kali dalam tiga musim, maka mereka seharusnya dilarang promosi selama lima tahun ke depan.

Musim ini, Burnley baru mengumpulkan 20 poin dengan empat kemenangan. Mereka masih menyisakan tiga pertandingan sebelum resmi kembali ke divisi kedua dan memulai proses pembangunan ulang tim untuk musim berikutnya.

Ikuti Gilabola.com di Google News