
Gilabola.com – Hasil imbang dramatis yang diraih Manchester City dengan skor 3-3 saat menghadapi Everton memberi keuntungan besar bagi Arsenal dalam perebutan gelar Premier League, dengan hanya beberapa laga tersisa musim ini.
Arsenal mendapatkan dorongan signifikan dalam perburuan gelar setelah Manchester City tertahan secara mengejutkan oleh Everton pada laga Senin malam WIB. Tim asuhan Pep Guardiola sempat tertinggal 1-3 sebelum akhirnya bangkit dan mengamankan satu poin.
Sementara itu, Arsenal meraih kemenangan meyakinkan 3-0 atas Fulham pada Sabtu lalu. Hasil tersebut membuat mereka unggul lima poin dari rival terdekatnya. Namun, lawannya masih memiliki satu pertandingan tunda melawan Crystal Palace yang akan digelar pada 13 Mei WIB.
Usai pertandingan di Merseyside, Guardiola mengakui bahwa peluang gelar kini tidak sepenuhnya berada dalam kendali timnya. Ia menyebut satu poin tetap lebih baik daripada kalah, meski kemenangan tentu lebih diharapkan.
Ia juga menyoroti sulitnya pertandingan, termasuk agresivitas lawan yang tinggi. Menurutnya, sebelumnya peluang juara masih berada dalam genggaman timnya dan Arsenal, namun kini situasinya telah berubah.
Setelah memainkan 35 pertandingan, Arsenal mengoleksi 76 poin dengan potensi maksimal mencapai 85 poin. Di sisi lain, Manchester City telah mengumpulkan 71 poin dari 34 laga dan masih memiliki satu pertandingan tersisa, sehingga maksimal bisa mencapai 83 poin.
Dengan hasil imbang tersebut, Manchester City tidak lagi mampu melampaui 83 poin meski menyapu bersih semua laga sisa. Artinya, Arsenal hanya membutuhkan tambahan tujuh poin dari tiga pertandingan terakhir untuk memastikan gelar. Jika mampu memenangkan seluruh laga tersebut, gelar juara akan menjadi milik mereka tanpa bergantung pada hasil tim pesaing.
Namun, persaingan belum sepenuhnya berakhir. Arsenal saat ini unggul selisih gol, tetapi margin tersebut cukup tipis. Mereka mencatatkan +41, sementara pesaingnya berada di angka +37.
Jika kedua tim mengakhiri musim dengan jumlah poin yang sama, Arsenal akan keluar sebagai juara. Meski demikian, selisih empat gol masih bisa berubah, apalagi lawannya masih memiliki satu pertandingan lebih banyak.
Dalam jadwal ke depan, Manchester City akan menghadapi Brentford, lalu bertanding di final Piala FA melawan Chelsea pada 16 Mei WIB. Setelah itu, mereka melawat ke markas Bournemouth pada 19 Mei WIB sebelum menutup musim dengan menjamu Aston Villa pada 24 Mei WIB. Mereka harus menjalani tiga pertandingan dalam enam hari.
Di sisi lain, Arsenal memiliki jadwal yang relatif lebih ringan. Fokus mereka terlebih dahulu tertuju pada leg kedua semifinal Liga Champions melawan Atletico Madrid pada Selasa malam WIB. Lima hari kemudian, mereka akan bertandang ke markas West Ham.
Delapan hari setelah itu, mereka menjamu Burnley sebelum menjalani laga terakhir musim ini di kandang Crystal Palace.
Secara keseluruhan, jadwal Arsenal dinilai lebih menguntungkan dibandingkan pesaingnya, yang tidak hanya memiliki satu pertandingan tambahan tetapi juga harus menjalani final Piala FA di antara laga-laga liga.
Ikuti Gilabola.com di Google News
