
Persaingan mendapatkan tanda tangan Djed Spence mendadak memanas pada bursa transfer musim panas. Bek sayap Tottenham Hotspur itu kini tak hanya masuk radar Everton, tetapi juga menarik minat Liverpool dan Newcastle United.
Situasi tersebut membuat posisi Tottenham semakin kuat dalam proses negosiasi. Klub asal London Utara itu dikabarkan hanya bersedia membuka pembicaraan jika ada tawaran minimal 40 juta poundsterling atau sekitar Rp887 miliar.
Tottenham Tak Terburu-buru Melepas Spence
Everton sebelumnya disebut berada di posisi terdepan untuk merekrut Spence. Namun situasinya berubah setelah penampilan bek berusia 25 tahun itu bersama tim nasional Inggris mencuri perhatian.
Aksi impresifnya di bawah arahan Thomas Tuchel membuat nilai jual Spence melonjak. Ia kini telah mengoleksi 12 penampilan bersama tim senior Inggris, sesuatu yang ikut meningkatkan daya tariknya di bursa transfer.
Direktur teknik Tottenham, Johan Lange, berada dalam posisi yang menguntungkan. Spence masih terikat kontrak hingga Juni 2029 sehingga Spurs tidak berada di bawah tekanan untuk segera menjual sang pemain.
Everton sempat diyakini ingin mengajukan tawaran sekitar 25 juta poundsterling. Namun laporan terbaru menyebut Tottenham akan menolak semua proposal di bawah 40 juta poundsterling.
Liverpool dan Newcastle Punya Alasan Berbeda
Newcastle melihat Spence sebagai sosok yang cocok untuk permainan cepat dan intensitas tinggi yang diterapkan Eddie Howe. Kecepatan serta kemampuannya menyisir sisi kanan dinilai sesuai dengan kebutuhan The Magpies.
Di sisi lain, Liverpool menganggap Spence bisa menjadi pelapis berkualitas untuk menghadapi padatnya jadwal kompetisi domestik maupun Eropa. Fleksibilitasnya menjadi salah satu nilai tambah.
Pada musim 2025/2026, Spence tampil dalam 30 pertandingan Premier League. Sebanyak 23 di antaranya dijalani sebagai starter dengan total waktu bermain lebih dari 2.050 menit. Ia juga memenangi 59 persen duel udara sepanjang musim.
Jadikan Gilabola.com sumber berita pilihan anda!
Meski tidak mencetak gol maupun assist di liga, kontribusinya dinilai tidak hanya tercermin dari statistik. Kemampuan fisik dan agresivitasnya saat menghadapi pemain sayap lawan menjadi aspek yang paling menonjol.
Hal itu kembali terlihat ketika Inggris mengalahkan Norwegia 2-1. Masuk sebagai pemain pengganti selama 34 menit, Spence mencatatkan 16 operan akurat, beberapa kali melakukan tusukan dari sisi lapangan, serta membukukan tiga tekel penting untuk membantu timnya mengamankan kemenangan.
Masa Depan Spence Masih Terbuka
Laporan tersebut menyebut Spence memiliki kualitas untuk bersaing di level tertinggi sepak bola Inggris. Namun, peluang meninggalkan Tottenham juga dinilai cukup masuk akal demi mendapatkan peran yang lebih besar.
Everton menawarkan kesempatan bermain secara reguler setiap pekan. Liverpool menjanjikan pengalaman tampil di Liga Champions, sedangkan Newcastle membawa proyek jangka panjang yang ambisius.
Dengan banyaknya peminat dan kontrak yang masih panjang, Tottenham kini berada di posisi ideal untuk mempertahankan harga tinggi sang bek.
Tottenham berada dalam posisi tawar yang sangat kuat. Harga sekitar Rp887 miliar memang tergolong tinggi untuk pemain yang belum menghasilkan gol atau assist di Premier League musim lalu.
Namun, kontrak jangka panjang dan penampilan Spence bersama timnas Inggris membuat Spurs tidak memiliki alasan untuk menjualnya dengan harga lebih rendah.
Kini keputusan ada di tangan klub-klub peminat, apakah siap memenuhi valuasi tersebut atau mencari alternatif lain.
