Liverpool mulai bergerak agresif untuk memperkuat skuad. Ronald Araujo sudah menjalani tes medis di Inggris dan semakin dekat bergabung dari Barcelona dengan status pinjaman yang disertai opsi pembelian.
Bek Uruguay berusia 27 tahun itu menjadi tambahan penting bagi lini belakang Liverpool yang sedang tipis. Namun, kabar positif tersebut datang bersamaan dengan persoalan lain. Upaya The Reds mencari pengganti Mohamed Salah terbentur harga tinggi yang dipasang Paris Saint-Germain untuk Bradley Barcola.
Ronald Araujo Segera Merapat
Araujo diproyeksikan menjadi solusi berpengalaman di lini pertahanan Liverpool. Ia bisa bermain sebagai bek tengah maupun bek kanan.
Bek Uruguay itu masih terikat kontrak dengan Barcelona hingga 2031 dan sudah mencatat lebih dari 200 penampilan sejak menembus tim utama klub pada 2019.
Kesepakatan yang sedang dikejar Liverpool berupa peminjaman dengan opsi pembelian sekitar Rp963 miliar. Araujo bahkan telah menjalani tes medis di Inggris pada akhir pekan.
Kehadirannya cukup dibutuhkan. Virgil van Dijk menjadi satu-satunya bek tengah senior Liverpool yang berada dalam kondisi fit, setelah Joe Gomez mengalami cedera dan Ibrahima Konate pindah ke Real Madrid.
Liverpool juga belum bisa sepenuhnya mengandalkan pemain muda Jeremy Jacquet yang baru berusia 21 tahun. Bahkan, dalam laga melawan Monaco, pemain berusia 18 tahun Ifeanyi Ndukwe dipercaya tampil bersama Van Dijk di jantung pertahanan.
Situasi tersebut membuat Araujo bukan sekadar tambahan jumlah pemain. Ia membawa pengalaman yang dibutuhkan Liverpool.
Musim lalu, Araujo hanya mendapat 11 kali kesempatan menjadi starter bersama Barcelona. Liverpool melihat fleksibilitas posisinya sebagai nilai tambah lain.
Jadikan Gilabola.com sumber berita pilihan anda!
Darwin Nunez, mantan striker Liverpool sekaligus rekan senegara Araujo, sudah menyambut kepindahan tersebut melalui X.
Nunez mendoakan yang terbaik untuk Araujo dan menyebut atmosfer serta dukungan suporter Liverpool sebagai sesuatu yang istimewa.
PSG Pasang Harga Tinggi untuk Barcola
Masalah Liverpool muncul ketika pembicaraan mengenai pemain depan masuk ke nama Bradley Barcola.
Menurut laporan Sky Sports yang dikutip sumber, terdapat perbedaan besar antara ekspektasi Liverpool dan Paris Saint-Germain. Klub asal Prancis itu menilai winger berusia 23 tahun tersebut sekitar Rp2,96 triliun.
Angka tersebut membuat Liverpool kesulitan bergerak meski Barcola dikabarkan tertarik dengan peluang pindah.
Barcola sebenarnya menjadi kandidat ideal untuk mengisi posisi yang ditinggalkan Mohamed Salah. Namun, harga yang ditetapkan PSG membuat transfer itu jauh lebih rumit.
Liverpool pun dilaporkan mengeksplorasi opsi lain, termasuk Ibrahim Mbaye.
Winger kanan berusia 18 tahun itu sudah menjalani debut bersama tim senior PSG ketika baru berusia 16 tahun. Ia juga tercatat sebagai pemain Afrika termuda yang mencetak gol di Piala Dunia setelah mencetak gol untuk Senegal melawan Prancis.
Liverpool kini menghadapi situasi berbeda di dua sektor. Di belakang, mereka semakin dekat mendapatkan pemain berpengalaman. Di lini depan, pencarian pengganti Salah justru berpotensi terganjal harga.
Debut Anfield Iraola Berakhir Mengecewakan
Kabar transfer tersebut muncul ketika Andoni Iraola mulai merasakan tekanan ekspektasi sebagai pelatih baru Liverpool.
Laga pertamanya di depan publik Anfield tidak berakhir sesuai harapan. Liverpool kalah 3-2 dari Monaco setelah sempat unggul dua gol.
Hasil tersebut juga memperpanjang persoalan yang sama dari pertandingan sebelumnya. Liverpool kembali kehilangan keunggulan setelah melakukan banyak pergantian pemain.
Iraola mengakui timnya belum mampu mempertahankan level permainan selama 90 menit.
Menurutnya, Liverpool tampil bagus pada babak pertama, terutama selama 30 menit awal. Namun setelah perubahan pemain dilakukan, intensitas permainan mulai turun.
“Kami bermain bagus di babak pertama, terutama 30 menit pertama,” kata Iraola kepada LFC TV.
Ia juga menilai Monaco memang pantas membalikkan keadaan.
Liverpool sebelumnya memenangi dua laga pramusim pertama. Namun, dalam dua pertandingan terakhir mereka gagal menjaga performa di sepanjang pertandingan.
Bagi Iraola, persoalan tersebut menjadi pekerjaan rumah sebelum musim dimulai.


