BerandaInternasionalSkandal Dugaan Suap Seksual Sepakbola Korea Merembet...

Skandal Dugaan Suap Seksual Sepakbola Korea Merembet ke Jepang, 4 Wasit Diselidiki

Skandal dugaan suap seksual yang melibatkan Korea Football Association (KFA) kini melebar ke Jepang. Japan Football Association (JFA) membuka penyelidikan terhadap empat wasit Jepang yang disebut masuk dalam daftar penerima hiburan dalam kasus tersebut.

Kabar itu dikonfirmasi JFA pada Minggu. Kyodo News melaporkan federasi sepak bola Jepang sedang memeriksa keempat pejabat pertandingan tersebut dan berencana mengungkap hasil penyelidikan setelah proses investigasi selesai.

Audit 2016 Kembali Menjadi Sorotan

Kasus ini berawal dari audit Kementerian Kebudayaan, Olahraga, dan Pariwisata Korea Selatan pada 2016. Temuan lama tersebut kembali mencuat bulan ini setelah laporan JTBC pada 6 Agustus.

Dalam audit itu disebutkan KFA menggunakan kartu kredit perusahaan sebanyak delapan kali untuk membayar hiburan di tempat pijat bagi sekitar 10 wasit dan komisaris pertandingan asing.

Pengeluaran tersebut berkaitan dengan tujuh pertandingan yang dimainkan di Korea Selatan antara Maret 2011 hingga Maret 2012. Rinciannya mencakup tiga laga kualifikasi Piala Dunia dan Olimpiade serta empat pertandingan persahabatan.

Tim nasional Korea Selatan mencatat lima kemenangan, dua hasil imbang, dan tidak terkalahkan dalam tujuh pertandingan tersebut.

Catatan itu kemudian memunculkan spekulasi bahwa hasil pertandingan mungkin telah dipengaruhi. Namun, pejabat Korea Selatan membantah dugaan tersebut.

Yang menjadi masalah bukan hanya soal hasil pertandingan. KFA kini harus menjelaskan bagaimana penggunaan dana organisasi untuk hiburan para pejabat pertandingan bisa terjadi.

Empat Wasit Jepang Diperiksa

Perkembangan terbaru datang dari Jepang. JFA memastikan empat wasit Jepang yang disebut-sebut terkait kasus tersebut sedang diperiksa.

Jadikan Gilabola.com sumber berita pilihan anda!

Media Jepang juga telah mempublikasikan identitas dua wasit yang disebut pernah memimpin pertandingan yang menjadi bagian dari audit.

Salah satunya kini bekerja sebagai manajer wasit JFA yang bertugas mengawasi para ofisial pertandingan J-League. Wasit lainnya pernah memimpin tim beranggotakan empat ofisial asal Jepang ketika Korea Selatan menang atas Kuwait dalam laga kualifikasi Piala Dunia 2012.

Audit KFA menyebut pertandingan melawan Kuwait tersebut termasuk laga yang berkaitan dengan hiburan bagi dua wasit.

Namun ada satu hal penting yang perlu dipisahkan. Disebut bertugas dalam pertandingan yang masuk dalam audit tidak otomatis membuktikan seorang wasit secara pribadi menerima hiburan tersebut.

Karena itu, penyelidikan JFA menjadi penting untuk mengetahui sejauh mana keterlibatan masing-masing individu.

KFA Sudah Minta Maaf

Tekanan terhadap KFA meningkat setelah isu tersebut kembali mencuat. Federasi Korea Selatan menyampaikan permintaan maaf pada Sabtu.

KFA mengatakan mereka menyesalkan kekecewaan dan kekhawatiran yang muncul akibat berbagai persoalan serta kontroversi yang sedang menerpa organisasi.

Federasi juga menyatakan tidak membenarkan tindakan yang terjadi pada masa lalu dan berjanji melakukan reformasi besar untuk mengembalikan transparansi.

Permintaan maaf tersebut muncul ketika KFA juga menghadapi tekanan dari sidang parlemen terkait tata kelola organisasi. Pekan lalu, polisi bahkan menggeledah kantor KFA dalam penyelidikan terpisah yang berkaitan dengan perekrutan Hong Myung-bo sebagai pelatih tim nasional pada 2024.

Artinya, kasus dugaan hiburan bagi wasit bukan satu-satunya persoalan yang sedang dihadapi federasi Korea Selatan.

Peluang Sanksi FIFA Kecil Terjadi

Kasus ini juga memunculkan pertanyaan mengenai kemungkinan sanksi dari FIFA. International Business Times UK sebelumnya mengangkat kemungkinan tersebut sekaligus mendorong adanya reformasi tata kelola.

Namun, peluang hukuman formal dinilai kecil.

Kode etik FIFA pada umumnya menetapkan batas waktu penanganan pelanggaran sekitar lima hingga 10 tahun. Kasus yang sedang diperiksa berkaitan dengan kejadian pada 2011 hingga 2012, sehingga waktunya sudah cukup lama.

Dugaan tersebut juga kemungkinan tidak masuk dalam kategori pelanggaran seksual atau eksploitasi yang memiliki ketentuan batas waktu berbeda dan tidak terbatas.

Sebagian besar wasit yang disebut dalam kasus ini pun sudah pensiun. Selain itu, penyelidikan pidana terkait kasus tersebut di Korea Selatan sebelumnya telah dihentikan karena kurangnya bukti.

BERITA TERKAIT

Bayu Indrajati
Bayu Indrajatihttps://gilabola.com/author/bayu/
Bayu Indrajati, adalah seorang penulis olahraga yang berdedikasi untuk menghubungkan penggemar sepak bola dengan dunia yang penuh aksi. Dengan pengalaman 25 tahun meliput pertandingan-pertandingan di Eropa dan Indonesia, ia menghadirkan cerita-cerita inspiratif dan seru.

TERKINI