
Jude Bellingham kembali menunjukkan versi terbaiknya. Gelandang Inggris itu tampil dominan saat Real Madrid mengalahkan Málaga 4-1, mencetak gol spektakuler sekaligus ikut memaksa lahirnya gol bunuh diri.
Bellingham bukan cuma menentukan skor. Sepanjang pertandingan, ia aktif merebut bola, membawa permainan melewati garis pertahanan Málaga, hingga muncul berulang kali di sekitar kotak penalti.
Performa itu terasa seperti pengingat bahwa ketika Bellingham mendapat kebebasan, pengaruhnya terhadap permainan Madrid bisa sangat besar.
Satu gol spektakuler, satu gol bunuh diri
Bellingham membuka keunggulan Madrid lewat aksi individu yang mengesankan.
Menerima bola sekitar 35 meter dari gawang, ia langsung melaju ke depan, melewati tiga pemain Málaga sebelum menyelesaikan peluang dengan tembakan keras.
Tujuh menit kemudian, Bellingham kembali terlibat dalam terciptanya gol kedua. Ia tidak menyerah dalam perebutan bola dan terus mengejar situasi tersebut sampai akhirnya memaksa pemain Málaga mencetak gol bunuh diri.
Dua momen itu menjadi gambaran sederhana tentang penampilan Bellingham malam itu. Agresif, aktif dan sulit dihentikan.
Catatan statistiknya juga mendukung gambaran tersebut. Ia membuat satu gol dari lima tembakan, satu umpan kunci, enam kali membawa bola secara progresif dan lima kali merebut kembali penguasaan bola.
Akurasi umpannya mencapai 94,7 persen. Ia juga memenangi enam dari tujuh duel darat, menyelesaikan empat dari lima umpan panjang, melakukan dua tekel dan dilanggar tiga kali.
Nilai open-play expected threat (xT) miliknya mencapai 0,174.
Angka-angka itu memang bagus. Tetapi pengaruh Bellingham terlihat lebih jelas dari pergerakannya di lapangan.
Mourinho mengubah cara Bellingham bermain
Sebelum pertandingan, José Mourinho sudah menggambarkan Bellingham sebagai pemain dengan kemampuan yang sangat lengkap.
“He is a unique and extremely important player for the team,” kata Mourinho.
Pelatih asal Portugal itu juga menilai Bellingham memiliki kemampuan fisik, mental dan taktik yang beragam. Ia bisa merebut bola, melakukan pressing, mencetak gol dan memenangkan duel udara.
Melawan Málaga, hampir semua kualitas tersebut muncul.
Yang menarik adalah bagaimana Mourinho memanfaatkan Bellingham. Dalam sistem 4-2-3-1, sang gelandang dimainkan lebih menyerang. Ia diberi kebebasan untuk memengaruhi berbagai area tanpa terus-menerus ditarik terlalu dalam.
Mourinho sebelumnya menilai Bellingham terlalu sering diminta bertahan jauh, bahkan seperti bek kiri kedua.
“Saya sepakat dengannya bahwa saya tidak ingin melihat Jude bertahan hampir seperti bek kiri kedua, sesuatu yang sering saya lihat,” ujar Mourinho.
Menurut Mourinho, Madrid kini mengatur permainan dengan cara berbeda sehingga Bellingham tahu apa yang harus dilakukan dan merasa lebih nyaman.
Bellingham sendiri merasakan perubahan tersebut.
“Now I play with a bit more freedom, with the liberty to move further up or down the pitch, depending on our needs,” ujar Bellingham kepada Real Madrid TV.
Ia mengaku menikmati peran itu dan merasa kebebasan tersebut menjadi salah satu alasan dirinya tampil bagus.
Bellingham kembali jadi pusat permainan Madrid
Tiga pertandingan La Liga sudah dimainkan dan Bellingham mengoleksi dua gol serta dua assist. Ia juga terlibat langsung dalam terciptanya satu gol lainnya dan sempat mengenai tiang gawang.
Menurut Opta, empat kontribusi gol langsung tersebut membuatnya sejajar dengan pemain yang memiliki jumlah kontribusi gol terbanyak di La Liga musim ini.
Bellingham juga menjadi pemain Real Madrid pertama yang mencatat sedikitnya empat kontribusi gol dalam tiga pertandingan awal musim liga sejak dirinya sendiri melakukannya pada 2023, ketika baru bergabung dengan Madrid dan mencatat empat gol serta satu assist.
Ia kini terlibat dalam gol pada empat penampilan liga secara beruntun. Itu merupakan catatan terbaiknya sejak mencatat rangkaian lima pertandingan pada Desember 2024.
Ada perubahan besar dalam cara Bellingham memengaruhi permainan.
Ia tetap bekerja keras ketika Madrid kehilangan bola. Lima kali merebut kembali penguasaan bola saat melawan Málaga dan memenangi enam dari tujuh duel darat menunjukkan bahwa tugas defensifnya tidak hilang.
Bedanya, kini pekerjaan itu tidak membuatnya terlalu lama berada di posisi yang jauh dari area berbahaya.
Bellingham bisa merebut bola, melakukan pressing, membawa bola melewati garis pertahanan, menciptakan peluang dan kemudian muncul di kotak penalti.
Itulah paket lengkap yang membuat Mourinho begitu percaya kepadanya.
“Bellingham is very demanding of himself and others,” kata Mourinho setelah pertandingan. “This is something I like very much.”
“Hey Jude” kembali terdengar di Bernabéu
Bellingham sebenarnya sudah pernah membuat awal luar biasa di Real Madrid. Namun masalah cedera, terutama persoalan bahu yang berlangsung cukup lama, membuatnya kesulitan mempertahankan level tersebut secara konsisten.
Kini kondisinya sehat. Perannya juga terasa lebih cocok dengan karakter permainannya.
Dalam tiga pertandingan liga, Bellingham termasuk pemain Madrid yang menonjol dalam perebutan kembali bola, penciptaan peluang, umpan sukses di wilayah lawan dan dribel yang berhasil.
Ia bukan hanya gelandang yang menunggu bola. Bellingham bisa membawa Madrid maju, memecah lini pertahanan, memenangkan duel dan ikut menyelesaikan serangan.
Tiga pertandingan tentu baru awal musim. Namun performanya melawan Málaga memberi gambaran yang cukup jelas.
