Alasan Barcelona Datangkan Gabriel Jesus, Striker yang Jadi Momok Los Blancos

Barcelona akhirnya mengambil langkah yang cukup mengejutkan di bursa transfer. Setelah lama mengejar Julian Alvarez, klub Catalan itu justru berbelok dan memilih Gabriel Jesus sebagai opsi baru di lini depan.

Negosiasi dengan Atletico Madrid untuk Alvarez tak kunjung menemukan jalan keluar. Sikap Atletico malah semakin keras, sehingga Barcelona harus mengubah rencana.

Keputusan tersebut juga berkaitan dengan kebutuhan Barcelona untuk memiliki penyerang tengah yang lebih berpengalaman. Setelah berpisah dengan Robert Lewandowski dan Ferran Torres, mereka berisiko menjalani musim tanpa penyerang nomor 9 yang sudah teruji.

Barcelona melihat Jesus sebagai peluang pasar yang sulit dilewatkan. Nilai transfer sekitar Rp189,8 miliar membuat risiko finansial klub relatif terbatas.

Ada satu fakta lain yang mungkin ikut membuat Barcelona percaya diri. Jesus punya catatan cukup bagus ketika menghadapi Real Madrid.

Rekor Apik Gabriel Jesus Lawan Real Madrid

Selama memperkuat Manchester City, Gabriel Jesus empat kali berhadapan dengan Real Madrid. Catatannya cukup impresif.

StatistikGabriel Jesus
Penampilan4
Gol3
Assist1
Menit per gol113,7
Menang3 kali (75%)

Pertemuan pertama Jesus dengan Madrid terjadi pada Februari 2020. Manchester City sempat tertinggal setelah Isco mencetak gol, tetapi pasukan Pep Guardiola bangkit dan menang 2-1 di Santiago Bernabeu.

Jesus menjadi pencetak gol penyama kedudukan. Ia menyundul umpan silang Kevin De Bruyne untuk membuat skor kembali imbang.

Dapatkan berita terupdate dari Gilabola.com di Google News. Tambahkan sebagai sumber pilihan

Leg kedua baru berlangsung pada Agustus akibat pandemi COVID-19. Kali ini pertandingan dimainkan di Etihad Stadium tanpa penonton.

Jesus kembali memainkan peran penting.

Ia lebih dulu merebut bola dari Raphäel Varane dan memberikan umpan kepada Raheem Sterling yang kemudian membuka skor. Jesus lalu memanfaatkan kesalahan Varane lainnya. Bola hasil umpan balik sang bek Prancis yang buruk berhasil ia kejar sebelum diselesaikan melewati Thibaut Courtois.

Dua tahun kemudian, Jesus kembali bertemu Madrid di semifinal Liga Champions 2021-22.

Ia mencetak gol kedua Manchester City dalam laga pertama yang berakhir 4-3. Namun, Madrid membalas pada leg kedua. Rodrygo mencetak dua gol di penghujung pertandingan dan membawa laga ke perpanjangan waktu.

Karim Benzema kemudian memastikan kemenangan Madrid melalui penalti.

Bagi Jesus, itu menjadi kekalahan pertamanya dari Los Blancos. Ia ditarik keluar setelah bermain selama 78 menit.

Barcelona Berharap Gabriel Jesus Kembali ke Level Terbaik

Gabriel Jesus pemain Barcelona

Barcelona melihat Jesus bukan sekadar sebagai penyerang tengah. Gaya bermainnya dianggap cocok dengan pendekatan Hansi Flick.

Jesus merupakan penyerang yang cukup fleksibel. Ia bisa turun lebih dalam, membantu menciptakan ruang, berputar dengan cepat, dan membuka pertahanan lawan. Karakternya juga agresif ketika berada di kotak penalti.

Namun, ada persoalan besar yang tidak bisa diabaikan: kebugaran.

Sejak mengalami cedera lutut serius pada Piala Dunia 2022, pengaruh Jesus di Arsenal mulai menurun. Dalam dua musim terakhir, ia hanya tampil sebagai starter dalam sembilan pertandingan liga akibat masalah cedera.

Bahkan dalam kampanye Arsenal yang berakhir dengan gelar, Jesus berstatus penyerang tengah pilihan ketiga.

Cedera lutut tersebut juga membuat ledakan fisik yang pernah menjadi salah satu kekuatannya tak lagi sama. Arsenal pun tidak bisa terlalu sering mengandalkannya setelah ia pulih dari cedera ACL.

Barcelona sekarang mengambil risiko yang berbeda.

Mereka mendapatkan pemain berpengalaman dengan biaya yang relatif terjangkau. Jika Jesus mampu menjaga kondisi lututnya, Barcelona berpeluang mendapatkan kembali versi terbaik sang striker.