Liverpool mengawali perjalanan mereka di Liga Champions dengan kemenangan 2-1 atas Atletico Madrid. Sempat dikejutkan gol Marcos Llorente, The Reds bangkit sebelum jeda dan membalikkan keadaan lewat Dominik Szoboszlai serta Alexis Mac Allister.
Llorente kembali menjadi mimpi buruk Liverpool di Anfield. Gelandang Atletico itu mencetak gol pada menit ke-17 setelah melepaskan diri dari kawalan Milos Kerkez, sekaligus memperpanjang catatan apiknya di stadion tersebut.
Namun Liverpool tidak membiarkan Atletico membawa keunggulan sampai turun minum. Ronald Araujo memberikan umpan tumit cerdas yang kemudian diselesaikan Szoboszlai dari jarak dekat.
Mac Allister lalu menjadi pembeda di awal babak kedua. Pemain asal Argentina itu melepaskan tembakan first-time spektakuler dari tepi kotak penalti untuk membawa Liverpool berbalik unggul 2-1.
Kemenangan tersebut membuat tim Andoni Iraola berada di posisi kesembilan bersama sejumlah tim lain yang sama-sama mengawali kompetisi dengan sempurna.
Mac Allister Menjawab Keraguan Dengan Aksi!
Ada cerita lain yang ikut mengiringi penampilan Mac Allister. Gelandang berusia 27 tahun itu sebelumnya mengungkapkan kekecewaannya kepada media karena belum mendapat tawaran kontrak baru dari Liverpool.
Situasinya berbeda dengan Ryan Gravenberch dan Dominik Szoboszlai yang telah mendapatkan kesepakatan dengan perbaikan kontrak. Masa kerja Mac Allister sendiri saat ini masih berlaku hingga musim panas 2028.
Karena itu, laga melawan Atletico menjadi kesempatan bagus bagi sang gelandang untuk memberikan jawaban lewat permainan, bukan sekadar pernyataan di depan media.
Dan dia melakukannya.
Jadikan Gilabola.com sumber berita pilihan Anda!
Gol indah pada awal babak kedua memang menjadi momen paling mencolok, tetapi penampilan Mac Allister secara keseluruhan juga menunjukkan kualitas yang perlahan kembali terlihat sejak awal musim baru.
Menghadapi Atletico yang tampil keras dan disiplin, pemain internasional Argentina itu tetap mampu memberikan pengaruh di lini tengah. Saat ditarik keluar pada menit ke-69 untuk memberi tempat kepada Gravenberch, ia bahkan mendapat standing ovation dari pendukung Liverpool.
Pesannya cukup jelas. Jika performa seperti ini terus berlanjut, alasan Liverpool untuk mempertahankan Mac Allister akan semakin kuat.
Iraola dan Pelajaran Berharga dari Atletico
Atletico Madrid datang dengan pendekatan yang tidak biasa. Diego Simeone mengejutkan Liverpool dengan menggunakan formasi 3-5-2 sejak awal pertandingan.
Perubahan itu langsung memberikan hasil. Llorente mencetak gol pada menit ke-17 dan kembali menunjukkan mengapa Anfield terasa begitu bersahabat baginya.
Pemain Atletico tersebut kini telah mencetak lima gol dalam tiga pertandingan di stadion Liverpool sejak 2020. Bahkan, ada alasan personal di balik kedekatannya dengan Anfield karena ia menamai anjingnya dengan nama stadion terkenal tersebut.
Liverpool sempat terlihat kesulitan menghadapi pendekatan Atletico. Namun gol Llorente justru membuat permainan mereka berubah. Iraola dan para pemainnya mulai menemukan respons yang lebih agresif sebelum akhirnya menyamakan kedudukan menjelang jeda.
Setelah turun minum, Liverpool tampil lebih meyakinkan dan gol Mac Allister mengubah arah pertandingan.
Bagi Iraola, laga ini menjadi pelajaran penting. Di level Liga Champions, perubahan kecil dari lawan bisa langsung mengubah jalannya pertandingan. Liverpool akhirnya mampu merespons dan mengamankan kemenangan yang cukup berarti pada laga pembuka.
Barcola Mulai Buat Anfield Penasaran
Bradley Barcola mendapat kesempatan menjadi starter untuk pertama kalinya bersama Liverpool di Liga Champions. Penyerang anyar tersebut sebelumnya hanya tampil selama 31 menit dalam kemenangan Premier League atas Ipswich Town.
Liverpool mengeluarkan £123 juta atau sekitar Rp2,77 triliun untuk mendatangkannya. Tekanan tentu ikut datang bersama harga tersebut.
Barcola memang belum mencetak gol dalam pertandingan melawan Atletico. Namun permainannya menunjukkan mengapa Liverpool begitu tertarik kepadanya.
Kecepatan menjadi salah satu senjata utamanya, tetapi pemain internasional Prancis itu memperlihatkan lebih dari sekadar kemampuan berlari. Ia berulang kali mencoba menghidupkan serangan dan terlihat nyambung ketika bekerja sama dengan Alexander Isak serta Florian Wirtz.
The Kop bahkan sudah menyiapkan sambutan khusus dengan mengadaptasi chant lama milik Maxi Rodriguez untuk Barcola.
Peluang terbaiknya datang setelah mendapat umpan Wirtz. Barcola berhasil lolos dan punya kesempatan mencetak gol perdana, tetapi penyelesaiannya melebar di sisi kanan gawang Jan Oblak.
Wajar jika ada sedikit ketegangan pada pertandingan pertamanya sebagai starter di panggung sebesar ini. Barcola masih berusia 23 tahun dan pengalaman akan terus membentuk permainannya.
Namun satu hal sudah terlihat di Anfield: pendukung Liverpool ingin melihat lebih banyak darinya.
Sayangnya, Barcola terpaksa ditarik keluar di menit ke-60 karena cedera!


