Mantan striker Premier League Stan Collymore meminta hukuman sangat berat untuk Manchester City jika klub tersebut gagal dalam proses banding terkait kasus 115 dakwaan yang diajukan Premier League.
City disebut telah dinyatakan bersalah atas 114 dari 115 dakwaan tersebut. Kasus ini belum selesai sepenuhnya karena Manchester City masih memiliki proses banding. Karena itu, pembicaraan mengenai hukuman akhir harus menunggu sampai seluruh tahapan yang disebutkan dalam sumber benar-benar selesai.
Collymore Ingin Trofi Manchester City Dihapus
Collymore bahkan meminta seluruh pencapaian Manchester City dihapus dari catatan apabila hasil banding tidak mengubah keputusan. Ia juga mendesak klub dikeluarkan dari Premier League dan English Football League (EFL).
“Jika banding City gagal, maka setiap trofi harus dihapus dari catatan, dikeluarkan dari Premier League dan EFL, didenda besar, serta ditolak kepemilikan yang memenuhi syarat,” ujar Collymore.
Mantan pemain Liverpool dan Aston Villa itu menilai kasus tersebut sebagai salah satu perkara terbesar dalam sejarah sepak bola Inggris. Pernyataan tersebut disampaikannya melalui media sosial setelah kabar mengenai hasil perkara terhadap City muncul.
Manchester City sendiri sejak awal mempertahankan posisi mereka dan menyatakan tidak bersalah. Klub juga menegaskan bahwa proses hukum masih berjalan serta terdapat sejumlah tahapan penting yang belum selesai.
“Proses Premier League masih berlangsung, dengan sejumlah elemen penting yang harus diselesaikan dan tunduk pada kerahasiaan yang ketat,” kata juru bicara Manchester City.
Manchester City Tetap Pertahankan Posisi
Dalam pernyataannya, klub juga menegaskan bahwa posisi mereka tetap konsisten dengan pernyataan yang dibuat pada Februari 2023.
City sebelumnya mengaku terkejut ketika dakwaan tersebut diajukan. Mereka menyambut proses pemeriksaan oleh komisi independen untuk mempertimbangkan bukti yang menurut klub mendukung posisi mereka.
Jadikan Gilabola.com sumber berita pilihan anda!
Dakwaan terhadap Manchester City mencakup 54 tuduhan terkait kegagalan memberikan informasi finansial yang akurat dan terbaru pada periode 2009 hingga 2018. Ada pula 14 dugaan pelanggaran terkait laporan mengenai pembayaran kepada pemain dan manajer.
Selain itu, City menghadapi dakwaan tambahan terkait dugaan tidak kooperatif selama proses investigasi.
Sanksi yang mungkin dijatuhkan kepada klub disebut dapat berkisar dari denda hingga pengurangan poin atau bahkan pengusiran dari kompetisi.
Ketua Manchester City Khaldoon Al Mubarak sebelumnya juga mengatakan dirinya akan berbicara lebih terbuka setelah keputusan perkara keluar. Pada Mei, ia menegaskan bahwa dirinya belum bisa banyak berkomentar sebelum adanya keputusan.
“Setelah kita mendapatkan keputusan, percayalah, kita akan duduk bersama dengan luar biasa dan saya akan mengatakan semua yang ingin saya katakan selama tiga tahun terakhir,” ujar Al Mubarak.


