Tiga pemain West Ham United berhasil mengubah pandangan banyak fans setelah menjalani awal musim yang di luar ekspektasi.
The Hammers memang mengawali perjalanan di Championship dengan hasil kurang meyakinkan. Mereka kalah dari Charlton Athletic setelah sebelumnya bermain imbang melawan Burnley dan Watford.
Situasi berubah drastis setelah Nuno Espirito Santo membawa West Ham meraih empat kemenangan beruntun. Terbaru, mereka membantai Wrexham dengan skor 6-0 di kandang.
Hasil tersebut membuat West Ham kini menempati posisi kedua Championship. Perubahan performa itu juga membuat sejumlah pemain mendapat sorotan berbeda.
Ollie Scarles
Ollie Scarles sempat mendapat harapan besar setelah tampil 17 kali untuk West Ham di Premier League musim lalu.
Bek berusia 20 tahun itu diharapkan berkembang setelah West Ham turun kasta ke Championship. Kenyataannya justru berbeda.
Scarles masih kesulitan dan bahkan memberikan penalti pada salah satu pertandingan. Penampilannya membuat banyak fans mengubah pandangan mereka menjadi lebih negatif.
Max Kilman
Max Kilman sebelumnya dianggap sudah tidak memiliki masa depan di London Stadium. Bek berusia 29 tahun itu dinilai tidak pernah benar-benar menemukan performa terbaik sejak pindah dari Wolves pada 2024.
Banyak pihak memperkirakan Kilman akan meninggalkan klub pada akhir musim lalu. Nuno justru memberikan kesempatan kepadanya.
Jadikan Gilabola.com sumber berita pilihan anda!
Kilman kemudian menjadi starter dalam seluruh pertandingan West Ham di Championship. Perannya mulai membuat sebagian fans mengubah penilaian terhadap sang bek.
Joel Piroe
Joel Piroe juga sempat mendapat sorotan negatif setelah West Ham memilihnya dibanding Troy Parrott. Banyak fans menganggap Parrott lebih cocok menjadi rekrutan penting The Hammers.
Piroe yang dipinjam dari Leeds United kemudian menjawab keraguan tersebut. Striker asal Suriname itu memang baru mencetak tiga gol, tetapi kontribusinya membantu West Ham bangkit.
Performa Piroe membuat banyak pandangan negatif terhadap kepindahannya mulai berubah. Kini, kontribusinya menjadi salah satu alasan West Ham mampu berada di posisi kedua Championship.


