Manchester City dikabarkan sempat menggelar negosiasi dengan Premier League untuk menyelesaikan kasus dugaan pelanggaran finansial. Pembicaraan tersebut dilaporkan kandas karena The Citizens menolak mengakui kesalahan.
Menurut laporan Bloomberg, Man City dan Premier League sempat membahas kemungkinan penyelesaian melalui kesepakatan finansial sebelum putusan panel independen diumumkan. Kesepakatan itu diperkirakan melibatkan pembayaran dalam jumlah besar demi mengakhiri persoalan yang membelit klub asal Manchester tersebut.
Negosiasi itu disebut tidak berlangsung lama. Kedua pihak gagal mencapai kesepakatan karena Man City tetap mempertahankan sikap tidak bersalah atas tuduhan yang dialamatkan kepada mereka.
Kasus ini menjadi ancaman serius bagi masa depan The Citizens di kompetisi sepak bola Inggris. Jika banding yang diajukan Man City tidak berhasil, klub tersebut berpotensi menghadapi sanksi berat.
Hukuman yang mungkin dijatuhkan mencakup denda finansial, pengurangan poin, pencabutan gelar juara, hingga kemungkinan dikeluarkan dari kompetisi.
Man City Tolak Kesepakatan Finansial
Man City sebelumnya menghadapi 115 dakwaan terkait dugaan pelanggaran aturan finansial yang diajukan Premier League.
Sebuah panel independen kemudian menyatakan klub tersebut bersalah atas sebagian besar dakwaan yang diperiksa. Putusan itu menjadi titik penting dalam proses hukum yang telah membayangi Man City.
Sebelum hasil pemeriksaan tersebut diumumkan, kedua pihak dikabarkan sempat menjajaki jalan keluar melalui kesepakatan finansial. Nilai penyelesaian yang dibahas disebut cukup besar untuk mengakhiri seluruh persoalan.
Akan tetapi, negosiasi tersebut tidak menghasilkan kesepakatan. Man City dikabarkan tidak bersedia mengakui kesalahan, sehingga pembicaraan dengan pihak liga akhirnya terhenti.
Jadikan Gilabola.com sumber berita pilihan Anda!
Sikap tersebut membuat proses penyelesaian kasus berlanjut ke tahap berikutnya. Man City kemudian mengajukan banding terhadap putusan panel independen yang menyatakan mereka bersalah atas mayoritas dakwaan.
Dugaan Pelanggaran Finansial Senilai Rp14,4 Triliun
Premier League menyatakan Man City bersalah atas dugaan penggelembungan laporan keuangan dengan nilai mencapai 900 juta poundsterling atau sekitar Rp14,4 triliun, berdasarkan konversi 1 poundsterling setara Rp16.000.
Dugaan pelanggaran tersebut disebut berlangsung dalam rentang 2009 hingga 2018. Periode itu mencakup tahun-tahun ketika Man City berkembang menjadi salah satu kekuatan utama sepak bola Inggris.
Besarnya nilai yang dipersoalkan membuat kasus ini berpotensi berujung pada hukuman yang jauh lebih berat daripada sekadar denda.
Pengurangan poin dapat memengaruhi posisi Man City di klasemen Premier League. Pencabutan gelar juga menjadi salah satu kemungkinan sanksi yang disebutkan, begitu pula pengusiran dari kompetisi.
Meski menghadapi ancaman tersebut, Man City tetap menempuh jalur banding untuk menentang putusan panel independen.
Hasil banding akan menjadi faktor penting dalam menentukan kelanjutan kasus ini. Jika upaya tersebut gagal, The Citizens berisiko menghadapi konsekuensi besar yang dapat memengaruhi perjalanan klub di sepak bola Inggris.


