Barcelona terus menunjukkan keganasannya di Liga Spanyol usai membantai Real Betis dengan skor 5-2 pada Sabtu malam WIB. Hasil ini membuat tim asuhan Hansi Flick menyapu bersih sembilan laga awal La Liga musim ini dengan kemenangan, mencetak total 39 gol, sekaligus mengukir rekor klub baru.
Berlaga di Estadio de La Cartuja, Barcelona tampil perkasa lewat aksi memukau Lamine Yamal yang mencetak gol spektakuler serta memberikan asis untuk Gabriel Jesus. Tiga gol Blaugrana lainnya dilesakkan oleh Rodri, Eric Garcia, dan Dani Olmo.
Namun, skor akhir tak sepenuhnya menggambarkan betapa kerepotannya benteng pertahanan Barca sebelum gelandang Betis, Facundo Bernal, dikartu merah akibat berselisih dengan Yamal di awal babak kedua.
Anak asuh Manuel Pellegrini itu dua kali menembus lini belakang raksasa Catalunya. Bahkan, Giovani Lo Celso sempat mencetak gol indah sebelum dibatalkan VAR lantaran handball Cucho Hernandez.
Kelemahan ini jelas menjadi sinyal bahaya. Pasalnya, Barcelona sudah ditunggu jadwal padat nan berat, melawat ke markas PSG di Liga Champions pada Rabu dini hari WIB, lalu menjamu Real Madrid dalam duel El Clasico pada 25 Oktober mendatang.
Dua Celah Krusial yang Ditelanjangi Real Betis
Garis pertahanan tinggi yang diterapkan Flick memang menjadi kunci agresivitas Barca musim ini. Tapi, taktik ini menyisakan celah menganga di belakang empat bek saat pressing awal berhasil dilewati musuh.
Momen itu terlihat jelas usai turun minum. Saat Barca memimpin 3-1, Fermin Lopez kehilangan bola di area depan. Lo Celso yang jeli melihat ruang kosong langsung mengirim umpan terobosan terukur kepada Abde Ezzalzouli. Mantan pemain Barca itu berlari kencang dan menaklukkan kiper Joan Garcia pada menit ke-47.
Sebelum gol itu, Hector Bellerin juga sempat memaksa Garcia melakukan penyelamatan krusial lewat skema transisi cepat.
Nah, lubang kedua pertahanan Barcelona terletak pada antisipasi bola udara. Pada menit ke-27, Valentin Gomez sempat menyamakan kedudukan jadi 1-1 usai menyambut umpan silang Pablo Fornals dan memenangi duel udara atas bek muda Barca, Xavi Espart.
Jadikan Gilabola.com sumber berita pilihan Anda!
Meski menguasai 69 persen penguasaan bola dan mendulang 18 percobaan tembakan, anak asuh Flick terbukti tetap bisa diancam lewat bola lambung maupun serangan balik kilat.
Ujian Berat dari PSG dan Real Madrid
Celah inilah yang bisa dimanfaatkan PSG dan Real Madrid. Les Parisiens memiliki penyerang cepat seperti Ousmane Dembele dan Desire Doue yang sangat berbahaya jika mendapat ruang di belakang garis pertahanan tinggi.
Sementara itu, Real Madrid punya Kylian Mbappe yang sangat mematikan dalam memanfaatkan ruang kosong. Apalagi, tim asuhan Jose Mourinho itu sangat mengerikan dalam situasi bola mati, dengan mengemas 7 gol dari bola mati dalam 10 laga awal musim ini.
Tiga di antaranya lahir dari umpan sepak pojok Arda Guler saat El Real menang dramatis 4-3 atas Roma di Liga Champions. Keunggulan duel udara Gomez saat membobol gawang Garcia tentu jadi catatan penting bagi Flick.
Kendati demikian, Blaugrana menatap dua laga krusial ini dengan kepercayaan diri tinggi. Sembilan kemenangan beruntun di liga membuktikan lini serang mereka masih jauh lebih menakutkan ketimbang kelemahan di lini belakang.


