HomeLiga InggrisChelsea Dibikin Mati Kutu di Stamford Bridge...

Chelsea Dibikin Mati Kutu di Stamford Bridge Oleh The Lilywhites, Palmer Kena Kartu Merah

Tottenham Hotspur membawa pulang kemenangan 2-0 dari markas Chelsea di Stamford Bridge setelah mendominasi penguasaan bola dan membuat tuan rumah kesulitan mengembangkan permainan. Gol bunuh diri Mike Penders pada menit ke-77 dan kartu merah Cole Palmer menjadi pukulan telak bagi The Blues.

Pasukan Roberto De Zerbi tampil sabar. Spurs menguasai 68 persen bola dan melepaskan tekanan secara konsisten hingga pertahanan Chelsea akhirnya runtuh. Tim asuhan Xabi Alonso hanya mampu mencatatkan 32 persen penguasaan bola sebelum mengakhiri pertandingan dengan 10 pemain.

Babak pertama memang berakhir tanpa gol. Tapi, Tottenham terus memaksa Chelsea bertahan jauh lebih dalam daripada yang mereka inginkan.

Strategi Alonso Gagal Meredam Spurs

Alonso menurunkan Chelsea dengan formasi 3-4-2-1. Maxence Lacroix, Levi Colwill, dan Josh Acheampong mengisi barisan pertahanan, sedangkan Pedro Neto dan Jorrel Hato bertugas menjaga sisi lapangan sekaligus membantu pertahanan ketika Tottenham melancarkan serangan.

Chelsea berusaha menunggu di area tengah sebelum melancarkan serangan balik. Masalahnya, mereka kesulitan mempertahankan penguasaan bola untuk membangun serangan secara teratur.

Absennya Joao Pedro turut memengaruhi alur permainan The Blues. Cole Palmer dan Pedro Neto beberapa kali terisolasi, sedangkan umpan-umpan vertikal menuju Morgan Rogers gagal menjadi jalan keluar yang efektif menghadapi garis pertahanan tinggi milik Tottenham.

Statistiknya berbicara jelas.

Chelsea hanya membukukan 287 operan sepanjang pertandingan. Jumlah tersebut terpaut jauh dari Spurs yang mampu mencatatkan 639 operan.

Gara-gara terus mengejar bola, para pemain Chelsea harus bekerja keras menjaga bentuk pertahanan. Tekanan yang datang berulang kali akhirnya ikut memengaruhi disiplin mereka.

Jadikan Gilabola.com sumber berita pilihan Anda!

De Zerbi Menang Adu Taktik

Tottenham mengandalkan formasi 4-2-3-1 dengan Sandro Tonali dan Mateus Fernandes sebagai poros ganda di lini tengah. Keduanya memberikan fondasi bagi para pemain sayap dan bek sayap untuk bergerak lebih agresif ketika Spurs menguasai bola.

De Zerbi meminta anak asuhnya memancing bek sayap Chelsea keluar dari posisinya sebelum memindahkan serangan ke sisi lapangan yang berlawanan. Strategi tersebut membuat barisan pertahanan tuan rumah harus terus bergeser untuk menutup ruang.

Spurs juga tidak asal melakukan pressing. Mereka menerapkan tekanan terkoordinasi untuk membatasi pilihan Chelsea ketika membangun serangan, terutama melalui Moises Caicedo.

James Maddison dan Mohammed Kudus turut membantu merebut bola sesegera mungkin setelah kehilangan penguasaan. Chelsea pun kesulitan melancarkan serangan balik yang berbahaya.

Pertarungan di lini tengah menjadi salah satu kunci kemenangan Tottenham. Pergerakan Marmoush, Maddison, Kudus, dan Tel menciptakan keunggulan jumlah pemain di sejumlah area, membuat gelandang Chelsea lebih sering bereaksi ketimbang mengendalikan permainan.

Gol Bunuh Diri Penders Jadi Pembeda

Kesabaran Tottenham akhirnya membuahkan hasil pada menit ke-77. Tekanan berkelanjutan dan kiriman bola berbahaya ke kotak penalti berujung pada gol bunuh diri kiper Chelsea, Mike Penders.

Gol tersebut memecah kebuntuan sekaligus membuat Chelsea berada dalam situasi sulit. Spurs hanya perlu menjaga konsentrasi untuk mempertahankan keunggulan.

Situasi tuan rumah makin buruk tiga menit kemudian. Palmer menerima kartu kuning kedua pada menit ke-80 dan harus meninggalkan lapangan.

Chelsea pun kehilangan salah satu pemain pentingnya ketika pertandingan memasuki fase penentuan. Bermain dengan 10 orang membuat upaya mereka mengejar ketertinggalan semakin berat.

Tottenham tidak terpancing untuk bermain terbuka. De Zerbi memilih menjaga kedisiplinan timnya sambil memanfaatkan keunggulan jumlah pemain.

Hasilnya, Tel mencetak gol pada menit ke-87 untuk memastikan kemenangan 2-0 bagi tim tamu di pekan kedelapan Liga Inggris.

Pergantian Pemain Jaga Intensitas Spurs

De Zerbi juga melakukan sejumlah penyesuaian selama pertandingan. Conor Gallagher masuk menggantikan Maddison pada awal babak kedua untuk menambah tenaga dan kekuatan ketika Spurs menekan lawan.

Pada menit ke-65, Pedro Porro dan Dominic Solanke turut masuk. Kehadiran keduanya memberikan Tottenham tambahan kekuatan fisik di kotak penalti serta pilihan distribusi bola yang lebih baik dari sisi kanan.

Pergantian tersebut membantu Spurs mempertahankan intensitas ketika para pemain Chelsea mulai kelelahan.

Alonso mencoba merespons dengan memasukkan Marco Palestra dan Estevao untuk menambah kecepatan dalam serangan balik. Tapi, kartu merah Palmer mengacaukan rencana tersebut.

Chelsea kemudian harus menyesuaikan diri dengan susunan 4-4-1. Danny Welbeck masuk pada menit ke-88, tetapi waktu yang tersisa terlalu sedikit untuk mengubah keadaan.

The Blues Gagal Menemukan Jawaban

Tottenham memperlihatkan bagaimana penguasaan bola dapat menjadi senjata untuk menguras tenaga lawan. Spurs tidak hanya unggul dalam persentase penguasaan bola, tetapi juga mampu menjaga organisasi permainan hingga menit-menit akhir.

Chelsea justru kesulitan menciptakan alur serangan yang konsisten. Keterbatasan penguasaan bola, tekanan yang terus datang, dan hilangnya Palmer membuat mereka semakin sulit memberikan perlawanan.

Kemenangan 2-0 di Stamford Bridge menjadi hasil dari kesabaran dan disiplin taktik Tottenham. Gol bunuh diri Penders membuka jalan, sedangkan kartu merah Palmer memperbesar kesulitan tuan rumah.

Spurs kemudian menuntaskan pekerjaan mereka melalui gol Tel pada menit ke-87. Bagi Chelsea, pertandingan ini menjadi malam ketika mereka gagal mengimbangi penguasaan bola dan intensitas permainan lawan.

Matius Gunadi Henoch
Matius Gunadi Henochhttps://gilabola.com/author/gunadi/
Matius Gunadi Henoch adalah suara otoritatif dalam dunia jurnalistik olahraga, dengan fokus pada sepak bola Eropa dan Indonesia. Ia menggabungkan pengetahuan mendalam tentang permainan dengan kemampuan menulis yang menarik untuk memberikan pengalaman membaca yang tak terlupakan.

BERITA TERKAIT

TERKINI