Lazio kembali mengamankan tiga poin setelah membekuk Parma dengan skor 2-1 pada pekan kedelapan Serie A 2026-2027. Gol Kenneth Taylor dan gol bunuh diri Diego Carlos memastikan Biancocelesti tetap bertengger di puncak klasemen.
Parma sempat memperkecil ketertinggalan melalui Simone Lontani pada menit ke-90+5. Tapi, gol tersebut tidak cukup untuk menyelamatkan pasukan Alberto Gilardino dari kekalahan ketiga secara beruntun.
Laga di Stadio Olimpico, Roma, Sabtu (24/10/2026) malam WIB, sekaligus menjadi bagian dari awal musim terbaik Lazio sepanjang sejarah. Mereka telah mengoleksi tujuh kemenangan dan satu hasil imbang 2-2 melawan AC Milan.
Taylor Pecah Kebuntuan
Lazio datang dengan kepercayaan diri tinggi setelah menghajar Juventus 3-0 di kandang lawan. Kemenangan tersebut membuka peluang bagi Biancocelesti untuk memperkuat posisi mereka di puncak klasemen dan menjauh dari para pesaing.
Pelatih Lazio tetap mempertahankan susunan pemain utama yang tampil di Turin. Kenneth Taylor sudah pulih dari cedera ringan dan kembali menjadi bagian penting di lini tengah, sedangkan Albert Gudmundsson, Nicolò Rovella, dan Adam Marusic masih absen.
Parma justru datang dengan kondisi yang jauh berbeda. Mereka telah menelan dua kekalahan beruntun dengan skor identik 0-3 saat menghadapi Inter Milan dan Torino sejak Alberto Gilardino menggantikan Carlos Cuesta.
Tim tamu sempat memberikan ancaman lebih dahulu. David Romero melakukan serangan balik pada menit keenam dan memaksa Christos Mandas menepis tembakannya menggunakan kaki di tiang dekat.
Mandas kembali menjadi penyelamat Lazio ketika berhasil menepis sundulan El Bilal Touré dalam situasi serangan balik. Parma mendapatkan peluang, tetapi gagal mengubahnya menjadi gol pembuka.
Lazio perlahan mengambil alih kendali permainan. Reda Belahyane menguji Edoardo Corvi lewat tembakan jarak jauh, sedangkan sundulan Gustav Isaksen pada menit ke-24 hanya membentur mistar gawang setelah menerima umpan silang Mattia Zaccagni.
Jadikan Gilabola.com sumber berita pilihan Anda!
Isaksen sempat merayakan gol pada menit ke-41 setelah menyambut umpan terobosan Tijjani Noslin dan melewati Corvi. Sayangnya, gol tersebut dianulir karena posisi lutut dan ujung kaki sang pemain berada dalam posisi offside.
Babak pertama pun berakhir tanpa gol. Lazio harus menunggu hingga paruh kedua untuk memecah kebuntuan.
Diego Carlos Bikin Petaka
Taylor akhirnya membawa Lazio unggul pada menit ke-50. Berawal dari umpan terobosan Belahyane yang mengarah kepada Zaccagni, bola justru mengenai Diego Carlos sebelum jatuh ke jalur lari Taylor.
Gelandang tersebut tidak menyia-nyiakan kesempatan. Dari tepi kotak penalti, Taylor melepaskan tembakan menggunakan kaki kiri bagian dalam yang mengarah ke sudut bawah gawang. Corvi tidak mampu menjangkaunya.
Lazio nyaris menggandakan keunggulan beberapa saat kemudian. Davide Frattesi gagal mengarahkan bola ke gawang dari jarak sekitar 12 yard ketika mencoba menyambut bola hasil percobaan Romano Floriani Mussolini.
Gol kedua akhirnya datang pada menit ke-58. Parma melakukan kesalahan ketika membangun serangan dari lini belakang, memberi kesempatan kepada Nuno Tavares untuk melepaskan umpan silang dari sisi kiri.
Diego Carlos berusaha menghalau bola sebelum Noslin menyelesaikan peluang di depan gawang. Nah, upaya bek Parma tersebut justru berakhir tragis karena bola masuk ke gawangnya sendiri.
Gol bunuh diri itu membuat Lazio unggul 2-0. Corvi juga mengalami benturan tidak sengaja di bagian belakang kepala dalam proses tersebut hingga mengalami luka yang cukup parah.
Parma Cetak Gol pada Era Gilardino
Lazio masih memiliki sejumlah kesempatan untuk memperbesar keunggulan. Tembakan Zaccagni sempat berubah arah dan melambung tipis di atas mistar, sedangkan Dele-Bashiru gagal memaksimalkan pergerakan menjanjikan dari lini tengah.
Frattesi juga melepaskan tembakan yang melebar setelah menerima umpan Manuel Lazzari. Nuno Tavares, yang mulai kelelahan, gagal memanfaatkan operan Dele-Bashiru untuk menambah gol tuan rumah.
Parma baru kembali memberikan ancaman serius pada masa tambahan waktu. Simone Lontani melepaskan tembakan melengkung menggunakan kaki kanan yang melintas tipis di sisi gawang Mandas.
Itu menjadi peringatan bagi Lazio. Beberapa saat kemudian, Lontani mengirimkan umpan silang dari dekat garis akhir sisi kiri. Bola memantul mengenai bagian dalam tiang jauh sebelum melewati garis gawang.
Teknologi garis gawang mengonfirmasi gol tersebut pada menit ke-90+5. Parma akhirnya mencetak gol pertama mereka sejak Gilardino mengambil alih kursi pelatih, meskipun gol Lontani tidak cukup untuk menghindarkan mereka dari kekalahan.
Lazio pun menutup pertandingan dengan kemenangan 2-1. Hasil tersebut mempertahankan posisi Biancocelesti di puncak klasemen sekaligus memperpanjang catatan awal musim mereka menjadi tujuh kemenangan dan satu hasil imbang.
Hasil Lazio vs Parma
Lazio 2-1 Parma
- Gol Lazio: Kenneth Taylor (50′), Diego Carlos (gol bunuh diri, 58′).
- Gol Parma: Simone Lontani (90+5′).
- Kompetisi: Serie A 2026-2027, pekan kedelapan.
- Stadion: Stadio Olimpico, Roma.
- Tanggal: Sabtu, 25 Oktober 2026.


