Harry Kane resmi dinobatkan sebagai pesepak bola terbaik dunia usai menyabet penghargaan Ballon d’Or 2026. Striker Bayern Munchen itu mengalahkan nama-nama mentereng seperti Kylian Mbappe, Lionel Messi, hingga Lamine Yamal.
Kane menjadi pemain asal Inggris pertama yang memenangkan Ballon d’Or sejak Michael Owen pada 2001 silam. Penyerang berusia 33 tahun itu tampil tajam sepanjang musim 2025-2026 lewat gelontoran 73 gol di semua kompetisi.
Pencapaian Kane mengakhiri dahaga 25 tahun publik Inggris akan gelar individu bergengsi tersebut. Legenda Timnas Inggris Steven Gerrard membeberkan kisah lamanya saat berpeluang merengkuh trofi yang sama dua dekade lalu.
Gerrard tampil impresif bersama Liverpool sepanjang 2005. Gelandang legendaris itu memimpin The Reds menjuarai Liga Champions usai melakukan comeback fantastis atas AC Milan di Istanbul.
Performa ciamik sang kapten di lini tengah bahkan membuat manajer Manchester United Sir Alex Ferguson dan juru taktik Chelsea Jose Mourinho berniat memboyongnya. Namun, modal trofi Si Kuping Besar belum cukup bagi Gerrard untuk meraih Ballon d’Or 2005.
Gerrard mengaku memilih memboikot acara penyerahan trofi usai mengetahui dirinya hanya menempati peringkat ketiga. Pengakuan tersebut disampaikan Gerrard dalam podcast The Overlap Daily.
“Saya finis ketiga. Saya tidak mau datang hanya untuk menerima posisi ketiga, itu tidak cukup bagus,” kata Gerrard.
“Saya mendapat sinyal bahwa saya tetap disambut untuk hadir. Namun, saya cuma berpura-pura punya agenda lain,” tambahnya.
Pada edisi 2005, Ronaldinho keluar sebagai pemenang, disusul rekan setim Gerrard di Timnas Inggris, Frank Lampard, di posisi kedua. Gerrard merasa punya peluang mengalahkan keduanya berkat deretan aksi krusial di Eropa.
Jadikan Gilabola.com sumber berita pilihan Anda!
“Saya pikir saya punya peluang kecil [untuk menang]. Kami menjuarai Liga Champions dan melewati momen-momen besar sepanjang perjalanan itu,” ujar Gerrard.
“Namun, ketika dipastikan cuma finis ketiga, saya sedikit kecewa,” lanjutnya.
Gerrard juga mengenang pencapaiannya masuk 10 besar Ballon d’Or 2009. Saat itu, ia mengemas lebih dari 20 gol dalam semusim bersama Liverpool, meski timnya gagal mengamankan gelar juara.
“Saya cukup puas berada di posisi 10 besar tahun itu. Saya tampil konsisten setiap pekan dan mencetak lebih dari 20 gol,” kata Gerrard.
“Ketika orang memilih, mereka melihat pencapaian tim dan angka individu. Secara tim, kami kurang meraih trofi. Anda harus menjuarai liga, Liga Champions, atau melangkah jauh di Piala Dunia,” tuturnya.
Kekecewaan Gerrard mendapat simpati dari legenda Arsenal, Thierry Henry. Eks striker Prancis itu menilai sang gelandang Liverpool sangat layak mendapatkan penghargaan tersebut.
Henry bahkan seolah memasang badan dan menyebut hasil pemungutan suara saat itu sebagai sebuah kekeliruan besar.
“Sangat memalukan dia tidak memenangkan Pemain Terbaik Eropa setelah kejadian di Istanbul 2005. Bagi saya, dia akan selalu dianggap sebagai salah satu gelandang terbaik sepanjang masa,” ujar Henry seperti dikutip dari situs resmi Premier League.


