Kiper Chelsea, Emi Martinez, mengungkapkan pengorbanan besar yang harus dibayarnya demi memperkuat Timnas Argentina di Piala Dunia.
Martinez mengaku masih merasakan sakit akibat menolak operasi jari yang patah demi tampil di turnamen akbar tersebut.
Penjaga gawang berusia 34 tahun itu baru saja naik meja operasi untuk memulihkan cedera rahang retak usai menang 2-0 atas Everton.
Akan tetapi, Martinez mengonfirmasi bahwa dirinya masih memikul cedera lama yang menghantuinya sepanjang Piala Dunia pada musim panas ini.
Pemain kelahiran Mar del Plata itu bermain di setiap menit pertandingan bagi Argentina meski menahan rasa sakit luar biasa di Amerika Utara.
Martinez mematahkan jarinya dalam sesi pemanasan sebelum membantu Aston Villa membekuk Freiburg 3-0 di final Liga Europa pada Mei.
Meski tampil penuh di laga puncak tersebut, impian tampil di Piala Dunia nyaris sirna usai melihat hasil pindai sinar-X.
Martinez mengatakan jarinya tidak akan pernah bisa kembali normal seperti sedia kala.
Martinez bakal absen selama enam pekan dan dipastikan gagal ke Piala Dunia jika langsung naik meja operasi.
Jadikan Gilabola.com sumber berita pilihan Anda!
Ia lantas memilih untuk menunda operasi pada jari yang bermasalah.
Kiper juara Piala Dunia 2022 itu mengenakan sarung tangan khusus dari Adidas untuk perlindungan ekstra, tetapi tetap melihat kunang-kunang akibat rasa sakit hebat.
Martinez mengakui jarinya bisa pulih normal jika langsung dioperasi, tetapi kini tulangnya bergeser dan mustahil kembali seperti semula.
“Saya mematahkan jari saya di final Liga Europa,” kata Martinez kepada kanal YouTube jurnalis Gaston Edul, dikutip dari sumber terkait.
“Ketika dokter menunjukkan hasil rontgen, saya langsung menangis karena mengira akan melewatkan Piala Dunia.”
Pelatih Argentina, Lionel Scaloni, langsung memberikan dukungan moral agar dirinya tetap bergabung dengan skuad Albiceleste.
Adidas kemudian merancang sarung tangan khusus agar ia bisa bermain dengan balutan perban di jari tangan.
Kondisi tersebut membuatnya hanya bisa merasakan empat jari saja saat memegang bola.
Ia bahkan tidak bisa berlatih menggunakan bola sepak normal dan harus memakai bola voli hingga babak melawan Swiss.
“Saya terbang seperti zombi,” ucap Martinez.
“Saya melakukan penyelamatan, lalu bangun dan menapakkan tangan ke tanah hingga melihat bintang-bintang.”
“Setiap malam sampai jam 12 malam saya menangis karena jari saya mirip sosis darah.”
“Itu adalah risiko yang Anda ambil demi tim nasional, dan saya akan mengulanginya lagi,” ujarnya.
Martinez pada akhirnya sukses membawa Argentina melaju hingga final Piala Dunia sebelum takluk tipis 0-1 dari Spanyol.
Selepas turnamen, Juventus sempat mencapai kesepakatan senilai Rp182 miliar untuk merekrutnya pada Juni lalu.
Akan tetapi, transfer tersebut batal terlaksana akibat kendala cedera jari tangan hingga ia akhirnya memilih bergabung dengan Chelsea.
“Mereka bilang mustahil bagi saya bermain seperti itu dan butuh operasi,” ujar Martinez.
“Chelsea tidak mempermasalahkan itu, meski pada suatu hari nanti saya tetap harus dioperasi.”
Di sisi lain, Martinez dikabarkan optimistis bisa pulih lebih cepat dari cedera rahang patah melampaui estimasi pemulihan beberapa pekan yang ditetapkan pelatih Xabi Alonso.


