
Gilabola.com – Liverpool saat ini memang tengah dalam periode sembilan laga tanpa kekalahan usai hasil imbang melawan Leeds, tapi itu ternyata tidak berarti mereka sekarang sedang dalam mode positif saat Arne Slot masih terselamatkan dari pemecatan.
The Reds punya kesempatan untuk menjauh di empat besar usai Manchester United tertahan di kandang Leeds United, sayangnya pasukan Slot justru malah gagal menang di Craven Cottage.
Liverpool sempat tertinggal lebih dulu melalui gol Harry Wilson, sebelum Florian Wirtz menyamakan skor menit ke-57 dan Cody Gakpo kemudian tampak telah mencetak gol kemenangan di menit keempat masa injury time.
Sayangnya pasukan Merseyside lengah dengan mereka kebobolan tiga menit kemudian melalui Harrison Reed, memaksa kedua tim harus puas dengan skor imbang 2-2.
Unbeaten, Tapi Kok Begini?
Banyak yang menilai rekor tak terkalahkan Liverpool terkesan ‘menipu’. Secara statistik, posisi mereka di empat besar memang terlihat bagus. Tapi secara permainan, mereka masih meninggalkan tanda tanya.
Selama laga melawan Fulham misalnya, pasukan Arne Slot hanya mencatatkan dua tembakan tepat sasaran dari 10 percobaan dengan 58 persen penguasaan bola mereka.
Sebelumnya, mereka juga minim percobaan berbahaya ketika melawan Leeds United, Wolves, Tottenham Hotspur, dan Brighton. Padahal materi pemain menyerang Liverpool sebenarnya tidak buruk, bagus banget malah.
Secara statisitk, rata-rata tembakan tepat sasaran per laga Liverpool turun drastis dibanding era juara sebelumnya. Para pendukung mulai merasa permainan tim kini terlalu datar dan membosankan.
Kritik pun bermunculan apalagi Arne Slot sebelumnya sudah menghabiskan duit mencapai Rp 10 Triliun selama bursa transfer musim panas untuk mendatangkan para pemain mahal seperti Alexander Isak, Florian Wirtz, dan Hugo Ekitike.
Banyak yang menilai The Reds musim ini kurang agresif, kurang kreatif, dan terlihat ragu ketika masuk ke area lawan, dengan Slot dianggap belum menemukan identitas permainan dari timnya.
Statistik juga menunjukkan penurunan poin per laga dibanding musim lalu. Jika caattan ini bertahan hingga akhir musim, total poin dan jumlah gol mereka berpotensi jauh di bawah standar tim juara bertahan.
Lebih buruknya lagi, Liverpool sering telat panas. Di 13 dari 20 laga Premier League mereka musim ini, Wirtz dkk gagal mencetak gol di babak pertama. Saat bisa mencetak gol lebih awal, peluang menang meningkat. Tapi itu masih belum rutin terjadi.
Pendapat Kami
Rekor tak terkalahkan sejauh ini masih menyelamatkan Slot dari tekanan pemecatan, tapi setelah belanja jor-joran mencapai Rp 10 Triliun, jelas ada ekspektasi besar. Liverpool kini tampak seperti tim ‘medioker’. Bukan karena skuadnya jelek, tetapi lebih karena racikan taktik yang belum menyatu.
