Adam Alis Resmi Bergabung Dengan Bhayangkara FC

Adam Alis tinggalkan Sriwijaya FC untuk bergabung dengan Bhayangkara FC pada putaran kedua Liga 1 musim 2018.
Adam Alis tinggalkan Sriwijaya FC untuk bergabung dengan Bhayangkara FC pada putaran kedua Liga 1 musim 2018.

Berita Terbaru – Hanya sehari setelah mengundurkan diri dari Sriwijaya FC, gelandang Adam Alis langsung berlabuh di klub Bhayangkara FC. Kepindahannya itu dibenarkan oleh manajemen The Guardian.

“Ya, Adam Alis resmi bergabung bersama kami,” kata Manajer Bhayangkara FC AKBP Sumardji kepada wartawan, Jumat (13/7).

Sumardji mengatakan Adam Alis dikontrak hingga akhir musim Liga 1 2018 yang kini memasuki putaran kedua. Namun ada opsi kontraknya diperpanjang untuk musim berikut.

Adam Alis akan mulai bergabung dengan pemain-pemain Bhayangkara FC pada sesi latihan hari Senin (16/7) nanti. “Hari Senin depan Adam Alis sudah bergabung bersama tim untuk latihan,” kata Sumardji.

Seperti diberitakan sebelumnya Adam Alis bersama Hamka Hamzah resmi pamit dari Sriwijaya FC pada Kamis (12/7). Melalui akun Instagram pribadinya, Adam Alis menyampaikan ucapan perpisahan dan terimakasih kepada klub Laskar Wong Kito.

Advertisement

“Terima kasih banyak Sriwijaya FC, kesempatan yang sebentar ini, saya bangga bisa bersama kalian, pelatih, pemain dan suporter dalam waktu yang singkat ini,” tulis Adam Alis.

“Dengan prestasi yang sama-sama kita raih untuk Piala Presiden, Piala Gubernur Kaltim dan tiga besar sampai pekan 15 (Liga 1) ini. Semoga Sriwijaya FC terus bersinar sampai akhir musim nanti, amin,” tambahnya.

Selain Adam Alis dan Hamka Hamzah, manajemen Sriwijaya FC juga telah melepas pelatih Rahmad Darmawan, asisten pelatih Rasiman, pelatih kiper Kurnia Sandi, dan ofisial yaitu dokter Amin dan Ibnu.

“Saya bukan meninggalkan Sriwijaya FC tapi dilepas oleh Sriwijaya dan terpaksa meninggalkan Sriwijaya FC,” kata Rahmad Darmawan, Jumat (13/7) seperti dikutip dari Detik.com.

RD, sapaan akrabnya, tidak menampik adanya masalah keuangan di tubuh Sriwijaya FC. Hal itu pun sudah berimbas pada gajinya.

“Ke depannya saya belum tahu. Saya masih menunggu hak saya; gaji dua bulan dan kompensasi yang belum dibayar,” jelas Rahmad.