
Gilabola.com – Kemenangan 7-0 Persebaya Surabaya atas Semen Padang ternyata menyisakan cerita lain selain pesta gol di lapangan. Seusai pertandingan, suasana justru dipenuhi sikap respek yang ditunjukkan para pemain dan tim pelatih Bajul Ijo.
Pelatih Persebaya, Bernardo Tavares, secara khusus memberikan penghormatan kepada Semen Padang meski lawannya baru saja kalah telak.
“Respek besar untuk Semen Padang. Saya berharap mereka bisa segera kembali ke Super League dengan stadion baru dan kondisi yang baik. Indonesia pantas memiliki tim-tim di Super League dengan fasilitas yang layak,” ujar Bernardo dalam konferensi pers setelah pertandingan, Jumat, 15 Mei 2026.
Di atas lapangan, Persebaya memang nyaris tidak memberi ruang kepada Semen Padang sejak awal laga. Tekanan terus datang dan membuat tim tamu kesulitan keluar dari permainan mereka sendiri.
Gol demi gol lahir sepanjang pertandingan.
Bruno Paraíba jadi salah satu pemain yang paling menonjol setelah mencetak hattrick. Padahal sebelumnya ia sempat melalui periode sulit dalam urusan mencetak gol.
Situasi itu sebenarnya bisa saja membuat para pemain Persebaya melakukan selebrasi berlebihan. Apalagi pertandingan berjalan sangat timpang. Namun yang terlihat justru sebaliknya.
Para pemain tetap tenang setiap kali gol tercipta. Tidak ada gestur yang dianggap merendahkan lawan.
Sikap itu berlanjut sampai peluit akhir dibunyikan. Para pemain Persebaya memilih berdiri di pinggir lapangan untuk memberi penghormatan kepada suporter dan tim Semen Padang sebelum meninggalkan lapangan.
Momen tersebut ikut memperlihatkan sisi lain dari pertandingan sepak bola. Bukan cuma soal skor besar, tetapi juga bagaimana sebuah tim menjaga rasa hormat ketika sedang berada di atas angin.
Ikuti Gilabola.com di Google News
