Gilabola.com – PSM Makassar mengamankan tiga poin penting setelah menundukkan Bhayangkara FC dengan skor 2-1 dalam laga penuh tekanan di Stadion Gelora BJ Habibie, Parepare, Senin (4/5/2026). Kemenangan ini menjadi dorongan besar bagi tim tuan rumah dalam upaya menjauh dari zona degradasi.
Sejak awal pertandingan, kedua tim langsung bermain dengan tempo tinggi. Pertarungan di lapangan berlangsung sengit, hingga babak pertama ditutup dengan skor sama kuat 1-1.
Memasuki paruh kedua, intensitas tidak menurun. Bhayangkara FC tampil menekan dan berusaha memanfaatkan celah di lini belakang PSM yang sempat kehilangan kestabilan menjelang akhir babak pertama.
Dalam situasi sulit tersebut, penjaga gawang muda Hilmansyah menunjukkan performa impresif. Ia berhasil melakukan sejumlah penyelamatan krusial, termasuk menggagalkan peluang berbahaya dari serangan lawan yang dipimpin Bernard Henri Cedric Doumbia. Ketika pertahanan mulai goyah, perannya menjadi sangat vital untuk menjaga harapan tim tetap terbuka.
Seiring berjalannya waktu, PSM mulai menemukan pola permainan terbaiknya dan perlahan mengambil alih kendali pertandingan.
Momen kunci terjadi pada menit ke-72. Luka Cumić menunjukkan kualitas individunya dengan melewati beberapa pemain bertahan sebelum melepaskan tembakan keras yang berujung gol. Aksi tersebut memastikan keunggulan bagi tim tuan rumah.
Gol itu bukan sekadar penentu kemenangan, tetapi juga mencerminkan perjuangan mereka keluar dari tekanan. Atmosfer stadion pun berubah menjadi penuh euforia, sementara kepercayaan diri tim meningkat hingga mampu mengendalikan jalannya laga sampai akhir.
Skor 2-1 bertahan hingga pertandingan usai.
Tambahan tiga poin ini memberikan dampak signifikan dalam persaingan papan bawah. PSM kini hanya membutuhkan satu kemenangan lagi untuk memastikan posisi aman dari degradasi.
Di sisi lain, tekanan justru beralih ke tim pesaing. Persis Solo kini berada dalam situasi paling rawan karena selisih poin yang semakin jauh. Mereka wajib meraih kemenangan di sisa laga sambil berharap PSM terpeleset.
Sementara itu, Madura United juga belum sepenuhnya aman. Posisi mereka masih rentan dan satu hasil negatif saja dapat menyeret mereka ke zona berbahaya.
Hasil ini mengubah peta persaingan secara signifikan. Tekanan yang sebelumnya dirasakan PSM kini berpindah ke tim lain. Dalam fase akhir musim, momentum seperti ini sering menjadi faktor penentu.
Bagi PSM, kemenangan ini berpotensi menjadi titik balik. Sebaliknya, bagi Persis dan Madura United, kondisi ini menjadi sinyal bahwa persaingan masih jauh dari kata selesai.

