Hasil Madura United vs Bhayangkara FC Skor Akhir 1-2

Hasil Madura United vs Bhayangkara FC Skor Akhir 1-2

Hasil Madura United vs Bhayangkara FC dalam laga Liga 1 Indonesia yang digelar di Stadion Gelora Teladan pada hari Jumat (09/11) ditutup dengan skor akhir 1-2.

Harus diakui jika Tim Laskar Sape Kerrab masih belum juga memperlihatkan konsistensi performa di beberapa laga terakhir mereka. Sukses menjungkalkan PSM Makassar, mereka malah ditekuk Bali United. Laga kali ini jelas tak bisa mereka sia-siakan begitu saja.

Jalannya pertandingan Madura United vs Bhayangkara FC

Kubu Madura cukup bersemangat ingin hasilkan gol cepat sejak awal babak pertama. Mereka mantap bermain dengan balutan kostum khas warna merah dan putih dengan celana hitam dan kaos kaki merah. Kubu tamu terlihat tak kalah percaya diri bermain dengan kostum serba hijau cerah.

Beberapa bagian dari lapangan terlihat cukup memprihatinkan karena rumputnya yang botak. Kondisi ini cukup berbahaya bagi pemain yang bisa menyebabkan cedera. Meski begitu kedua kubu terlihat tetap coba seasyik mungkin bermain ditengah gemuruh dukungan suporter yang cukup meriah.

BACA:  Hasil Sriwijaya FC vs Barito Putera Skor 2-0, Buah Kesabaran Tuan Rumah

Nurcahyono di menit ke-13 sempat nyaris mencetak gol saat mendapatkan umpan silang, namun ia masih belum sempurna meneruskan peluang yang ada. Hal ini tetap saja membuat kubu Bhayangkara jadi lebih siaga dibuatnya.

Madura United cukup baik menjalankan skema 4-3-3 mereka saat lawan memainkan skema yang sama. Dampaknya jelas, kedua tim jadi berimbang dan terbuka saat bermain. Meski begitu Bhayangkara FC masih lebih terlihat kuat.

Gol keunggulan Bhayangkara bahkan bisa terjadi di menit ke-18 untuk skor 0-1. Adalah sosok Paulo Sergio yang cetak gol meski sempat nyaris dijatuhkan pemain bertahan lawan. Menariknya, setelah gol itu para suporter langsung menyanyikan lagu yang menanyakan peran Satria Utama.

Imam sempat harus ke pinggir lapangan sejenak menahan sakit usai terjatuh dalam duel satu lawan satu. Laga tetap berlangsung dengan tempo sedang dan kedua tim punya peluang sama kuat ditengah dukungan penonton.

BACA:  Hasil Indonesia vs Timor Leste, Skor 3-1, Bangkit dan Menang!

Wahyu Tri Nugroho (Bhayangkara) dihukum kartu kuning untuk pelanggaran berat di menit ke-40. Paulo Sergio juga tak mau kalah dapatkan kartu kuning di menit ke-45 usai jatuhkan lawan. Ia sempat emosi jiwa dan protes-protes gitu deh.

Bhayangkara FC melejit di babak kedua

Babak kedua langsung disambut pergantian pemain. Madura United memasukkan Muhammad Rifad Marasabessy menggantikan Risky Dwi Febrianto. Engelbert Sani juga masuk menggantikan Imam Bagus Kurnia. Laga masih berjalan cepat dan kedua tim sama-sama dapat peluang.

Menit ke-55 pergantian pemain dilakukan kubu Bhayangkara saat Muhammad Fatchu Rochman menggantikan Indra Kahfi Ardhiyaksa. Hal ini sekalian membuat ban kapten berpindah tangan karena Indra harus menahan sakit hingga tak bisa meneruskan pertandingan.

Gol penyeimbang terjadi juga di menit ke-62, skor jadi 1-1 hasil tendangan jarak jauh kecepatan sedang sosok Milad Zeneyedpour (Madura United). Laga langsung berubah lebih cepat dan keras. Kartu kuning sampai diberikan pada Nurhidayat karena jatuhkan lawan dari belakang.

BACA:  Hasil Celta Vigo vs Real Madrid Skor 2-4, Santiago Solari Makin Tersenyum

Gol lagi terjadi untuk Bhayangkara di menit ke-68 hasil tendangan spekulatif Paulo Sergio yang tak diantisipasi kiper lawan. Tendangan dari sudut sempit itu cukup mengagetkan hingga skor jadi 1-2 keunggulan BFC.

Wasit pun akhirnya meniup peluit panjang mengakhiri pertandingan, hasil Madura United vs Bhayangkara FC ditutup dengan skor akhir 1-2.

Susunan pemain Madura United vs Bhayangkara FC:

Madura United: Satria Tama, Fabiano Beltrame, Munhar, Guntur Ariyadi, Engelberd Sani, Asep Berlian, Milad Zeneyeddepour, Slamet Nurcahyono, Zah Rahan, Bayu Gatra, Mamadou Samassa.

Bhayangkara FC: Wahyu Tri, Vladimir Vujovic, Jajang Mulyana, Alsan Sanda, M. Fatchu Rochman, Lee Yu Jun, Sani Rizky Fauzi, Wahyu Subo Seto, Adam Alis, Paulo Sergio, Herman Dzumafo.