Hasil PSM Makassar vs Bhayangkara FC, Skor Akhir 2-1

PSM Makassar menjamu Bhayangkara FC di pekan ke-16 Liga 1 Indonesia/2018, Minggu (15/7) malam ini.
Berita Terkini - PSM Makassar menjamu Bhayangkara FC di pekan ke-16 Liga 1 Indonesia/2018, Minggu (15/7) malam ini.

Gilabola.com – Hasil pertandingan PSM Makassar vs Bhayangkara FC di pekan ke-16 Liga 1 Indonesia/2018 yang digelar di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, Bali, Minggu (15/7) malam ini, ditutup dengan skor 2-1.

PSM Makassar tentunya tak ingin mengingat lagi kekalahan yang mereka alami dari Bali United, dan kini bertekad meraih poin sempurna atas tamunya, Bhayangkara FC.

Advertisement
advertisement
advertisement
Dewa303
Dewa303

Namun, PSM Makassar terpaksa bermain di Bali akibat penerangan Stadion Andi Mattalatta, Makassar, yang belum memenuhi standar hingga batas waktu yang diberikan PT Liga Indonesia Baru. Meski demikian, skuad asuhan Robert Rene Alberts itu tetap berusaha tampil menyerang dan menang.

Sayangnya, PSM yang berusaha tampil menekan sejak awal pertandingan, kebobolan lebih dulu dari tamunya, Bhayangkara FC. Secara tak diduga, Sergio Paulo berhasil membuat Bhayangkara FC memimpin lebih dulu lewat tendangan kerasnya dari luar kotak penalti, saat laga baru berjalan dua menit.

Namun, hanya dua menit saja Bhayangkara FC memimpin. Tendangan kaki kanan Syamsuddin Rahmat, juga dari luar kotak penalti, yang berusaha memanfaatkan umpan Wiljan Pluim berhasil membuat PSM samakan kedudukan, 1-1.

Tampaknya PSM tampil lebih percaya diri dibandingkan pekan ke-15 kemarin, yang juga digelar di stadion yang sama. Permainan seakan lebih hidup karena para pemain tim Juku Eja yang bertindak sebagai tuan rumah, terus melancarkan serangannya.

Benar saja, memasuki menit ke-24, Syamsuddin Rahmat berhasil gandakan keunggulan PSM. Kemelut di mulut gawang Bhayangkara berhasil diselesaikan Rahmat dengan tendangann pelannya ke gawang Awan Setho, setelah ia menerima umpan dari Rizky Pellu.

Walau bola sempat diblok pemain lawan, namun si kulit bundar kembali ke kaki Rahmat. Kesempatan ini tak disia-siakan lagi, dan ia langsung menceploskannya ke gawang lawan. 2-1 Untuk PSM Makassar!

PSM tak juga mengendurkan perlawanannya meski sudah unggul dari sang tamu. Bahkan, tujuh menit kemudian, Zulham Zamrun berusaha lepaskan tendangann kerasnya tepat dari garis kotak penalti. Sayangnya, bola berhasil ditepis Awan Setho.

Hingga jeda turun minum, PSM terus mendominasi pertandingan dan beberapa kali berhasil lancarkan serangannya. Namun, tak ada tambahan gol bagi ke dua tim hingga 45 menit pertama berakhir.

Di babak ke dua, PSM kembali menekan sejak menit-menit awal. Namun, Bhayangkara pun tak tinggal diam dan berusaha mengejar ketertinggalan mereka. Sayangnya, hingga memasuki menit ke-60, kedudukan tetap tak berubah dan PSM masih unggul 2-1 atas tamunya, Bhayangkara FC.

Hingga menit ke-62, tercatat tiga shoot on target yang dilakukan anak-anak PSM, dan hanya sekali shoot on target yang dilakukan Bhayangkara FC asuhan Simon McMenemy.

Bhayangkara FC punya peluang bagus di menit 80. Sayangnya, umpan yang coba disodorkan Paulo Sergio gagal dimanfaatkan Maldini Pali. Tak ada gol yang tercipta di 10 menit terakhir pertandingan ini.

Memasuki lima menit terakhir, PSM tampak menurunkan tempo permainan mereka dan mengulur-ulur waktu. Anak-anak asuhan Robert Rene Alberts itu seakan ingin pertahankan keunggulan 2-1 yang telah mereka kantongi.

Tambahan waktu yang diberikan wasit selama dua menit di akhir pertandingan babak ke dua, namun tidak ada gol tambahan yang tercipta. PSM pun menang 2-1 atas Bhayangkara FC yang harus alami kekalahan pertama setelah sebelumnya menang dalam tiga pertandingan beruntun.

Susunan Pemain

PSM Makassar: Syaiful, Hasim Kipuw, Abdul Rahman, Steven Paulle, Reva Adi, Marc Klok, Rizky Pellu/Rasyid Bakri, M Syamsuddin Rahmat/Ferdinand Sinaga, Wiljan Pluim, Zulham Zamrun/Saldy, Bruce Djite.

Bhayangkara FC: Awan Setho, Alsan Sanda, Jajang M, Vladimir V, M Fatchu Rochman, Sani Risky/Hargianto, Lee Yujun, Wahyu Subo/Indra Kahfi, Paulo Sergio, Vendry Mofu/Maldini Pali, Herman Dzumafo.