Sriwijaya FC Ditinggal Kiper Andalan, Teja Paku Alam

Sriwijaya FC Ditinggal Kiper Andalan, Teja Paku Alam

Sriwijaya FC ditinggal kiper andalannya musim lalu, Teja Paku Alam. Selanjutnya, kiper 24 tahun itu dikabarkan bakal memperkuat klub kampung halamannya, Semen Padang, di Liga 1 Indonesia musim 2019.

Sriwijaya FC yang lengser ke Liga 1 musim 2019 ini, telah kehilangan beberapa pemain andalannya. Terakhir, kiper andalan Teja Paku Alam pun ikut hengkang dari Stadion Gelora Sriwijaya, Jakabaring – Palembang.

Terkait kepindahannya, Teja Paku Alam bahkan sudah ungkapkan salam perpisahan kepada Sriwijaya FC dan suporternya lewat Instagram pribadinya akhir pekan ini.

“Bagian terberat dari sebuah perjalanan adalah perpisahan. Setelah enam tahun, ijinkan saya mengucapkan salam perpisahan dan ucapan terima kasih untuk semua keluarga besar SFC, rekan setim, jajaran manajemen, seluruh suporter, rekan media dan masyarakat Sumsel yang sudah menerima dengan hangat saya selama ini,” demikian ungkap Teja dalam akun Instagram-nya tersebut.

Menganggap SFC Sebagai ‘Rumah’

“Selama enam tahun belakangan, saya percaya bahwa ‘rumah’ itu bukan hanya tempat kamu dilahirkan atau dibesarkan, tapi juga tempat kamu belajar, mendapat keluarga baru dan menjalani hidup,” tambahnya.

Advertisement
OLE777
OLE777

“Bermain untuk SFC U21, PON Sumsel dan SFC senior menjadi sebuah kebanggaan bagi saya. Tidak hanya mendapat kesempatan awal meniti karir di dunia sepakbola, namun juga mengasah mental dan menjadi pribadi yang lebih baik. Sebuah proses yang dilalui dengan perjuangan, ada luka, tawa, bahagia dan semua itu yang memberatkan ketika harus berpisah,” ujar Teja.

Namun, Teja mengaku yakin suatu hari nanti dia bakal kembali ke Palembang, walau itu dilakukan sekadar untuk bersilaturahmi. “Sekali lagi terima kasih,” tandasnya.

Diisukan Gabung Semen Padang

Setelah tinggalkan SFC pada Januari ini, Teja dikabarkan bakal gabung dengan klub di kampung halamannya, Semen Padang FC, musim 2019 ini.

Walau kabar kepindahan ke Semen Padang ini belum jelas, namun kepindahan Teja disebabkan juga karena faktor keluarga. Teja akui ia ingin lebih dekat dengan keluarganya tahun ini.

Selain itu, faktor degradasi yang dialami Laskar Wong Kito ke Liga 2 Indonesia juga menjadi penyebab kepindahan Teja dari klub tersebut.