Sriwijaya FC Kini Kesulitan Cari Stadion

Liga Indonesia - Sriwijaya FC
Liga Indonesia - Sriwijaya FC harus mencari stadion baru untuk dua laga kandang terakhir sebelum Asian Games 2018, setelah sekelompok suporter mengamuk dan hancurkan Stadion Gelora Sriwijaya, Jakabaring, Palembang, akhir pekan lalu.

Gilabola.com – Manajemen Sriwijaya FC tengah mencari stadion alternatif, karena tim Laskar Wong Kito itu masih harus menggelar dua pertandingan kandang sebelum Asian Games 2018 bergulir.

Sriwijaya FC dijadwalkan untuk menjamu Borneo FC pada 29 Juli mendatang. Lalu, SFC akan kedatangan Madura United. 11 Agustus.

Dua laga kandang tersebut seharusnya bisa digelar di Stadion Gelora Sriwijaya, Jakabaring. Namun, sekelompok suporter lakukan pengrusakan di dalam stadion yang akan menjadi salah satu venue Asian Games mendatang, usai Sriwijaya FC kalah 0-3 dari Arema FC pada akhir pekan lalu. Suporter panas dan mengamuk karena sebelumnya, Sriwijaya FC juga alami kekalahan yang sama, 0-3, di kandang Mitra Kukar.

Akibat aksi pengrusakan ‘suporter yang mengamuk’ itulah, pihak pengelola Stadion Jakabaring tak perbolehkan lagi Sriwijaya FC bertanding di stadion itu jelang Asian Games 2018 ini.

Advertisement
berita bola
jadwal bola
Mimpi 4D
Mimpi 4D

Semula, Stadion Bumi Sriwijaya itu tetap muncul sebagai opsi untuk menggelar dua pertandingan tersebut. Dengan syarat, keduanya digelar tanpa penonton.

Tapi, manajemen masih berpikir dua kali karena tak mau kecolongan lagi. Apalagi, Stadion Gelora Sriwijaya, Jakabaring ini juga akan menjadi lokasi utama Asian Games.

SFC belakangan berharap bisa mendapat jalan terbaik, di antaranya pengunduran jadwal dua pertandingan tersebut. “Kami masih berkoordinasi dengan sejumlah pihak terkait,” ujar Sekretaris PT Sriwijaya Optimis Mandiri, Faisal Mursyid, seperti dilansir dari situs resmi Liga Indonesia.

SFC yang pernah dua kali menjadi juara Liga Indonesia/ISL pada tahun 2008 dan 2012, itu belakangan ini alami masalah keuangan. SFC bahkan mulai menjual sejumlah pemain bintangnya, dengan alasan penghematan. Bahkan sempat dikabarkan ditinggalkan pelatih Rahmad Darmawan dan stafnya sekitar dua pekan lalu. Namun, hingga akhir pekan kemarin, Rahmad dan para asistennya masih terlihat mendampingi skuad Laskar Wong Kito.

Sumber dari suporter SFC mengaku menyalahkan pemilik klub, Doddy Reza, yang dikabarkan tak bertanggung jawab pada kehidupan klub akibat sibuk dalam kegiatan politik. Putera Gubernur Sumsel, Alex Nurdin, ini belakangan memang sibuk menjadi kandidat gubernur Sumsel namun gagal.