Sriwijaya FC Protes Jadwal Serta Mati Lampu Lawan PSIS Semarang

Liga 1 Indonesia, PSIS Semarang, Sriwijaya FC

Sriwijaya FC akhirnya protes terkait jadwal di Liga 1 Indonesia serta kejadian mati lampu saat melawan kubu PSIS Semarang. Mereka merasa sudah sangat dirugikan dengan rangkaian kejadian tersebut.

Kubu Sriwijaya FC sendiri kalah tipis skor 0-1 dari PSIS Semarang dalam laga pekan ke-27 di Stadion Moch. Soebroto, Magelang, pada Selasa (23/10). Satu hari usai laga tersebut (24/10), Direktur PT Sriwijaya Optimis Mandiri (POM) Muddai Maddang gelar konferensi pers di FX Sudirman.

Dalam jumpa media yang cukup sebentar itu, Muddai Maddang menyesalkan beberapa hal yang dianggap sangat merugikan timnya. Ia tegaskan jika pihaknya tak terima dengan hasil laga tersebut.

“Memang sengaja sore ini saya berikan keterangan pers sehubungan dengan laga Liga 1 antara PSIS sebagai tuan rumah di Magelang dengan Sriwijaya FC. Kami tidak terima hasil laga kemarin, kami protes. Hari ini juga sudah kami layangkan surat ke LIB (Liga Indonesia Baru) atas peristiwa tersebut,” jelas Muddai.

Advertisement
advertisement
advertisement
Ratu Casino 77
Ratu Casino 77

Setidaknya ada dua hal yang disampaikan soal keberatan mereka. Muddai mengeluhkan soal jadwal pertandingan yang harus diundur ditambah sistem penerangan stadion yang ia nilai memprihatinkan. Masalah penerangan bisa mengganggu permainan.

PSIS Semarang juga protes kartu dari wasit

“Pertandingan yang awalnya sore hari, lantas diubah jadi malam yang jelas perlu penerangan memadai. Dan ternyata saat pertandingan berlangsung, malah terjadi beberapa kali padam lampunya,” lanjut Muddai lagi.

Muddai juga mengatakan jika mereka keberatan atas tindakan wasit yang tega memberikan kartu kuning kepada beberapa pemain inti Sriwijaya FC. Kartu itu diberikan tanpa ada peringatan sebelumnya kepada para pemain.

Tiga pemain mereka memang harus mendapat kartu kuning. Mereka yang terdampak adalah Marckho Sandy Merauje (menit ke-22), Manuchekr Dzalilov (menit ke-26), dan Esteban Vizcarra (menit ke-82). Nama Zalnando yang kena kartu kuning pada menit 45+1, malah mendapatkan kartu merah menyusul kartu kuning kedua yang diterima (menit ke-63).

Kubu PSIS hanya bisa mendapatkan dua kartu kuning saja yang diterima Fauzan Fajri Nasrullah dan Bruno Silva. “Waktu lawan Perseru (29/10), kami tidak bisa turunkan empat pemain inti kami. Kenapa juga harus sampai berturut-turut? Ini sebetulnya ada apa ya?”

“Kami sudah menyerahkan hal ini pada Komisi Disiplin PSSI untuk mengkaji hasil pertandingan kemarin. Kami juga meminta pihak LIB untuk mengkaji hasil pertandingan kemarin,” pungkasnya.