Wartawan Dianiaya Saat Liput Laga Persid Jember Kontra Sindo Dharaka

Seorang wartawan dianiaya saat mencari nafkah meliput laga antara kubu Persid Jember kontra Sindo Dharaka. Hal ini menambah daftar panjang noda di dunia bola Indonesia yang bermimpi bisa ke Piala Dunia.
Berita Terkini - Seorang wartawan dianiaya saat mencari nafkah meliput laga antara kubu Persid Jember kontra Sindo Dharaka. Hal ini menambah daftar panjang noda di dunia bola Indonesia yang bermimpi bisa ke Piala Dunia.

Gilabola.com – Seorang wartawan dianiaya saat mencari nafkah meliput laga antara kubu Persid Jember kontra Sindo Dharaka. Hal ini menambah daftar panjang noda di dunia bola Indonesia yang bermimpi bisa ke Piala Dunia.

Seorang wartawan media online beritajatim.com bernama Oryza Ardiansyah Wirawan dikabarkan telah dianiaya sejumlah pemain tim Sindo Dharaka dan aparat keamanan saat ia meliput laga sepak bola antara Persid Jember vs Sindo Dharaka di Stadion Jember Sport Garden Kabupaten Jember, Jawa Timur, Rabu sore, 4 Juli 2018.

“Waktu itu pertandingannya sudah berakhir. Namun, beberapa pemain dari Sindo Dharaka melakukan protes terhadap pihak wasit. Kemudian, saya turun dari atas tribun untuk melakukan wawancara,” ujar Oryza kepada sejumlah wartawan di Jember.

Menurutnya, wasit telah menghadiahkan penalti kepada pemain tim Persid Jember di injury time yang membuahkan gol, sehingga kedudukan jadi skor 1-1. Hal itulah yang menyebabkan pemain Sindo Dharaka murka dan tega mengejar wasit hingga memukulnya.

Advertisement
advertisement
advertisement
Ratu Casino 77
Ratu Casino 77

“Sebagai seorang jurnalis, saya mengabadikan peristiwa itu dengan menggunakan kamera ponsel, sehingga saya langsung turun dari tribun. Namun, tiba-tiba ada seseorang yang datang merampas ponsel saya dan menanyakan kenapa saya mengambil gambar,” lanjutnya lagi.

Teriakan seseorang itu lantas membuat sejumlah pemain Sindo Dharaka yang awalnya lagi asyik konsentrasi memprotes wasit lantas beralih kepada Oryza. Pemain dan suporter Sindo Dharaka lalu dikabarkan tega melayangkan tendangan dan pukulan kepada sang awak media.

“Mereka datang memukuli saya dan menendang kaki saya saat berdiri tegak. Saya tidak tahu ada berapa pukulan yang melayang karena saya hanya berusaha melindungi kepala saya. Saya melindungi kepala karena kalau kepala yang dipukul bisa berakibat fatal,” katanya.

Panitia dan aparat keamanan yang mengetahui peristiwa tersebut lantas datang coba melindungi jurnalis yang menjadi korban kekerasan suporter dan pemain Sindo Dharaka, kemudian membawa Oryza ke tempat yang aman dan ponselnya juga telah dikembalikan.

Aksi penganiayaan dan pengeroyokan yang dilakukan oleh oknum suporter dan oknum pemain Sindo Dharaka menyebabkan luka memar di bagian tubuh wartawan senior tersebut. Karena luka-lukanya, ia buru-buru dibawa lari ke Rumah Sakit Jember Klinik dan menjalani rawat inap.

“Saya akan melaporkan kasus tersebut ke ranah hukum agar masalah ini bisa diusut tuntas. Kejadian ini membuktikan bahwa pekerjaan jurnalis masih di bawah ancaman pertandingan sepak bola yang seharusnya bisa berlangsung dengan sportif,” sambutnya dengan didampingi Sekretaris Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Jember, Salim.

Jika terdengar asing, Sindo Dharaka sendiri merupakan hasil merger dua klub sepak bola dari Dharaka milik TNI dan Samudra Indonesia (Sindo). Klub itu lantas mengarungi Liga 3 PSSI bersama Persid Jember. Dalam pertandingan di Stadion Jember Sport Garden Jember, Sindo Dharaka vs Persid Jember berakhir dengan skor imbang 1-1 saja cukup.

Kejadian penindasan yang dialami oleh jurnalis tersebut dikabarkan sempat terekam video amatir yang diambil oleh penonton di atas tribun. Dalam video tersebut terlihat jika Oryza dianiaya oleh pemain Sindo Dharaka dan salah satu oknum TNI yang terlihat ikut memukul dan menginjak tubuh Oryza di tepi lapangan.

PWI Jember yang mendampingi Oryza untuk melaporkan kasus kekerasan tersebut ke Mapolres Jember, agar kasus tersebut bisa diusut. Ketua PWI Jember, Sigit Edy Maryanto, juga ikut mendesak agar Denpom TNI memeriksa anggotanya yang diduga terlibat melakukan kekerasan terhadap wartawan Oryza.

“Meminta kepada pihak PSSI sebagai induk sepak bola nasional menjatuhkan sanksi terhadap pemain dan klub Sindo Dharaka,” pintanya.