5 Rekrutan Terbaik Liga Primer Inggris 2018 Hingga 2019

5 Rekrutan Terbaik Liga Primer Inggris 2018 Hingga 2019
BELGRADE, SERBIA - NOVEMBER 06: Alisson Becker of Liverpool reacts during the Group C match of the UEFA Champions League between Red Star Belgrade and Liverpool at Rajko Mitic Stadium on November 06, 2018 in Belgrade, Serbia. (Photo by Srdjan Stevanovic/Getty Images)

Gilabola.com – Setidaknya ada lima rekrutan terbaik di gelaran Liga Primer Inggris musim 2018 Hingga 2019 kali ini.

Liga Primer Inggris musim 2018/19 telah berakhir, selain keberhasilan Manchester City mempertahankan gelar juara, sejumlah pemain anyar juga mencuri perhatian.

Advertisement
advertisement
advertisement
Dewa303
Dewa303

Indikator pembelian yang berhasil tak melulu mengenai membantu posisi akhir klub mereka di klasemen Liga Inggris, tapi lebih dari itu. Lebih ke bagaimana mereka memiliki andil besar di musim perdananya di klub baru.

Tak cuma itu saja, status klub besar tak menjadi jaminan seorang pesepak bola di klub baru bisa dikatakan sukses. Seperti lima rekrutan terbaik Liga Primer Inggris 2018/19 versi Gilabola.com berikut ini.

1. Lukasz Fabianski

Sempat ada keraguan dari benak suporter West Ham United ketika klub memutuskan memboyongnya dari Swansea City musim panas tahun lalu. Bagaimana tidak, Fabianski gagal membawa The Swans selamat dari jurang degradasi.

Selain itu, The Hammers masih memiliki kiper handal di diri Adrian San Miguel. Tentunya bisa dimaklumi kalau fans West Ham mempertanyakan keputusan klub membeli Fabianski dengan harga 7 juta pounds.

Seakan ingin menjawab keraguan para suporter, Fabianski tampil mempesona di bawah mistar gawang. Ia bahkan dicap sebagai kiper terbaik di luar enam besar musim ini.

Mantan kiper Arsenal berusia 33 tahun itu berhasil mencatatkan 141 penyelamatan krusial. Jumlah tersebut merupakan yang terbanyak dari semua kiper tim Liga Inggris musim ini.

2. Fabinho

Salah satu keunggulan Fabinho adalah bisa bermain di banyak posisi, termasuk bek tengah, bek kanan, gelandang bertahan, maupun menyerang. Alasan itulah yang membuat Jurgen Klopp tak ragu untuk meminangnya satu paket dengan Naby Keita.

Kedua pemain sempat memulai musim dengan lambat, namun perlahan, mereka berhasil beradaptasi dengan kultur sepak bola Inggris, khususnya gaya bermain Klopp.

Beruntung buat Fabinho, ia sanggup mengerjakan tugas yang diberikan Klopp dengan sangat baik. Kemampuannya dalam menjaga keseimbangan di lini tengah membuat Jordan Henderson bisa lebih leluasa dipasangkan lebih ke depan membantu trio Salah, Mane dan Firmino.

Fabinho tercatat memenangi 146 duel (termasuk duel udara) di lini tengah, terbanyak dari gelandang lain di Liverpool musim ini.

3. Richarlison

Watford tak kuasa menolak tawaran menggiurkan Everton sebesar 50juta pounds awal musim ini. Suporter pun dibuat was-was karena takut Richarlison menjadi pembelian gagal.

Kekhawatiran fans Everton sangat beralasan. Pasalnya, pemuda berusia 21 tahun itu hanya sanggup melesakkan lima gol saja bersama Watford musim kemarin.

Akan tetapi, gelandang asal Brasil itu mampu menjawab keraguan semua orang. Duetnya bersama Gylfi Sigurdsson maupun kerja sama apiknya dengan Bernard dituntaskannya dengan 13 gol musim ini.

Richarlison berhasil membukukan 29 tembakan mengarah ke gawang musim ini. Cuma Sigurdsson (33) saja yang punya catatan lebih.

4. Alisson Becker

Tak keliru memang Klopp memboyong Alisson dari AS Roma dengan harga selangit (67 juta pounds). Ini juga menjadi penawar sakit hati suporter Liverpool karena dua kiper lainnya, Simon Mignolet dan Loris Karius, dianggap belum layak menempati posisi penjaga gawang utama.

Dibandingkan dengan Fabianski, total penyelamatannya memang lebih rendah. Akan tetapi, Alisson memiliki persentase penyelamatan yang paling banyak di antara kiper lainnya di Liga Inggris musim ini (76,6%).

5. Joao Moutinho

Banyak klub yang pastinya iri dengan Wolverhampton Wanderers. Bayangkan saja, mereka berhasil ‘mencuri’ Joao Moutinho dengan harga yang murah untuk pemain sekaliber dia, yakni 5 juta pounds saja.

Di usia matang (31 tahun), gelandang internasional timnas Portugal itu tak butuh waktu lama untuk beradaptasi dengan gaya permainan Wolves.

Banyak faktor memang. Pertama, pelatih Wolves berasal dari negara yang sama, Portugal, Nuno Espirito Santo. Setidaknya, kendala bahasa sangatlah minim karena komunikasi berjalan lebih baik.

Duetnya di lini tengah bersama Ruben Nevez juga dianggap sebagai salah satu yang paling menakutkan di Liga Inggris musim ini. Lagi-lagi, keduanya berasal dari Portugal.

Jumlah assists-nya tercatat hanya delapan. Tapi itu merupakan yang terbanyak dari semua pemain Wolves musim ini. Ia juga berhasil membawa klubnya menembus 10 besar, sebuah kesuksesan buat tim yang baru saja promosi dari kompetisi kasta kedua liga Inggris.