Gilabola.com – Dibantu dua assist dari Eberechi Eze, Crystal Palace akhirnya menang 2-1 atas Brighton setelah 93 tahun, meski harus mengakhiri laga hanya dengan 9 pemain!
Crystal Palace menutup penantian panjang selama 93 tahun untuk mencatat double kemenangan atas rival mereka Brighton di liga dengan cara yang tak bisa dilupakan.
Dalam laga derby A23 yang penuh drama dan kartu merah, Palace keluar sebagai pemenang 2-1 di Selhurst Park, Sabtu malam (5/4), berkat gol dari Jean-Philippe Mateta dan Daniel Munoz serta dua assist dari Eberechi Eze.
Sejarah dan Kekacauan di Selhurst Park
Terakhir kali Crystal Palace menyapu bersih kemenangan atas Brighton dalam semusim terjadi tahun 1932, ketika keduanya masih berlaga di Divisi Tiga. Tapi laga semalam jadi lebih dari sekadar sejarah, dengan total tiga kartu merah yang mewarnai drama gila di London Selatan.
Palace harus mengakhiri pertandingan dengan sembilan pemain setelah Eddie Nketiah dan Marc Guehi dikartu merah. Brighton juga harus bermain dengan 10 orang di penghujung laga setelah Jan Paul van Hecke dikeluarkan.
Palace Unggul Cepat, Brighton Sempat Samakan
Palace langsung tancap gas sejak menit pertama. Gol cepat tercipta hanya dalam 139 detik, lewat kombinasi apik Marc Guehi, Eberechi Eze, dan Mateta, yang menyelesaikan umpan Eze dengan sepakan kaki kiri terarah ke gawang Brighton.
Namun Brighton bangkit dan menyamakan kedudukan di menit ke-31 lewat Danny Welbeck, yang berhasil menyambut umpan Yankuba Minteh dan menyentuh bola sebelum Munoz bisa menghalaunya.
Gol Penentu dan Hujan Kartu Merah
Gol kemenangan Palace tercipta di menit ke-55 lewat Munoz, yang menyelesaikan assist kedua Eze dengan sepakan keras yang membentur Pervis Estupinan dan mengecoh kiper Bart Verbruggen.
Namun sorotan utama justru jatuh pada insiden yang terjadi setelahnya:
Eddie Nketiah, baru masuk menit 68, diusir wasit hanya 10 menit kemudian karena sepakan tinggi ke kepala Van Hecke.
Marc Guehi juga menyusul ke ruang ganti setelah menerima kartu kuning kedua karena pelanggaran keras terhadap Brajan Gruda.
Van Hecke menambah daftar pelanggar ketika menjatuhkan Daichi Kamada di masa injury time.
Dengan hanya sembilan pemain, Palace sukses mempertahankan keunggulan hingga peluit akhir dan menciptakan salah satu pertandingan derby A23 paling dramatis sepanjang sejarah.