Site icon Gilabola.com

Alasan Kenapa Manchester United Sangat Butuh Lisandro Martínez dan Patrick Dorgu

Lisandro Martinez dan Patrick Dorgu

Gilabola.com – Setelah melewati periode inkonsisten dalam sebulan terakhir, imbang melawan Bournemouth, kalah dari Newcastle, serta meraih kemenangan atas Aston Villa dan Crystal Palace, Manchester United kini menargetkan kemenangan kandang keenam secara beruntun saat menghadapi Leeds United pada 14 April. Untuk mewujudkan hal tersebut, kondisi kebugaran Lisandro Martínez dan Patrick Dorgu menjadi faktor krusial.

Lisandro Martínez didatangkan pada 2022 dengan ekspektasi tinggi dan langsung menunjukkan kualitasnya sebagai salah satu bek menjanjikan di Eropa, terutama di bawah arahan mantan pelatih Ajax, Erik ten Hag.

Bek asal Argentina itu berperan penting dalam keberhasilan United menjuarai Piala Liga Inggris (EFL Cup). Gaya bermainnya yang agresif dalam bertahan membuatnya dijuluki “The Butcher”, sementara kemampuannya dalam distribusi bola tetap tenang dan akurat.

Namun, performa apiknya sempat terhenti akibat cedera patah tulang metatarsal kelima di kaki kanan, yang membuatnya absen selama dua bulan terakhir musim tersebut. Saat mulai kembali menemukan ritme permainan, ia kembali mengalami cedera di bagian yang sama dan harus menepi selama empat bulan.

Tak lama setelah pulih, ia kembali mengalami cedera ligamen lutut (MCL) usai benturan dengan pemain West Ham, meskipun akhirnya sempat kembali dan membantu tim mengalahkan Manchester City di final Piala FA.

Memasuki awal 2025, Martínez sempat mencetak gol penting ke gawang Liverpool dan Fulham. Namun, cedera ligamen anterior (ACL) membuatnya harus absen hingga 10 bulan.

Ia baru kembali bermain menjelang periode akhir tahun. Saat mulai membangun kemitraan di lini belakang bersama Harry Maguire, Martínez kembali mengalami cedera betis saat menghadapi West Ham pada 10 Februari, yang membuatnya belum kembali bermain hingga saat ini.

Dengan Maguire menerima kartu merah saat melawan Bournemouth, kebutuhan akan kembalinya Martínez dalam kondisi terbaik menjadi semakin mendesak, terutama untuk mengamankan posisinya di tim serta peluang tampil di FIFA World Cup musim panas mendatang.

Di sisi lain, Patrick Dorgu menjalani awal yang kurang mencolok bersama Manchester United. Dalam debut penuhnya melawan Ipswich Town pada 26 Februari 2025, ia hanya bermain selama 43 menit sebelum diusir keluar lapangan. Meski demikian, pemain muda asal Denmark itu mulai menunjukkan perkembangan signifikan menjelang akhir tahun, termasuk mencatat assist saat menghadapi Aston Villa dan mencetak gol ke gawang Newcastle.

Dorgu dikenal sebagai salah satu bek sayap muda potensial di Eropa. Meski direkrut sebagai bek kiri, performa terbaiknya justru terlihat saat dimainkan lebih maju sebagai winger kiri.

Ia memberikan assist untuk Benjamin Šeśko saat melawan Burnley, serta mencetak gol dalam dua pertandingan beruntun menghadapi Manchester City dan Arsenal. Namun, di hari yang sama saat ia tampil impresif dengan gol setengah voli, Dorgu mengalami cedera hamstring yang membuatnya absen selama dua bulan berikutnya.

Peran Martínez sangat penting dalam mengorganisasi lini pertahanan serta memberikan ketenangan saat penguasaan bola, dibandingkan pemain muda seperti Leny Yoro dan Ayden Heaven.

Sementara itu, Dorgu menawarkan kecepatan, energi, serta fleksibilitas untuk bersaing dengan Luke Shaw di posisi bek kiri maupun memberikan kontribusi di lini serang.

Jika Manchester United ingin mempertahankan posisi di tiga besar klasemen dan mengamankan tiket ke Liga Champions, maka kondisi fisik Martínez dan Dorgu harus tetap terjaga hingga akhir musim.

Exit mobile version