Alex Ferguson Mungkin Sedih & Kecewa, Tapi Dia Juga Bersalah Atas Kemunduran Man Utd

Manajer legendaris Manchester United Alex Ferguson tidak bisa menunjukkan kekecewaannya di tribun saat melihat mantan tim asuhannya kebobolan hingga lima gol melawan Liverpool di kandang sendiri.

Ekspresi itu tidak berbohong. Ada kesedihan dan kekecewaan yang tergambar di raut wajahnya melihat betapa mudahnya Manchester United diberondong gol-gol pemain Liverpool, meski dia juga pernah melakukan kesalahan taktik yang sama saat timnya dibantai Manchester City 10 tahun lalu.

Tapi di luar itu, kemunduran The Red Devils setelah eranya juga sejujurnya tidak terlepas dari kesalahan Alex Ferguson, yang gagal menemukan suksesor yang tepat untuk bisa mempertahankan Manchester United tetap berada di tempatnya di level tertinggi Liga Inggris.

Advertisement
QQCepat
QQCepat
Totobet
Totobet
978Bet
978Bet

Dia menunjuk David Moyes sebagai penggantinya dan kompatriotnya itu terbukti hanya bertahan kurang dari satu tahun karena buruknya performa Manchester United bersamanya, padahal dia mewarisi skuad juara Premier League tahun 2013.

Sejak itu kemunduran Setan Merah tak terhentikan dan justru semakin buruk dan tanpa arah. Louis van Gaal, Jose Mourinho, dan kini Ole Gunnar Solskjaer semua telah gagal membawa pemenang 13 Premier League kembali ke masa kejayaannya.

Sebenarnya dari sisi investasi, taktisi Norwegia lebih baik dari para pendahulunya, hanya saja dia tampaknya miskin taktik dan tidak tahu caranya memenangkan pertandingan besar dan memenangi trofi. Sudah sejak Desember 2018 dia bekerja di Old Trafford, tapi tak satu pun trofi yang dimenangkannya.

Alex Ferguson sebenarnya pernah mendekati Pep Guardiola untuk menjadi suksesornya di Manchester United, sayang dia gagal meyakinkan bos Catalan itu yang sekarang justru malah memimpin kejayaan Manchester City, yang juara liga di tiga dari empat musim terakhir.

Sir Alex mungkin menyesali performa Manchester United saat ini, tapi dia juga bersalah atas kemunduran mantan timnya karena kegagalannya untuk menemukan suksesor yang tepat untuk melanjutkan warisannya.

AHABET
AHABET
HKINDO
HKINDO