Amnesti Internasional: Arab Saudi Jangan Beli Newcastle United!

Amnesti Internasional: Arab Saudi Jangan Beli Newcastle United!

Gilabola.com – Amnesti Internasional menyebut rencana pembelian Newcastle United oleh konsorsium asal Arab Saudi untuk pencitraan atas pelanggaran HAM.

Klub Liga Inggris yang mulai dikaitkan dengan Rafa Benitez itu kabarnya sedang didekati dua calon pembeli, di mana salah satunya adalah Lembaga Investasi Milik Negara Arab Saudi, yang dipegang oleh Putra Mahkota Mohammed bin Salman.

Negara Timur Tengah itu sedang dalam sorotan publik setelah menggelar pertandingan tinju antara Anthony Joshua melawan Andy Ruiz pada bulan lalu.

Piala Super Spanyol pun digelar di Arab Saudi, dengan format anyar yaitu mempertemukan empat klub agar menarik minat penonton.

Advertisement
berita bola
jadwal bola
Mimpi 4D
Mimpi 4D

Akan tetapi Amnesti Internasional menilai upaya-upaya ini sebagai sportwashing alias sebuah cara untuk membersihkan citra Arab Saudi yang tercoreng oleh hak asasi manusia melalui olahraga.

“Bukan urusan kami untuk menilai siapa yang pantas memiliki Newcastle, akan tetapi para pemain, para staf dan fans harus melihat apa adanya, yaitu [upaya] sportwashing. Sesederhana itu,” ucap Felix Jakens dari Amnesti Internasional Britania Raya.

Newcastle United diminta waspada

“Dengan banjirnya investasi di bidang olahraga yang dilakukan Arab Saudi akhir-akhir ini, mengambil alih kepemilikan Newcastle United tidak menjadi sebuah kejutan besar.”

“Arab Saudi dikenal karena usahanya melakukan sportwashing, dengan menggunakan keglamoran dan kewibawaan olahraga tingkat tinggi sebagai upaya hubungan masyarakat [public relation] untuk mengalihkan perhatian publik dari rendahnya catatan hak asasi manusia di negara tersebut.”

“Di bawah Putra Mahkota Mohammad bin Salman, ada pelanggaran hak asasi manusia, dengan aktivis-aktivis yang dipenjara, termasuk Loujain al-Hathloul dan pembela hak asasi wanita lainnya.”

“Ada juga upaya pengalihan publik terhadap pembunuhan Jamal Khashoggi, ada kekhawatiran berlanjut perihal hacking dari Saudi dan koalisi militer yang dipimpin Saudi di Yaman mempunyai catatan merah dengan tidak memilih-milih target serangan pada perumahan dan rumah sakit.”

“Upaya pencitraan ini bisa dilawan jika orang-orang yang terlibat mempunyai keinginan untuk melakukannya. Para fans dan staf Newcastle harus mengetahui minimnya situasi hak asasi manusia di Arab Saudi.”