Gilabola.com – Manchester United memasukkan nama wonderkid yang pernah dijuluki ‘Messi Bocah’, JJ Gabriel, yang baru berusia 15 tahun ke dalam sesi latihan tim utama jelang laga melawan Crystal Palace.
Ruben Amorim memanfaatkan periode tanpa jadwal padat untuk menilai langsung perkembangan pemain akademi dan memberi kesempatan kepada mereka yang menunjukkan performa menjanjikan.
Keputusan tersebut dipicu oleh penampilan Gabriel yang disebut terus mengesankan staf klub, ditambah kondisi skuad yang kehilangan Matheus Cunha dan Benjamin Sesko di lini depan.
United memang banyak memiliki waktu kosong pada tengah pekan karena gagal lolos ke kompetisi Eropa musim ini. Kekalahan mengejutkan dari Grimsby di Carabao Cup pada Agustus membuat kalender pertandingan mereka semakin longgar.
Situasi itu dimanfaatkan Amorim untuk mengamati talenta muda yang muncul dari akademi klub. Dia menilai periode tanpa padatnya jadwal kompetitif merupakan momen yang tepat untuk melakukan penilaian jangka panjang.
Gabriel, yang berulang tahun pada Oktober lalu, tampil untuk kelompok usia di atasnya dan disebut bermain jauh di atas usianya. Para pelatih akademi menilai perkembangan teknis dan mentalnya meningkat cepat.
Sementara debut tim utama dinilai masih belum dalam waktu dekat, beberapa pemain muda lain sudah masuk daftar pertimbangan untuk diberi menit bermain. Amorim ingin melihat kesiapan mereka secara langsung di sesi latihan.
Deretan Nama Muda Dapat Panggung
Noah Ajayi, Jim Thwaites, dan Godwill Kukonki, yang masing-masing berusia 17 tahun, juga berlatih bersama skuad utama dalam beberapa pekan terakhir. Ketiganya dianggap layak mendapatkan kesempatan uji coba di lingkungan latihan senior.
Shea Lacey yang sudah berusia 18 tahun masuk bangku cadangan saat Manchester United kalah dari Everton pada Senin lalu. Dia juga berpeluang masuk skuad saat melawan Crystal Palace akhir pekan ini.
Absennya dua penyerang membuat peluang Lacey meningkat. Amorim sebelumnya telah memberikan penilaian positif terhadap sang pemain muda setelah dia berhasil pulih dari masalah cedera.
Amorim pernah menjelaskan bahwa dia merasa senang dengan perkembangan Lacey. Dia menuturkan bahwa tim medis telah melakukan pekerjaan baik dalam memulihkan kondisi fisik sang pemain sehingga kini dia mampu menerima beban latihan lebih besar.
Pelatih asal Portugal itu juga mengatakan bahwa kecepatan permainan di tim utama jauh lebih tinggi dibanding level akademi. Karena itu, para pemain belia membutuhkan waktu beradaptasi sebelum siap turun di kompetisi Premier League.
Dia menegaskan bahwa ketika pemain muda dipanggil ke skuad senior, mereka harus menunjukkan sikap profesional yang baik. Baginya, hubungan antara akademi dan tim utama harus dibangun secara kuat.
Amorim menambahkan bahwa klub telah memperbaiki struktur dukungan akademi, termasuk menghadirkan ahli gizi khusus untuk membantu perkembangan fisik pemain. Menurutnya, hal tersebut merupakan kebutuhan dasar yang harus tersedia.
Dia menilai langkah-langkah itu membuat dirinya lebih percaya diri dalam mengembangkan para pemain muda. Dia menyebut bahwa ketika mereka mendapat kesempatan tampil di Premier League, kesulitan pasti ada, namun dengan persiapan yang tepat tingkat kesulitannya akan berkurang.

